Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Dian Sastrowardoyo resmi didapuk untuk memerankan tokoh Kinan dalam film drama sejarah Laut Bercerita. Film ini merupakan adaptasi dari novel best-seller dengan judul yang sama karya sastrawan ternama, Leila S. Chudori.
Dian mengungkapkan rasa syukurnya dapat bergabung dalam proyek ini. Baginya, peran sebagai Kinan bukan sekadar pekerjaan profesional, melainkan sebuah kesempatan untuk menghidupkan karakter yang sudah lama ia kagumi secara pribadi sebagai pembaca.
"Tapi memang sebenarnya pas baca novel sebenarnya aku ngefans sama karakter Kinan," ujar Dian dalam konferensi pers, dikutip Jumat (27/2).
Menurut Dian, sosok Kinan adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Namun, ia juga memberikan pujian pada kedalaman karakter lain dalam cerita ini, salah satunya adalah tokoh Anjani yang diperankan oleh Eva Celia.
Dalam alurnya, Anjani dikisahkan sebagai sosok teguh yang mendampingi sang tokoh utama, Laut, melewati masa-masa tersulitnya.
Sebagai pembaca setia yang telah mengikuti perjalanan novel Laut Bercerita sejak cetakan pertama, Dian merasa memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan narasi yang dibangun Leila S Chudori.
Ia menilai bahwa pesan-pesan yang terkandung dalam cerita ini sangat krusial untuk disampaikan kepada masyarakat luas.
Meski mengemban tanggung jawab besar dalam menghidupkan karya sastra populer, bintang serial Gadis Kretek ini mengaku tidak merasa tertekan oleh ekspektasi publik. Hal ini karena dirinya sendiri juga merupakan pembaca dengan standar ekspektasi yang tinggi terhadap visualisasi novel tersebut.
"Ekspektasi pembaca novel sama tingginya denganku yang merupakan pembaca novel sejak cetakan pertama," tambahnya. Hal inilah yang mendorongnya untuk berakting semaksimal mungkin dalam mendalami peran Kinan.
Bagi Dian, Laut Bercerita tidak hanya berbicara tentang catatan kelam sejarah, tetapi juga menyuguhkan sisi kemanusiaan yang hangat. Ia menilai film ini berhasil memotret dinamika keluarga, ketulusan persahabatan, dan rasa kebersamaan yang erat di tengah pergolakan.
Secara garis besar, film ini akan menyoroti perjuangan dan kepastian nasib para aktivis di era 90-an. Diproduksi oleh Pal8 Pictures, film panjang ini bertabur bintang-bintang berbakat tanah air, di antaranya:
Film Laut Bercerita dijadwalkan tayang pada tahun ini, membawa harapan baru bagi perfilman Indonesia dalam mengangkat tema-tema sejarah yang penting dan emosional. (Ant/Z-1)
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Pengalaman bertaruh nyawa tersebut terjadi saat Luna Maya melakoni adegan di sebuah sungai yang memiliki arus cukup deras di kawasan Pangandaran, Jawa Barat.
Film Ghost in the Cell garapan sutradara Joko Anwar menjadi debut Magistus Miftah setelah ia berhasil menembus audisi yang diikuti ratusan pendaftar.
Bagi Dian Sastrowardoyo, kedekatan dengan keluarga inti jauh lebih bermakna dibandingkan kemeriahan acara formal di luar rumah.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Aktris Dian Sastrowardoyo mengalami insiden menegangkan saat menjalani proses syuting film Esok Tanpa Ibu di Lembang, Bandung, Jawa Barat.
Dian Sastrowardoyo berperan sebagai Laras, seorang ibu di dunia nyata, sekaligus sebagai i-BU, sebuah entitas kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di film Esok Tanpa Ibu.
Film Esok Tanpa Ibu dibintangi oleh Ali Fikry, Dian Sastrowardoyo, Ringgo Agus Rahman, Aisha Nurra Datau, dan Bimasena. Di film ini, Dian memerankan karakter ibu yang mengalami koma.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved