Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM Esok Tanpa Ibu baru saja merilis trailer dan poster resminya yang menampilkan keluarga yang berduka saat sang ibu mengalami koma. Hal itu membuat perasaan duka yang dialami sang anak remaja bernama Cimot (Ali Fikry) beralih dan menghadapi dukanya dengan bantuan kecerdasan buatan (AI). Sementara percakapan dengan sang bapak menjadi semakin canggung.
Film Esok Tanpa Ibu dibintangi oleh Ali Fikry, Dian Sastrowardoyo, Ringgo Agus Rahman, Aisha Nurra Datau, dan Bimasena. Di film ini, Dian memerankan karakter ibu yang mengalami koma. Namun, tak hanya menjadi ibu, ia juga berperan sebagai karakter yang ada di dalam sebuah sistem kecerdasan buatan/AI.
“Untuk bisa menjiwai ketika memerankan karakter AI yang ada di sistem i-Bu, aku jadi sering ngobrol dengan AI yang ada di hp-ku. Misalnya aku minta resep. Aku jadi bisa tahu kebiasaan dan intonasi AI yang ngomong di hp. Itu aku coba meniru bagaimana ngomongnya,” kata Dian Sastrowardoyo saat konferensi pers di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Senin, (15/12).
Dian melanjutkan, perannya sebagai AI di film ini juga terbagi menjadi beberapa tahapan. Pertama adalah i-Bu versi 1.0, ketika cara berkomunikasinya masih sangat kaku. Kedua, i-Bu 2.o, yang mirip seperti AI versi yang banyak dijumpai saat ini di gawai.
“Tapi, ketika nanti filmnya sudah bisa ditonton, itu ada yang lebih canggih lagi, lebih update, tapi seram. Itu berkenaan dengan AI yang sangat menyerupai manusia,” kata Dian.
Film Esok Tanpa Ibu disutradarai oleh sutradara Malaysia, Ho Wi-ding, dengan naskah yang ditulis oleh Gina S. Noer, Diva Apresya, dan Melarissa Sjarief. Selain berperan, di film ini Dian Sastrowardoyo juga menjadi produser bersama Shanty Harmayn.
Dian pun berharap, karena film ini juga mengangkat tema tentang relasi orangtua dan anak, semoga para orangtua yang kelak menonton film ini bisa merasa terpanggil untuk menjadi hubungan yang lebih erat dengan anak remaja mereka.
“Kita tidak tahu sampai kapan waktu yang dipinjamkan ke kita, jadi let’s make of it,” ungkap Dian.
Film Esok Tanpa Ibu akan tayang di bioskop mulai 22 Januari 2026. Sebelumnya film ini telah melakukan penayangan perdana (world premiere) di Busan International Film Festival 2025 di program Vision Asia, dan penayangan perdana di Indonesia saat berkompetisi di program Indonesian Screen Awards di JAFF 2025.
(H-3)
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Film Esok Tanpa Ibu membawa pendekatan unik dengan menggabungkan elemen fiksi ilmiah (sci-fi) dengan kedalaman emosi manusia dalam menghadapi kehilangan.
Teknologi i-BU (dibaca: ai-bu) merupakan hasil kolaborasi antara tim produksi film Esok Tanpa Ibu dengan Meta.
Ringgo Agus Rahman mengungkapkan bahwa naskah film Esok Tanpa Ibu menjadi refleksi mendalam bagi laki-laki, terutama dalam hal kemandirian emosional.
Dian Sastrowardoyo berperan sebagai Laras, seorang ibu di dunia nyata, sekaligus sebagai i-BU, sebuah entitas kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di film Esok Tanpa Ibu.
Film ini mengisahkan momen dramatis ketika seorang ibu bernama Laras yang sedang koma, kembali berinteraksi dengan keluarganya dalam wujud kecerdasan buatan.
Aktris Dian Sastrowardoyo mengalami insiden menegangkan saat menjalani proses syuting film Esok Tanpa Ibu di Lembang, Bandung, Jawa Barat.
Dian Sastrowardoyo berperan sebagai Laras, seorang ibu di dunia nyata, sekaligus sebagai i-BU, sebuah entitas kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di film Esok Tanpa Ibu.
"Ini audisi menurut aku kesempatan terakhir. Di usia segini ada kesempatan begini kalau dilewati nggak akan pernah coba, jadi cobain aja,"
Dalam sesi temu media, Dian berbagi pengalaman pribadinya tentang bagaimana ia terus berkarya dan berani memulai hal baru meski telah menginjak usia 40 tahun.
Jakarta Film Week 2025 resmi dibuka dengan film The Fox King. Festival ini menampilkan 134 film dari 25 negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved