Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah maraknya film horor di Indonesia, kini, kembali hadir film komedi keluarga yang penuh canda tawa sebagai hiburan di akhir tahun.
Modal Nekat, karya sutradara Imam Darto, menceritakan petualangan seru tiga bersaudara yang melakukan aksi pencurian. Dalam perjalanan tersebut, mereka mengalami berbagai kejadian menegangkan, lucu, dan drama keluarga yang akhirnya menyadarkan mereka.
Dibintangi Gading Marten, Tarra Budiman, dan Fatih Unru sebagai tokoh utama yang berperan tiga bersaudara, film ini bisa menjadi pilihan yang cocok untuk keluarga yang ingin menikmati waktu bersama di akhir tahun.
Suasana yang dihadirkan mengingatkan kita pada pentingnya keluarga, dengan segala kekurangan dan masalah yang mungkin ada di dalamnya.
Film ini merupakan debut Darto sebagai sutradara, setelah sebelumnya banyak menulis untuk layar lebar. Dia mengaku mengerjakan proyek ini dengan modal nekat.
"Ya, emang dari awal ini bener-bener nekat. Senekat-nekatnya saya datang ke kantor beliau. Beliau tanya, 'Kamu mau bikin film apa?' Saya jawab, 'Maaf, kita bikin film apa, Bang? Belum ada ide nih.' Terus, ya sudah akhirnya ngobrol aja. Begitu pulang, baru mulai nulis. Ternyata, sinopsis yang saya buat itu masih setengah jadi, bahkan belum ada endingnya. Tapi beliau suka," ujar Darto dalam Press Screening & Press Conference Film Modal Nekat di Epicentrum XXI, Kamis (12/12).
Meskipun ini adalah debut Darto sebagai sutradara, para cast mengakui bahwa Darto mampu mengemban peran tersebut dengan baik.
Salah satu cast yang juga seorang komedian, Sadana Agung, mengungkapkan bahwa ide-ide absurd yang ditawarkan selalu diterima dengan baik oleh Darto.
“Apalagi di film ini tuh kayak komedi-komedi fantasi-fantasi kita tentang komedi di film tuh diwujudkan oleh Pak Imam Darto. Se-absurd apapun kayak, ah boleh tuh. Gimana kalau begini pak? Bercanda doang, iya boleh tuh. Cocok terus. Pokoknya Pak Darto tuh cocok terus,” ujar Sadana.
Gading Marten, salah satu aktor utama dalam film Modal Nekat, berbagi pengalaman bekerja dengan Darto. Gading mengungkapkan ia sudah lama mengagumi karya-karya Darto, khususnya tulisan-tulisan yang pernah dibuatnya.
Tarra Budiman, juga turut berbagi cerita, ia merasa sangat beruntung terlibat dalam film Modal Nekat, yang berhasil menggabungkan drama dan komedi dengan sangat baik.
"Di sini ada dramanya, kalian pasti akan relate dengan sesuatu. Misalnya, perbedaan karakter anak pertama, kedua, ketiga. Komedinya juga dapat, dan plot twist-nya sangat mengejutkan," jelas Tara.
Selain Gading dan Tara. Fatih, yang juga merupakan tokoh utama, menambahkan kolaborasi mereka sangat menyenangkan. Ia menjelaskan bahwa masing-masing sudah memahami peran mereka.
“Udah megang pakem masing-masing manusianya begitu. Terus begitu diset, udah kayak kawin aja gitu. Tiga ketemunya emang udah ngelebur begitu, gitu mas. saya agak sedikit takut. Tapi akhirnya pas syuting hari pertama, wah ini asik nih, cakep nih," ungkap Fatih.
Selain ketiga artis tersebut, film ini juga melibatkan beberapa deretan artis dan komedian tanah air yang ikut meramaikan seperti Bucek, Sahila Hisyam, Gisella Anastasia, Gempita Nora Marten, Mike Lucock, Prisia Nasution, Sadana Agung, Coki Anwar, Tanta Ginting, Reza Hilman, Sinyorita Esperanza, dan Sarah Tumiwa.
Sebagai hiburan akhir tahun, film komedi keluarga produksi Starvision bekerja sama dengan Pabrik Cerita ini akan tayang di bioskop pada 19 Desember 2024. (Z-1)
Sambil menunggu bedug magrib, tayangan komedi dan petualangan ringan adalah pilihan terbaik untuk menghabiskan waktu, baik sendiri maupun bareng keluarga.
OJK denda influencer saham Rp5,35 miliar atas manipulasi harga lewat media sosial. Tiga pihak lain disanksi dalam kasus IMPC.
Bagi Bad Bunny, peran di film Porto Rico merupakan lompatan besar setelah sebelumnya hanya tampil sebagai pemeran pendukung dalam film Bullet Train dan Caught Stealing.
Selama Berlinale, yang berlangsung dari 13 hingga 22 Februari 2026, film Ghost In The Cell dijadwalkan naik layar sebanyak empat kali.
Na Willa bukan sekadar tontonan, melainkan undangan untuk merasakan kembali dunia yang dibangun dengan keberanian anak-anak.
Messi Gusti mengungkapkan perbedaan signifikan saat syuting menggunakan teknologi extended reality (XR) dibandingkan dengan metode motion capture biasa di film Pelangi di Mars.
Produser dan sutradara kompak menyebut telah menyiapkan universe untuk Pelangi di Mars, baik itu berupa sekuel, prekuel ataupun spin-off.
Surat Untuk Masa Mudaku menyoroti perjalanan hidup karakter bernama Kefas, yang diperankan oleh Millo Taslim pada masa muda dan Fendy Chow saat beranjak dewasa.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Sutradara Fajar Martha Santosa ingin memastikan penonton Film Sebelum Dijemput Nenek dapat sepenuhnya tenggelam dalam narasi film tanpa terdistraksi oleh elemen musik vokal.
Film Penerbangan Terakhir menyoroti bagaimana laki-laki sering kali merasa aman di ranah publik saat terlibat hubungan terlarang
Film Suka Duka Tawa mengikuti perjalanan hidup seorang komika muda bernama Tawa yang diperankan oleh Rachel Amanda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved