Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Departemen Gizi Universitas Indonesia (UI), Sandra Fikawati, memperingatkan masyarakat untuk memperketat kendali porsi makan guna menghindari ancaman penyakit degeneratif akibat hidangan khas Lebaran yang berlebihan. Pola makan "balas dendam" di hari raya berisiko memicu gangguan pencernaan akut hingga lonjakan kolesterol dan gula darah secara drastis.
Prof. Sandra menegaskan bahwa sistem pencernaan manusia memiliki batas beban kerja yang harus dihormati, meski dalam suasana perayaan Idul Fitri. Menurutnya, euforia makan sering kali membuat masyarakat abai terhadap batas konsumsi lemak dan gula.
Konsumsi makanan berlemak dan bersantan dalam volume besar akan memaksa sistem pencernaan bekerja ekstra keras. Dampak instan yang sering muncul meliputi perut kembung, mual, sakit perut, hingga diare atau sembelit.
“Pada momen Lebaran, banyak orang cenderung ingin menikmati berbagai hidangan yang tersedia. Namun, jika porsinya tidak dikendalikan, hal ini dapat membebani sistem pencernaan dan menimbulkan berbagai keluhan kesehatan,” ujar Sandra dalam keterangannya di Depok, Jumat (20/3).
Lebih lanjut, Sandra menyoroti risiko bagi penderita atau orang yang berisiko diabetes. Kue kering dan minuman manis yang dikonsumsi berlebihan dapat memicu lonjakan gula darah yang berbahaya. Sementara itu, makanan tinggi lemak dan garam seperti rendang atau gulai dapat meningkatkan kadar kolesterol dan tekanan darah.
“Kalori berlebih juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan serta membuat tubuh mudah lelah dan mengantuk. Risiko penyakit jantung dan stroke juga mengintai jika konsumsi lemak tidak dibatasi,” tambahnya.
Tips Makan Sehat Saat Lebaran:
Sandra menekankan bahwa Lebaran seharusnya tetap menjadi momen kebersamaan yang menyenangkan tanpa harus berakhir di rumah sakit.
“Dengan pola makan yang lebih bijak dan seimbang, masyarakat tetap dapat menikmati hidangan khas Idul Fitri tanpa harus mengorbankan kesehatan,” tutupnya. (Z-10)
Kemenkes bagikan cara simpel cegah obesitas melalui kebiasaan baca label gizi dan aktivitas fisik rutin untuk tekan risiko diabetes serta penyakit jantung.
Kesehatan otak merupakan salah satu aspek penting yang sering kali diabaikan dalam gaya hidup sehari-hari. Padahal, apa yang kita konsumsi memiliki pengaruh besar terhadap fungsi otak.
Jus Mengkudu telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional. Kini, berbagai studi ilmiah mulai membuktikan manfaatnya dalam mencegah penyakit degeneratif dan infeksi.
Lansia di Indonesia menghadapi berbagai masalah kesehatan, termasuk hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.
DOKTER spesialis Kejiwaan Tiur Sihombing mengungkapkan mencegah demensia alzheimer bisa dilakukan dengan cara memperbaiki kualitas tidur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved