Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Bukan Sekadar Sosok Hantu, Sutradara dan Luna Maya Sebut Suzzanna adalah Superhero

Nadhira Izzati A
26/2/2026 06:05
Bukan Sekadar Sosok Hantu, Sutradara dan Luna Maya Sebut Suzzanna adalah Superhero
(Kiri ke kanan) Aktor Reza Rahadian, aktris Luna Maya, dan sutradara Azhar Kinoi Lubis dalam acara Press Junket film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).(MI/Nadhira Izzati A)

KARAKTER Suzzanna, selama ini, identik dengan citra hantu yang menyeramkan dalam sinema horor Indonesia. Namun, melalui film terbaru bertajuk Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, sutradara Azhar Kinoi Lubis bersama pemeran utama Luna Maya mencoba mengembalikan aura sang legenda sebagai simbol kekuatan perempuan yang lebih dalam, bahkan menyamakannya dengan sosok superhero.

Sang sutradara mengungkapkan bahwa sejak awal proyek ini jatuh ke tangannya, ia memiliki misi besar untuk menghidupkan kembali esensi karakter Suzzanna yang ia kagumi sejak kecil. 

Baginya, Suzzanna dalam film ini bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.

"Suzzanna ini seperti Wonder Woman. Setiap kalau kita nonton film-filmnya dia dulu, dia kayak tokoh wanita yang di dalam top character itu dikasih pesan gitu. Ada pelecehan seksualnya, bagaimana wanita ini dia bicara lewat setiap judul-judulnya. Ada penindasan terhadap wanita, bagaimana dia menjadi korban," ujar Kinoi saat acara press junket di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, pada Rabu (25/2).

Kinoi menambahkan bahwa aura yang ingin ia bangun bukan sekadar mengejar aspek menyeramkan secara visual, melainkan menunjukkan Suzzanna sebagai perwakilan dari suara perempuan Indonesia yang berani bangkit.
 
"Jadi bukan sekadar Suzzanna itu tokoh yang setan menyeramkan, bukan. Jadi pengen mengembalikan lagi bahwa Suzzanna adalah Suzzanna. Ini adalah perwakilan dari semua wanita Indonesia bahwa dia mau bicara, dia bangkit," tegasnya.

Senada dengan sang sutradara, Luna Maya yang memerankan karakter ikonik tersebut mengaku sangat terinspirasi oleh jiwa yang dimiliki Suzzanna. 

Luna melihat adanya transformasi luar biasa dari seorang perempuan yang sering dianggap sebelah mata hingga menjadi sosok yang berpendirian teguh.

"Aku melihat karakter Suzzanna ini benar-benar superhero. Seorang yang memberantas kejahatan, skalanya kecil tapi dia adalah hero. Mungkin bukan untuk sekeliling dia tapi untuk dirinya dan keluarganya," ungkap Luna Maya.

Lebih lanjut, Luna menekankan pentingnya nilai keberdayaan yang dibawa oleh karakter ini. Di tengah pandangannya mengenai kondisi perempuan masa kini, ia berharap jiwa kuat Suzzanna bisa menular kepada perempuan di Indonesia agar tetap lantang meski coba dibungkam.

"Dia hadir dengan karakter yang (menyatakan) perempuan tuh harus berdaya, perempuan tuh harus punya suara. Pada saat dia mau dibungkam, dia tetap lantang. Aku sangat suka transformasi seorang perempuan yang begitu dianggap sebelah mata, tapi dia bisa, dia adalah orang yang keren. Jadi aku ingin jiwa itu ada di setiap perempuan di Indonesia supaya mereka bisa punya karakter yang kuat," tambah Luna.

Bagi Luna, memerankan Suzzanna di film ini memberikan kepuasan tersendiri karena karakter tersebut membuktikan bahwa kecantikan tidak mengurangi prinsip dan harga diri seorang perempuan.

Berbeda dari film-film sebelumnya, Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa yang diproduksi oleh Soraya Intercine Films dan turut dibintangi oleh aktor Reza Rahadian akan ceritakan sisi manusia dari sosok legendaris tersebut. Film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 18 Maret 2026. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya