Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Luna Maya kembali bertransformasi menjadi sosok legendaris horor Indonesia dalam film terbaru bertajuk Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa. Film yang digarap oleh sutradara Azhar Kinoi Lubis ini menjanjikan warna baru yang berbeda dari sekadar kemiripan fisik semata.
Dalam konferensi pers usai pratayang film tersebut, dikutip Rabu (18/3), Luna Maya mengungkapkan rasa bangganya terhadap proyek terbaru ini.
Menurutnya, film ini menunjukkan peningkatan signifikan dari sisi kemegahan sinematik dan soliditas tim produksi.
“Di film ini aku benar-benar merasa ini satu tim tuh kayak hidup semuanya. Dan itu buat aku jadi semangat banget ada di lokasi, mengerjakan film ini,” ujar Luna Maya.
Setelah sebelumnya sukses membintangi Suzzanna: Bernapas dalam Kubur (2018) dan Suzzanna: Malam Jumat Kliwon (2023), Luna mengaku pengalamannya dalam mendalami karakter terus berkembang.
Ia tidak hanya mengandalkan proses dari film-film sebelumnya, tetapi juga kembali melakukan riset dengan menonton ulang karya-karya orisinal mendiang Suzzanna Martha Frederika van Osch.
Namun, Luna menekankan bahwa pada film kali ini, fokus utama bukan lagi pada upaya memiripkan wajah secara teknis. Ia berharap penonton dapat menikmati kedalaman cerita yang ditawarkan.
“Bukan waktunya lagi penonton 'kok enggak mirip?'. Waktunya penonton enjoy dengan filmnya dengan warna baru yang ditampilkan oleh siapapun yang berada di dalamnya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Luna menjelaskan bahwa karakter Suzzanna di sini ditampilkan lebih mendalam secara emosional. Ia ingin menonjolkan sisi kemanusiaan dari karakter yang selama ini identik dengan kengerian.
“Itu yang mungkin aku pengen bikin dia lebih hidup dan lebih memanusiakan Suzzanna. Jadi udah bukan lagi ceritanya 'ah lebih bagus yang ini mukanya' enggak, tapi ceritanya, esensinya, value dari film ini yang pengen kita hadirkan,” jelas Luna.
Berbeda dengan dua film sebelumnya yang lebih banyak menampilkan Suzzanna sebagai sosok hantu, Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa membawa premis tentang dendam dan pilihan hidup.
Dikisahkan, Suzzanna dicintai oleh Bisman (Clift Sangra), seorang penguasa desa yang kejam. Namun, demi ambisi kekuasaan, Bisman justru membunuh ayah Suzzanna melalui santet.
Terbakar dendam, Suzzanna memutuskan untuk mempelajari ilmu hitam tersebut. Di tengah perjalanannya, ia jatuh cinta pada Pramuja (Reza Rahadian) dan harus memilih antara menuntaskan dendam atau mempertaruhkan segalanya demi cinta.
Selain Luna Maya, film ini didukung oleh jajaran aktor papan atas seperti Reza Rahadian, Djenar Maesa Ayu, Adi Bing Slamet, Clift Sangra, Iwa K, Andy /RIF, hingga pelawak senior Nunung dan Aziz Gagap.
Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa dijadwalkan mulai meneror layar lebar di seluruh bioskop Indonesia pada hari ini, 18 Maret 2026. (Ant/Z-1)
Menyaksikan tontonan yang tidak sesuai klasifikasi usia merupakan ancaman nyata bagi tumbuh kembang anak.
Film panjang perdana sutradara Tumpal Tampubolon, Crocodile Tears, akhirnya dijadwalkan menyapa penonton Indonesia mulai 7 Mei 2026.
Dalam film Jangan Buang Ibu, Amanda Manopo mengungkapkan bahwa kondisi fisiknya menjadi tantangan tersendiri selama proses produksi.
Film ini berlatar pada 2100, ketika bumi dilanda krisis air bersih yang sangat parah dan mengancam kehidupan.
Aktor sekaligus produser eksekutif, Iko Uwais, menekankan pentingnya mengalihkan energi agresivitas anak muda ke ranah kreatif.
Aktris berbakat asal Australia, Yerin Ha, kini tengah menjadi sorotan global berkat perannya yang fenomenal dalam serial populer Netflix, Bridgerton Musim 4.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Bagi Dian Sastrowardoyo, kedekatan dengan keluarga inti jauh lebih bermakna dibandingkan kemeriahan acara formal di luar rumah.
Pengalaman bertaruh nyawa tersebut terjadi saat Luna Maya melakoni adegan di sebuah sungai yang memiliki arus cukup deras di kawasan Pangandaran, Jawa Barat.
Laura Moane mengungkapkan bahwa keputusannya untuk mengambil peran di serial A dan Z: InsyaAllah Cinta didasari oleh ketertarikannya pada alur cerita yang ditawarkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved