Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Dedikasi Dian Sastrowardoyo di Balik Layar Esok Tanpa Ibu: Jatuh dari Kuda demi Tenangkan Hewan Tunggangan

Basuki Eka Purnama
21/1/2026 10:35
Dedikasi Dian Sastrowardoyo di Balik Layar Esok Tanpa Ibu: Jatuh dari Kuda demi Tenangkan Hewan Tunggangan
Para pemeran film "Esok Tanpa Ibu", Ali Fikry (kiri), Dian Sastrowardoyo (tengah), Ringgo Agus Rahman (kanan) saat diwawancarai setelah konferensi pers film "Esok Tanpa Ibu" di Epicentrum XXI, Senin (19/1/2026).(ANTARA/Farika Nur Khotimah)

PROSES syuting film drama keluarga terbaru, Esok Tanpa Ibu, menyisakan cerita mendebarkan sekaligus mengharukan dari lokasi syuting di Lembang, Bandung, Jawa Barat. Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting.

Insiden tersebut bermula ketika kuda yang ditunggangi Dian tiba-tiba bereaksi secara impulsif. Kuda tersebut mengalami panik akibat adanya aktivitas kendaraan di sekitar lokasi syuting yang mengganggu ketenangannya. 

Dalam kondisi stres, kuda tersebut berdiri tegak (standing), yang menyebabkan Dian kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari ketinggian.

Meski mengalami kejadian yang membahayakan keselamatan fisiknya, Dian justru menunjukkan ketenangan luar biasa. Alih-alih mengkhawatirkan kondisinya sendiri, fokus utama Dian justru tertuju pada kondisi psikologis hewan tunggangannya tersebut.

"Waktu itu kudanya stres karena ada mobil yang pindah parkir. Saya jatuh, tapi, yang kepikiran justru kudanya, karena dia lebih panik dari saya,” kata Dian dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Kesaksian serupa disampaikan oleh lawan mainnya, Ringgo Agus Rahman. Ringgo yang berada di lokasi saat kejadian menyebut momen tersebut sebagai salah satu kejadian paling mendebarkan sepanjang proses pengambilan gambar. Ia mengaku takjub melihat dedikasi Dian yang tetap berusaha mengendalikan situasi meski baru saja mengalami benturan.

"Dia tetap pegang talinya dan menenangkan kudanya. Padahal posisinya sudah jatuh, padahal kita semua sudah tegang," ujar Ringgo mengenang momen tersebut.

Membangun Kedekatan di Lembang

Terlepas dari insiden menegangkan itu, proses syuting di kawasan dingin Lembang ternyata membawa dampak positif bagi hubungan para pemeran. 

Lokasi yang jauh dari hiruk-pikuk pusat kota membuat para aktor, termasuk aktor muda Ali Fikry, merasa lebih menyatu sebagai sebuah unit keluarga.

Ringgo mengungkapkan bahwa kebersamaan mereka tidak hanya terjadi di depan kamera. Di luar jadwal syuting, mereka kerap menghabiskan waktu bersama, mulai dari sekadar makan hingga menonton konser. 

"Jadi, memang kebersamaannya selain di dalam film, di luar, itu juga kita dekat,” tambah Ringgo.

Ali Fikry turut mengamini hal tersebut. Ia merasa isolasi dari pusat kota justru menjadi ruang bagi mereka untuk menciptakan memori sederhana namun berkesan. 

"Kami seperti terisolasi. Malam-malam ngobrol, dengerin musik, bakar marshmallow. Hal-hal sederhana itu yang paling diingat,” tutur Ali.

Para pemain meyakini bahwa ikatan emosional yang terbangun secara alami selama di hotel dan lokasi syuting ini akan terpancar kuat dalam hasil akhir film nantinya. 

Kedekatan nyata di balik layar dianggap sebagai kunci utama dalam menghidupkan rasa kehilangan dan cinta dalam cerita film ini.

Film Esok Tanpa Ibu yang diproduksi oleh BASE Entertainment dan Beacon Film ini dijadwalkan akan menyapa penonton di seluruh bioskop Indonesia mulai Kamis, 22 Januari 2026. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya