Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Sidharta Tata Debut Sutradarai Film Aksi di Ikatan Darah, Usung Standar Hollywood dan Kearifan Lokal

Asha Bening Rembulan
12/3/2026 04:07
Sidharta Tata Debut Sutradarai Film Aksi di Ikatan Darah, Usung Standar Hollywood dan Kearifan Lokal
Sutradara Sidharta Tata (kiri) dan Iko Uwais di acara Konferensi Pers Perilisan Cuplikan dan Poster film Ikatan Darah, di Plaza Senayan (11/03/2026).(MI/Asha Bening Rembulan)

SUTRADARA Sidharta Tata resmi merambah layar lebar genre aksi melalui film terbaru berjudul Ikatan Darah. Setelah sebelumnya sukses mengarahkan serial Pertaruhan, Tata menyebut film ini sebagai ambisi lama yang akhirnya mendapatkan momentum untuk diwujudkan.

“Saat saya pertama kali membuat film memang tujuan saya adalah untuk membuat film aksi, tetapi tidak pernah terwujud kesempatannya sehingga saya meluapkan keinginan tersebut melalui medium lain, yaitu serial,” jelas Tata dalam konferensi pers perilisan cuplikan dan poster di Plaza Senayan, Rabu (11/03).

Mengadopsi Kedisiplinan Standar Global

Dalam debutnya ini, Tata menekankan pentingnya sistem kedisiplinan yang ketat selama proses produksi. 

Ia mengaku banyak belajar mengenai penerapan standar industri film dunia yang diaplikasikan ke dalam konteks perfilman nasional.

“Saya belajar banyak hal soal bagaimana menerapkan sistem kedisiplinan dalam membuat film aksi, bagaimana menerapkan standar Hollywood yang diaplikasikan ke dalam film. Semuanya menjadi pelajaran yang sangat berharga,” ungkapnya.

Transisi dari penyutradaraan berbasis intuisi menuju teknis yang lebih matang turut dibantu oleh aktor laga internasional, Iko Uwais. 

Melalui kolaborasi dengan tim Uwais, Tata mulai menerapkan panduan teknis yang tepat, mulai dari persiapan pemain, optimalisasi kecepatan, hingga pengelolaan adegan demi adegan secara mendetail.

Iko Uwais menambahkan bahwa timnya menyiapkan video board sebagai panduan sebelum syuting dimulai guna meminimalisir kendala saat eksekusi adegan laga di lapangan. 

“Ada beberapa teknis yang diajarkan oleh Bang Iko yang kemudian saya menemukan bagaimana untuk menjaga energi para pemain,” tambah Tata.

Eksplorasi Lokalitas Tanpa Senjata Api

Hal menarik yang menonjol dari Ikatan Darah adalah absennya penggunaan senjata api modern (pistol). Sebagai gantinya, film ini banyak menampilkan penggunaan senjata tajam seperti golok. 

Keputusan ini diambil Tata berdasarkan latar belakang budaya dan pengalaman empirisnya sebagai putra daerah.

“Budaya Indonesia di masa saya masih mengenyam dunia yang semacam itu, saya tidak pernah mengenal pistol. Dari apa yang saya lihat berdasarkan pengalaman empiris saya, ya, senjata tajam bagaimanapun bentuknya, bisa golok dan sebagainya,” jelasnya.

Tata juga memberikan ruang bagi para pemain untuk mengeksplorasi karakter mereka secara organik. 

Abdurrahman Arif, pemeran tokoh Boris, mengaku diberi kebebasan untuk menyesuaikan kostum dan senjatanya. 

“Senjata golok itu pun akhirnya ganti pakai pisau potong rumput,” ungkap Arif.

Senada dengan itu, Teuku Rifnu Wikana yang memerankan karakter Pastor bernama Primbon, menyebutkan adanya riset mendalam bersama tim desain kostum untuk memastikan akurasi penampilan karakternya tanpa meninggalkan estetika film.

Film Ikatan Darah dijadwalkan menyapa penonton di bioskop mulai 30 April 2026. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya