Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA Joko Anwar kembali menggebrak industri layar lebar lewat film ke-12 yang diproduksi bersama Come And See Pictures, bertajuk Ghost in the Cell (Hantu di dalam Penjara).
Dalam sebuah konferensi pers peluncuran cuplikan (trailer) di Jakarta, Senin (23/2), Joko memaparkan bahwa film ini bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Salah satu aspek yang paling menonjol dari proses produksi ini adalah dedikasi Joko dalam membangun latar belakang setiap peran.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya menulis riwayat hidup yang sangat mendetail bagi setiap pemain, meskipun jumlahnya mencapai puluhan orang.
"Kalau di film kami ada 40 karakter, ya 40 aku bikin kayak gini. Dari dia lahirnya kapan, pendidikannya kapan... kehidupannya lengkap semuanya. Internal fear (ketakutan batin)-nya apa, segala macam. Bahkan aku, misalnya, nulis surat yang dia tulis ke ibunya. Walaupun di film nggak ada, tapi ini membantu dia mengetahui karakternya," ujar Joko.
Metode ini terbukti efektif dalam memanusiakan karakter yang sering kali dianggap satu dimensi.
Joko mencontohkan karakter Tokek yang diperankan oleh Aming. Meskipun penonton mungkin akan melabelinya sebagai sosok jahat, karakter tersebut memiliki akar trauma yang kuat.
"Walaupun dia dianggap karakter evil (jahat), tapi dia karakter utuh. Dia mengalami trauma misalnya. Jadi ketika dia berbuat seperti itu, dia tidak punya intention (niat) untuk jadi jahat," jelasnya.
Keunikan lain dalam produksi Ghost in the Cell adalah keterlibatan kru teknis di depan layar.
Sinematografer kawakan Ical Tanjung, misalnya, didapuk memerankan tokoh pejabat tinggi. Selain itu, Tony Merle, sosok di balik lagu The Rising Man yang menjadi jalur suara film ini, juga turut ambil bagian sebagai aktor.
Kebiasaan melibatkan kru ini juga tercermin dalam pembuatan video storyboard. Joko memproduksi dua versi video pratinjau: satu diperankan oleh para aktor utama, dan satu lagi diperankan oleh para kru yang ternyata sudah hafal seluruh dialog dalam skenario.
Mengenai pemilihan genre horor-komedi, Joko memiliki pandangan sosiologis yang menarik. Ia menilai tertawa sering kali menjadi mekanisme pertahanan masyarakat Indonesia saat menghadapi tekanan.
"Komedi di sini justru menajamkan tensinya. Karena di Indonesia, tension dan ketawa itu satu paket sebenarnya. Kita sering kan, lagi susah tapi ketawa dulu. Banyak kita ketawa saat gugup. Misalnya kita ditegur, didatangi polisi pas razia, kita kayak 'Pak...' nyengir. Jadi di sini itu menunjukkan bahwa komedi itu menajamkan tensi," papar Joko.
Bagi Joko, horor adalah bahasa universal yang mampu menyatukan keragaman etnis di Indonesia. Ia percaya genre ini sangat efektif untuk menyampaikan pesan-pesan penting, termasuk refleksi atas kondisi sosial dan ketidakadilan, tanpa harus terkesan menggurui.
Setelah Ghost in the Cell dijadwalkan tayang mulai 16 April mendatang, Joko Anwar membocorkan bahwa ia tengah mengembangkan proyek masa depan bergenre romansa berjudul The Charms of Broken Things. (Ant/Z-1)
Mengisi suara karakter robot bernama Batik, Bimo tidak hanya sekadar memberikan vokal mekanis, melainkan menghadirkan sosok pelindung yang terinspirasi dari realitas kehidupan keluarga.
Pendampingan orangtua selama film berlangsung sangatlah krusial untuk memberikan pemahaman yang tepat kepada anak.
Menyaksikan tontonan yang tidak sesuai klasifikasi usia merupakan ancaman nyata bagi tumbuh kembang anak.
Film panjang perdana sutradara Tumpal Tampubolon, Crocodile Tears, akhirnya dijadwalkan menyapa penonton Indonesia mulai 7 Mei 2026.
Setelah sebelumnya sukses membintangi Suzzanna: Bernapas dalam Kubur (2018) dan Suzzanna: Malam Jumat Kliwon (2023), Luna mengaku pengalamannya dalam mendalami karakter terus berkembang.
Dalam film Jangan Buang Ibu, Amanda Manopo mengungkapkan bahwa kondisi fisiknya menjadi tantangan tersendiri selama proses produksi.
Setelah sebelumnya sukses mengarahkan serial Pertaruhan, Sidharta Tata menyebut film Ikatan Darah sebagai ambisi lama yang akhirnya mendapatkan momentum untuk diwujudkan.
Berbeda dari tema film keluarga lainnya, Rapi Film menghadirkan Tunggu Aku Sukses Nanti yang membawa tema besar pada kumpul keluarga saat Lebaran.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Produser dan sutradara kompak menyebut telah menyiapkan universe untuk Pelangi di Mars, baik itu berupa sekuel, prekuel ataupun spin-off.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved