Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Katie Leung, baru-baru ini, berbagi refleksi mendalam mengenai perjalanan kariernya di industri hiburan.
Pemeran karakter ikonis Cho Chang dalam waralaba Harry Potter ini secara terbuka menyatakan keengganannya untuk kembali ke masa lalu, meski namanya besar melalui dunia sihir tersebut.
Bagi Leung, kenyamanan bekerja yang ia temukan dalam proyek terbaru seperti serial Bridgerton jauh lebih berharga daripada mengulang nostalgia masa muda.
Memulai debut layar lebarnya melalui Harry Potter and the Goblet of Fire pada 2005, Leung mengaku bahwa saat itu ia berada dalam posisi yang sangat rentan.
Sebagai pendatang baru yang belum memiliki pengalaman akting sama sekali, ia langsung dilempar ke tengah skala produksi film dunia yang masif.
"Pekerjaan pertama saya adalah Harry Potter. Saat itu, saya belum pernah berakting sama sekali, lalu tiba-tiba harus berada di depan 20 kamera dan 100 orang,” ujar Leung dalam wawancaranya bersama Variety.
Ia menambahkan bahwa situasi tersebut membuatnya merasa asing. “Saya tidak bisa bilang bahwa itu adalah masa-masa terindah dalam hidup saya.”
Kondisi psikologis sebagai aktris remaja juga menjadi faktor utama. Leung menjelaskan bahwa di usia tersebut, ia belum benar-benar menemukan jati dirinya, sehingga sangat mudah terpengaruh oleh tekanan industri dan opini publik.
"Saat itu, saya masih sangat muda dan sangat mudah terpengaruh oleh opini orang lain karena saya belum menemukan jati diri," ungkapnya seperti dikutip dari akun TikTok Entertainment Tonight, Selasa (10/3).
Kini, setelah lebih dari dua dekade berlalu, Leung menemukan ruang kerja yang dianggapnya jauh lebih sehat. Keterlibatannya dalam serial Arcane dan perannya sebagai Lady Araminta Gun di Bridgerton memberinya perspektif baru tentang bagaimana seharusnya seorang aktor diperlakukan dan merasa berdaya di lokasi syuting.
“Sekarang, saya bergabung di Bridgerton dengan fokus yang jauh lebih sehat terhadap pekerjaan,” ucapnya.
Meskipun ia menegaskan bahwa keputusannya tidak didasari oleh satu pengalaman buruk yang spesifik di masa lalu, Leung merasa jauh lebih tenang dengan kondisinya saat ini.
Ia merasa sudah lebih dekat dengan titik di mana ia mengenali kapasitas dan harga dirinya sebagai seorang profesional.
“Saya sangat senang bisa berada di sini dan tidak ingin mengulang masa-masa itu. Bukan karena pengalaman buruk, tapi rasanya jauh lebih tenang ketika kita sudah mengenal diri sendiri,” jelas Leung menutup pernyataannya.
Langkah Katie Leung ini seolah menegaskan tren di kalangan aktor veteran waralaba besar yang kini lebih memprioritaskan kesehatan mental dan lingkungan kerja yang suportif dibandingkan sekadar popularitas dari judul-judul besar masa lalu. (Z-1)
Penyanyi Virgoun didapuk sebagai salah satu pengisi lagu utama film Senin Harga Naik dengan karyanya yang berjudul Saat Kau Telah Mengerti.
Nayla Purnama, yang berperan sebagai Tasya dalam film Senin Harga Naik, mengatakan lebaran adalah waktu terbaik untuk melakukan Family Me Time. .
Trailer film Para Perasuk menampilkan dunia yang lebih luas yang berlatar di Desa Latas, sebuah desa kecil di pinggiran kota yang dikenal dengan pesta kerasukannya.
Film Tunggu Aku Sukses Nanti membawa premis yang cukup menarik dan spesifik tentang perkumpulan keluarga besar pada saat Lebaran.
Diperankan oleh Sarah Sechan, Tante Yuli dalam film Tunggu Aku Sukses Nanti menjadi salah satu karakter yang meninggalkan impresi kuat semenjak muncul dalam cuplikan film tersebut.
Episode pembuka ini tidak hanya menampilkan persaingan bakat, tetapi juga menyoroti proses pembelajaran, pengembangan karakter, hingga sisi emosional para trainee.
Melalui serial Samuel, WeTV berupaya menyajikan dimensi baru dari drama remaja yang tidak hanya menonjolkan aspek romansa.
Anime Nippon Sangoku menggambarkan kondisi Jepang yang hancur akibat perang nuklir, bencana alam, dan korupsi pemerintahan yang sistemik.
Musim Crime on Prime dibuka dengan kembalinya seri thriller kriminal populer, Cross.
Kembalinya One Piece musim semi ini menandai transisi besar dalam narasi anime garapan Eiichiro Oda tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved