Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR Gizi lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Tan Shot Yen membagikan beberapa kiat yang dapat diterapkan orangtua sehingga anak bisa tetap aman saat mengonsumsi gula.
Menurutnya, langkah pertama yang bisa dilakukan orangtua agar anak bisa mengenal cita rasa manis dari gula yang aman ialah dengan membiasakan konsumsi pangan dari sumbernya secara langsung.
"Tentu yang baik untuk mengonsumsi gula secara aman itu yang berasal langsung dari sumber aslinya, seperti beras, umbi-umbian, jagung, sagu, sayur-sayuran dan buah," kata Tan, dikutip Senin (27/5).
Baca juga : Yuk Pahami Apa Itu Parenting dan Tipsnya
Orangtua disarankan sebisa mungkin tidak menambahkan gula tambahan yang telah diolah atau gula rafinasi seperti gula pasir atau pemanis buatan.
Cara mengonsumsi gula secara aman bagi anak juga dapat dilakukan dengan cara orangtua memahami label pangan dalam pangan yang dikemas. Tentunya hindari pangan kemasan yang jelas-jelas tertulis mengandung gula tinggi.
Tan, dalam paparannya, juga mengingatkan dalam mengecek label pangan orangtua harus mengenal istilah dari gula-gula yang tersembunyi dalam komposisi yang ditulis.
Baca juga : Tips Bagi Orangtua untuk Membentuk Cinta Anak pada Budaya Tradisional
Ia mengatakan salah satu ciri dari kandungan gula tersembunyi itu biasanya berakhiran -ol seperti sorbitol, manitol, dan xylitol.
Selain itu, biasanya kandungan gula tambahan pada pangan kemasan juga muncul dengan embel-embel perisa atau sirup yang tentunya produk itu juga buatan pabrik contohnya seperti sirup jagung.
Tidak cuma membagikan cara aman mengonsumsi gula bagi anak, pendiri Dr Tan & Remanlay Institute itu juga membagikan kiat bagi orangtua menangani anak yang telah mengalami kecanduan gula.
Baca juga : Ini Tips Menjaga Mental Anak dalam Perjalanan Mudik
"Cara yang paling mudah mengatasi kecanduan gula tambahan ya buat kecanduan baru namun dengan cara yang lebih sehat," katanya.
Bagi orangtua yang harus menghadapi anak yang telah kecanduan gula tambahan seperti sirup dan kental manis, ada baiknya mulai mengganti produk tersebut dengan sumber pangan yang memiliki gula alami.
Orangtua juga bisa mengajak anaknya membuat langsung camilan dari nol dan tidak lagi membiasakan anak mengonsumsi camilan kemasan yang tentunya mengandung banyak gula.
Baca juga : Ini Tips Mengatur Keuangan bagi Orangtua Baru
"Anak-anak itu senang kok kalau diajak berinteraksi. Misalnya orangtua ajak anak bikin kue pisang, anaknya bisa diajak potong pisangnya sedangkan orangtua bisa bikin adonannya. Ini juga jadi cara mengajarkan anak belajar menghargai makanan yang dibikinnya sendiri dan rasanya tidak kalah dari yang di kemasan," katanya.
Terakhir, Tan berpesan untuk mengatasi kecanduan gula pada anak dibutuhkan komitmen kuat dari orang tua dan lingkungan untuk melakukan hal serupa.
Apabila orangtua masih memiliki keterikatan pada produk yang mengandung gula berlebih, orangtua harus bisa merelakan kebiasaannya tersebut dan menjadi contoh bagi sang buah hati sehingga lambat laun anaknya tidak lagi bergantung pada gula.
"Jadi kalau ibunya suka banget sama cokelat atau ayahnya suka kopi pakai kental manis, nah itu harus disingkirkan dari kulkas di rumah. Karena betul istilah It take a village to raise a child itu, jadi orangtua mencontohkan agar dapat membuat anak memiliki perilaku makan yang baik," tutup Tan. (Ant/Z-1)
Edukasi seksual ini merupakan langkah preventif utama untuk mencegah penyimpangan seksual pada anak di masa depan.
Child grooming adalah proses manipulatif ketika pelaku, biasanya orang dewasa, membangun hubungan emosional dengan seorang anak.
Platform gim imersif global, Roblox, resmi mengumumkan kebijakan baru yang mewajibkan seluruh penggunanya melakukan verifikasi usia untuk mengakses fitur chat.
Memandikan anak yang terkena cacar air bertujuan agar kulit tetap bersih dan sehat. Langkah ini efektif untuk mencegah timbulnya biang keringat.
Susu sejatinya berfungsi sebagai bagian dari makanan lengkap atau sekadar makanan selingan, terutama saat sarapan.
Penerapan gizi seimbang memiliki dampak langsung pada kesehatan saluran cerna. Asupan yang tepat akan menjaga keseimbangan bakteri baik (mikrobiota) di dalam usus.
Gula dapat merangsang pelepasan serotonin dan endorfin di otak, yaitu zat kimia yang membuat perasaan lebih nyaman dan bahagia.
Untuk mengurangi gula, coba ganti minuman manis dengan air putih atau teh tanpa gula, pilih buah utuh daripada jus kemasan, batasi camilan manis seperti cokelat, biskuit, atau kue.
Makanan ini biasanya disukai banyak orang karena rasanya yang menyenangkan dan dapat memberikan energi cepat, tetapi jika dikonsumsi berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Cita rasa manis berasal dari senyawa sukrosa, glukosa, fruktosa, atau laktosa, yang memberi sensasi manis di lidah.
Gula yang terkandung dalam makanan manis bisa berasal dari gula alami, seperti pada buah, madu, atau susu. Gula tambahan, seperti sukrosa, fruktosa, sirup jagung tinggi fruktosa
Konsumsi makanan manis berlebihan dapat menimbulkan dampak buruk seperti obesitas, diabetes, kerusakan gigi, dan gangguan jantung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved