Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM animasi fiksi ilmiah Pelangi di Mars segera tayang di layar lebar. Karya dari sutradara Upie Guava itu bakal meramaikan masa Lebaran dan dijadwalkan tayang pada 18 Maret 2026.
Jelang perilisan, sebuah rencana besar diungkap Upie bersama Produser Dendi Reynando. Keduanya kompak menyebut telah menyiapkan universe untuk Pelangi di Mars, baik itu berupa sekuel, prekuel ataupun spin-off.
”Saya bilang sama Dendi, bahwa ketika kami sudah memilih jalur ini (Film Pelangi di Mars) maka kami akan selamanya fokus di sini. Saya berharap kalau insyaAllah film ini sukses, saya kepingin mengabdikan sisa karir saya untuk universe ini, entah itu berupa Sekuel, Prekuel atau lainnya,” ucap Upie dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (19/2).
Dendi menambahkan, blue print film tersebut bahkan sudah disiapkan, rencananya setelah film pertama tayang dan mendapat respon positif, proses produksi untuk film keduanya bakal langsung dilakukan dengan proyeksi bakal tayang pada 2028 dan akan terus berlanjut hingga 2030.
”Mudah-mudahan setelah IP film pertama jadi, kami sudah menyiapkan film kedua itu di tahun 2028, nanti di 2029, 2030 itu per tahun. Di jeda dua tahun itu (2026-2028), nanti kami pengin bikin produk turunan untuk IP,” jelas Dendi.
Disinggung mengenai ambisi besarnya itu, Dendi menyampaikan membangun sebuah kekayaan intelektual (IP) di Indonesia harus memiliki keinginan. Baginya, sebuah karya akan terasa sia-sia jika tidak memiliki sekuel atau produk turunan lainnya.
“Kita ngerasa kalau hanya bikin film habis itu yang tidak ada sekuelnya, habis itu tidak ada turunan dalam berbagai produk, kita ngerasa itu akan sia-sia. Jadi, kita benar-benar bikin kapal yang sangat besar,” tukas Dendi.
Sinopsis Film Pelangi di Mars
Film Pelangi di Mars mengambil latar belakan tahun 2100, ketika krisis air mengancam masa depan Bumi. Pelangi, anak pertama yang lahir di Mars memulai sebuah petualangan bersama robot-robot malfunction yang menjadi sahabatnya untuk menemukan Zeolit Omega, mineral langka yang dipercaya dapat menyelamatkan masa depan Bumi.
Namun dalam perjalanannya, Nerotek korporasi raksasa yang menguasai sumber air melakukan segala cara untuk merebut penemuan tersebut. Di tengah misi tersebut, petualangan yang sarat pesan tentang keberanian, persahabatan, dan harapan melalui animasi 3D dan teknologi XR.
Film ini dibintangi oleh Messi Gusti, Lutesha, Rio Dewanto, dan Livy Renata, dengan dukungan pengisi suara Kristo Immanuel, Bimoky, Gilang Dirga, Vanya Rivani, serta Dimitri Arditya. Pelangi di Mars dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada momen Lebaran 2026. (M-2)
Setelah sebelumnya sukses mengarahkan serial Pertaruhan, Sidharta Tata menyebut film Ikatan Darah sebagai ambisi lama yang akhirnya mendapatkan momentum untuk diwujudkan.
Berbeda dari tema film keluarga lainnya, Rapi Film menghadirkan Tunggu Aku Sukses Nanti yang membawa tema besar pada kumpul keluarga saat Lebaran.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Pelangi di Mars bukan sekadar film petualangan. Ia adalah pernyataan bahwa anak-anak tidak boleh kehilangan ruang untuk berimajinasi.
Setelah bikin penasaran, wajah para pengisi suara robot-robot di film fiksi ilmiah Pelangi di Mars akhirnya resmi diperkenalkan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved