Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
HIDANGAN manis seolah telah menjadi tradisi yang tidak terpisahkan saat berbuka puasa. Namun, Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Karina Marcella Widjaja, Sp.GK, AIFO-K, mengingatkan masyarakat agar tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan dan minuman manis demi menjaga kebugaran tubuh selama bulan Ramadan.
Menurut Karina, berbagai hidangan takjil yang tinggi kandungan gula justru dapat memicu lonjakan kadar gula darah secara drastis dalam waktu singkat. Hal ini sering kali menjadi bumerang bagi kondisi tubuh di malam hari.
“Makanan manis saat berbuka puasa, misalnya buah-buahan campur sirup campur susu. Itu yang akan membuat kadar gula kita akan cepat naik dan cepat turun lagi makanya itu kita merasa tidak puas jadi craving,” ujar Karina dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta, baru-baru ini.
Lulusan Universitas Indonesia ini menyarankan agar masyarakat tidak langsung menyantap makanan berat saat azan magrib berkumandang.
Ia merekomendasikan pola makan bertahap untuk memberikan waktu bagi sistem pencernaan beradaptasi setelah seharian beristirahat.
Langkah pertama adalah mengonsumsi camilan ringan (snack) yang sehat, seperti yogurt, kurma, atau buah-buahan dengan indeks glikemik rendah. Beberapa pilihan buah yang disarankan antara lain apel, pir, melon, dan alpukat.
“Setelah itu jeda misalnya setengah jam dari waktu snack, kita mulai makan besar mungkin bisa di sekitar jam tujuh malamnya, itu juga harus lengkap ada karbonya, protein, sayur, dan lemak yang sehat tadi jadi kita juga tidak cepat lapar kembali,” tambahnya.
Selain pola berbuka, Karina menekankan pentingnya sahur sebagai fondasi energi.
Ia sangat tidak menyarankan masyarakat melewatkan sahur karena dapat menyebabkan tubuh lebih cepat lelah dan mengantuk di siang hari.
Menu sahur pun harus disusun secara seimbang, mencakup karbohidrat sebagai energi serta protein hewani dan nabati.
“Karena protein hewaninya itu, sebagai untuk pembangun ya pembangun kemudian karbonya juga sebagai memberikan energi buat tubuh. Setelah kita makan besar pada saat sahur, mungkin sekitar sejam itu kita bisa tambahkan *snack* seperti buah,” jelasnya.
Untuk menunjang daya tahan tubuh, Karina menyebutkan bahwa suplementasi seperti vitamin C, D, B, serta Zinc dapat dikonsumsi jika asupan makanan utuh (real food) dirasa kurang mencukupi. Namun, yang paling krusial adalah menjaga kecukupan cairan dan pola tidur.
Ia menutup pesannya dengan mengingatkan agar masyarakat tetap disiplin waktu istirahat.
“Minum yang cukup kadang kita suka lupa, kemudian tidurnya juga harus cukup karena lagi bulan puasa, jangan sampai begadang akhirnya kita enggak bisa bangun untuk sahur,” pungkasnya. (Ant/Z-1)
Elnusa Petrofin menilai Ramadan menjadi ruang refleksi bagi perusahaan untuk terus menumbuhkan nilai kebersamaan bersama masyarakat sekitar.
Kuncinya terletak pada penerapan kebiasaan yang tepat saat sahur, berbuka, hingga pengaturan waktu istirahat agar puasa tidak hanya bernilai ibadah.
Bank Mandiri Jawa Barat menyiapkan uang tunai sebesar Rp4,58 triliun untuk pengisian ATM/CRM pada periode 24 Februari hingga 25 Maret 2026.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas korporasi di bulan suci Ramadan, melainkan wujud nyata kehadiran Pegadaian di tengah masyarakat.
Berdasarkan riset YouGov tahun 2025, mayoritas Gen Z kini lebih memilih mengalokasikan THR mereka untuk ditabung atau diinvestasikan dibandingkan sekadar konsumsi sesaat.
Perusahaan menyalurkan donasi senilai Rp30 juta dan kebutuhan sehari-hari kepada Panti Yatim Indonesia, yang menaungi 50 anak usia 7–12 tahun.
Pengawasan ini merupakan upaya preventif pemerintah daerah dalam melindungi kesehatan publik selama bulan suci.
Takjil Keliling berlangsung pada 2–9 Maret 2026 di 10 titik Jakarta seperti Kendal, Blok M, Tebet, Kota Tua, Karet Kuningan, Manggarai, Menteng Dalam, serta Bendungan Hilir dan sekitarnya.
Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) menyediakan hingga 700 porsi takjil per hari untuk masyarakat yang ingin berbuka puasa, selama Ramadan 1447 Hijriah.
BBPOM membawa mobil laboratorium keliling untuk melakukan uji sampel secara real-time di "Pasa Pabukoan".
Program ini merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang rutin dilaksanakan setiap Ramadan
Antusiasme masyarakat dalam war takjil dipicu oleh hadirnya beragam makanan atau minuman yang memang jarang dijumpai di luar bulan Ramadan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved