Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Yerin Ha Cetak Sejarah di Bridgerton Season 4: Suarakan Representasi Asia dan Perjuangan Body Image

Muhammad Ghifari A
01/3/2026 10:54
Yerin Ha Cetak Sejarah di Bridgerton Season 4: Suarakan Representasi Asia dan Perjuangan Body Image
Yerin Ha Cetak Sejarah di Bridgerton Season 4.(Dok. Netflix)

AKTRIS berbakat asal Australia, Yerin Ha, kini tengah menjadi sorotan global berkat perannya yang fenomenal dalam serial populer Netflix, Bridgerton Season 4. Sebagai aktris keturunan Asia pertama yang didapuk menjadi pemeran utama wanita (lead actress) dalam semesta Bridgerton, Yerin Ha membawa misi besar mengenai pentingnya representasi di industri hiburan dunia.

Dalam acara Lunar New Year Gold Celebration yang digelar Gold House di New York City baru-baru ini, aktris berusia 28 tahun itu membagikan pengalamannya memerankan karakter Sophie Baek, sosok pelayan misterius yang berhasil mencuri hati Benedict Bridgerton (Luke Thompson).

Penghormatan Budaya: Dari Sophie Beckett Menjadi Sophie Baek

Salah satu perubahan paling signifikan dalam adaptasi musim keempat ini adalah penyesuaian nama belakang karakter utama. Jika dalam novel An Offer from a Gentleman karya Julia Quinn karakter tersebut bernama Sophie Beckett, tim produksi Shondaland secara khusus mengubahnya menjadi Sophie Baek untuk menghormati latar belakang Korea Yerin Ha.

“Sungguh luar biasa dan indah bisa menjadi bagian dari musim terbaru ini,” ungkap Yerin. Ia merasa bangga bisa menjadi wajah bagi perubahan di Hollywood.

“Saya merasa sangat bangga bisa terus mengadvokasi perubahan serta mengetahui bahwa kita (komunitas Asia) pantas mendapatkan peran dan ruang utama seperti ini,” tambahnya.

Fakta Menarik Sophie Baek di Bridgerton 4

  • Pertemuan Pertama: Benedict bertemu Sophie sebagai "Lady in Silver" (Wanita Berbaju Perak) di sebuah pesta topeng.
  • Isu Sosial: Musim ini mengeksplorasi kesenjangan kelas yang tajam antara kaum bangsawan dan pelayan.
  • Chemistry: Hubungan Yerin Ha dan Luke Thompson dipuji sebagai salah satu yang paling dinamis dalam seri ini.

Jujur Soal Tantangan Adegan Intim dan Citra Tubuh

Meski tampil memukau di layar, Yerin Ha tidak menampik adanya tekanan mental saat mempersiapkan peran ini. Ia secara terbuka mengungkapkan kegugupannya saat harus menghadapi adegan intim, yang merupakan ciri khas dari serial Bridgerton.

Yerin mengaku sempat bergelut dengan masalah citra tubuh (body image) dan rasa tidak percaya diri dalam waktu yang lama. “Menjadi seorang wanita di industri ini adalah hal yang besar. Orang-orang merasa berhak membicarakan tubuh dan rupa Anda,” tuturnya jujur.

Namun, melalui karakter Sophie, ia belajar tentang penerimaan diri. “Sophie telah mengajari saya banyak hal tentang mencintai diri sendiri. Saya masih berusaha untuk menerima diri saya apa adanya dan bahagia dengan siapa saya di dunia yang selalu menuntut kesempurnaan ini.”

Kehadiran Yerin Ha di Bridgerton bukan sekadar hiburan, melainkan simbol runtuhnya tembok pembatas bagi aktor Asia untuk mendapatkan peran romantis utama di kancah internasional.

Bagi Anda penggemar drama romansa sejarah, kisah cinta Benedict dan Sophie Baek kini sudah dapat disaksikan sepenuhnya di Netflix. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya