Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR gizi dari Instalasi Pelayanan Gizi Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo, Firlianita Ahdiyanti, memberikan tips menurunkan berat badan 0,5-1 kg dalam satu minggu melalui pola makan dan aktivitas fisik rutin.
Firlianita mengingatkan orang-orang dengan kelebihan berat agar tidak fokus pada asupan makanan semata tetapi juga memasukkan aktivitas fisik dan itu harus dilakukan teratur serta terukur.
Aktivitas fisik teratur dan terukur berarti melakukannya sebanyak 3-5 kali dengan durasi minimal 150 menit per minggu, misalnya jalan kaki, atau jalan cepat untuk bisa mencapai penurunan berat badan sekitar 0,5-1 kg dalam satu minggu.
Baca juga : Orangtua Diingatkan Pastikan Anak tidak Alami Obesitas
Lalu, dari sisi asupan makanan, bisa dimulai misalnya dengan mengurangi 500 kalori per hari yang setara dua centong nasi dengan lauk satu potong ayam dan satu gelas kopi susu.
"Kurangi 500 kalori selama misalnya target turun berat badan 4 kg, jadi targetnya dalam satu minggu harus turun sekitar 1 kg, itu harus rutin melakukan olahraga rutin 3-5 kali per minggu dengan durasi 150 menit per minggu artinya setiap kali olahraga itu bisa 40-45 menit minimal," jelas Firlianita.
Di sisi lain, Anda harus mengurangi konsumsi makanan tinggi gula, lemak dan garam.
Baca juga : Ini Tips Menjaga Kesehatan bagi Anggota KPPS
Merujuk Kementerian Kesehatan, seseorang dalam sehari dianjurkan mengonsumsi maksimal 4 sendok makan gula, 1 sendok teh garam, dan 5 sendok makan minyak atau 67 gram lemak.
Firlianita mengingatkan orang-orang dengan kelebihan berat badan untuk berhati-hati agar tidak jatuh pada kondisi obesitas. Dia merujuk Kementerian Kesehatan mengatakan kelebihan berat badan ditandai dengan indeks massa tubuh (IMT) 23-25.
IMT ini didapatkan dengan membagi antara berat badan dalam satuan kg dengan tinggi badan dalam satuan meter yang dikuadratkan. Sebagai contoh, seseorang dengan berat badan 55 kg dan tinggi badan 153 cm, memiliki IMT sekitar 23,5 yang berarti sudah masuk kategori kelebihan berat badan.
Baca juga : Ini Tips Latihan Fisik Bagi Pasien Diabetes dengan Obesitas
"IMT 23,5 ini harus hati-hati, sudah masuk kategori kelebihan berat badan, jadi ada risiko menuju obesitas sehingga harus hati-hati. Berat badan idealnya, itu tinggi badan dikali 90%, yakni 47-48 kg," tutur dia.
Sementara itu, seseorang dikatakan masuk kategori obesitas tingkat 1 apabila IMT-nya berada pada angka 25-29,9 dan obesitas tingkat 2 apabila IMT-nya lebih dari 30.
"Orang dengan obesitas tingkat 1, masih bisa kita bantu pola makan dan aktivitasnya. Namun, orang dengan IMT di atas 30 atau bahkan 40 ke atas, itu biasanya sudah ada intervensi medik artinya obat-obatan yang diawasi dokter, tindakan operasi seperti bariatrik surgery," jelas Firlianita.
Baca juga : Ini Sebabnya Camilan Larut Malam Tidak Baik Bagi Kesehatan
Obesitas, imbuh dia, bukan hanya tentang penampakan seseorang yang terlihat besar atau gemuk, tetapi sebenarnya sudah termasuk dalam kategori penyakit karena sudah banyak terjadi gangguan metabolisme di dalam tubuhnya, sehingga tidak bisa dibiarkan begitu saja namun memerlukan intervensi. (Ant/Z-1)
Sekitar 19 persen orang mengalami kenaikan berat badan saat Ramadan akibat pola makan berlebih saat berbuka.
Secara medis, perut kembung disebabkan oleh penumpukan gas di saluran pencernaan.
Di tengah antusiasme menjalankan ibadah puasa, masyarakat diingatkan untuk tetap memperhatikan pola makan, khususnya dalam mengonsumsi asupan manis saat berbuka.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas.
Jungkook BTS ungkap rahasia diet satu kali sehari (OMAD) dan rutin olahraga. Simak analisis pakar kesehatan mengenai efek samping dan tips diet sehatnya.
Asupan nutrisi pada waktu sahur dan berbuka harus benar-benar diperhatikan agar kebutuhan vitamin, mineral, dan air tetap terpenuhi.
Kemunculan ambeien sangat erat kaitannya dengan kebiasaan sehari-hari yang kurang baik.
Sederet Makanan yang Meningkatkan Risiko Kanker Paru diantaranya ultra processed food
Temuan tersebut diperoleh dengan menelaah data konsumsi makanan dari 112 negara yang mencakup 99% emisi gas rumah kaca terkait pangan secara global.
Kacang juga kaya nutrisi penting lain seperti magnesium, vitamin E, dan antioksidan, yang tak hanya membantu kenyang tetapi juga mendukung kesehatan jantung
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved