Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Usai Berkeliling di 30 Festival Dunia, Crocodile Tears Siap Tayang di Bioskop Mei 2026

Basuki Eka Purnama
18/3/2026 10:43
Usai Berkeliling di 30 Festival Dunia, Crocodile Tears Siap Tayang di Bioskop Mei 2026
Cuplikan adegan dari film Crocodile Tears(imdb)

SETELAH menempuh perjalanan panjang di lebih dari 30 festival film internasional, film panjang perdana sutradara Tumpal Tampubolon, Crocodile Tears, akhirnya dijadwalkan menyapa penonton Indonesia mulai 7 Mei 2026. 

Film ini membawa prestasi gemilang sebelum kepulangannya ke tanah air. Sejak melakukan tayangan perdana dunia (world premiere) di Toronto International Film Festival 2024, Crocodile Tears telah diputar di ajang bergengsi lainnya seperti BFI London Film Festival, Adelaide Film Festival, hingga Torino Film Festival.

Di kancah regional, film ini meraih Direction Award dan Nongshim Award pada Jakarta Film Week 2025, serta membawa pulang penghargaan Skenario Terbaik di Asian Film Festival Barcelona 2025.

Inspirasi dari Rahang Sang Induk

Lahir dari tangan dingin Tumpal Tampubolon, ide cerita ini muncul secara organik setelah ia menyaksikan sebuah tayangan dokumenter alam liar. Tumpal mengaku terenyuh sekaligus ngeri melihat cara buaya melindungi keturunannya.

"Tayangan dokumenter di TV itu memperlihatkan seekor buaya betina yang menaruh anak-anaknya di dalam rahangnya. Ada sesuatu yang menakutkan sekaligus lembut dalam tindakan buaya itu," ujar Tumpal Tampubolon, dikutip Rabu (18/3).

Visual induk buaya yang menjepit anak-anaknya di antara deretan gigi tajam demi melindunginya dari pemangsa menjadi metafora utama dalam film ini. Tumpal mencoba mengeksplorasi sisi gelap dari kasih sayang yang berlebihan.

"Bagaimana sesuatu yang lahir dari cinta bisa berubah menjadi beban, dan mengapa hubungan yang seharusnya melindungi justru bisa terasa menyesakkan," tambahnya.

Teror Psikologis dalam Keluarga

Diproduksi oleh Mandy Marahimin dengan dukungan Kementerian Kebudayaan RI, Crocodile Tears berfokus pada dinamika hubungan antara Johan (Yusuf Mahardika) dan Mama (Marissa Anita). Keduanya tinggal di sebuah taman buaya yang sudah usang dan terisolasi.

Kehidupan Johan yang selama bertahun-tahun berada di bawah pengawasan ketat ibunya mulai goyah saat ia mengenal Arumi (Zulfa Maharani). Ketidaksukaan Mama terhadap kehadiran Arumi memicu perubahan sikap yang ganjil dan penuh tekanan. 

Film ini menjanjikan perpaduan unik antara realisme magis dan teror psikologis yang mendalam.

Rekam Jejak Sang Sutradara

Meski ini merupakan debut film panjangnya, nama Tumpal Tampubolon bukan orang baru di industri film. 

Ia memulai kariernya lewat skenario pendek The Last Believer yang menang di JiFFest 2005. Sejak itu, ia aktif mengikuti berbagai program pengembangan internasional seperti Berlinale Talent Campus dan Asian Film Academy.

Sebelum Crocodile Tears, Tumpal sukses besar lewat film pendek Laut Memanggilku. Karya tersebut berhasil memenangi Sonje Award di Busan International Film Festival 2021 dan dinobatkan sebagai Film Cerita Pendek Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2021. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik