Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH bikin penasaran, wajah para pengisi suara robot-robot di film fiksi ilmiah Pelangi di Mars akhirnya resmi diperkenalkan. Rumah produksi Mahakarya Pictures mengumumkan deretan voice actor yang akan menghidupkan lima karakter robot pendamping Pelangi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (13/2).
Produser Rendy Gunawan menyebut, ada lima robot yang akan menemani petualangan Pelangi di planet Mars: Kimchi, Sulil, Petya, Yoman, dan Batik.
Robot Kimchi digambarkan punya karakter cerewet dan hobi vlogging. Pengisi suaranya, Vanya Rivani, menggoda penonton agar siap dibuat “rempong” oleh tingkah Kimchi.
“Kimchi itu robot yang cerewetnya bisa dilihat nanti se-cerewet apa dan se-rempong apa,” ujar Vanya.
Berbeda dengan Kimchi, tantangan Dimitri Arditya justru ada pada logat. Ia memerankan robot Sulil dari koloni India dan harus mendalami aksen bicara agar terdengar meyakinkan, bahkan sampai meminta bantuan teman asal India untuk riset suara.
“Sulil itu robot India, harus pitch-watch banyak film India untuk bisa dapat logatnya,” kata Dimitri.
Gilang Dirga menjadi suara robot Petya dari koloni Rusia. Petya adalah robot pintar, namun mulai merasa tersaingi oleh kecerdasan robot Batik dari Indonesia.
Gilang mengaku bangga bisa terlibat. “Film ini tuh seperti mewujudkan mimpi kita di masa kecil tentang Indonesia bisa maju,” ucapnya.
Robot Yoman dari koloni Eropa digambarkan santai, dan karakter itu terasa “klik” dengan Kristo Immanuel, yang memang dikenal piawai meniru gaya orang luar negeri, terutama yang berkarakter santai.
“Pas dapat, karakternya cocok banget karena Yoman ini robot santai dari Eropa,” ujar Kristo.
Robot Batik adalah representasi koloni Indonesia sekaligus “penjaga” yang mendampingi Pelangi. Bimo Kusumo menyebut peran ini terasa personal karena ia juga seorang ayah.
“Si Batik ini hampir jadi kayak bapaknya si Pelangi,” ungkapnya. Bimo berharap film ini ikut membuat profesi pengisi suara makin dihargai.
Film ini disutradarai Upie Guava, yang mengaku pendekatannya dipengaruhi kecintaannya pada film fiksi ilmiah sejak kecil. Ia ingin mengembalikan ruang imajinasi tanpa batas untuk generasi muda.
“Saya ingin anak-anak percaya bahwa tidak ada batas yang tidak bisa ditembus. Di sini, anak-anak adalah pahlawannya,” ujar Upie.
Pelangi di Mars diproduksi Mahakarya Pictures dan MBK Production, didukung PFN, A&Z Films, Studio DossGuavaXR, serta RANS. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia Lebaran 2026, 18 Maret. (Ant/Z-10)
Pelangi di Mars bukan sekadar film petualangan. Ia adalah pernyataan bahwa anak-anak tidak boleh kehilangan ruang untuk berimajinasi.
Messi Gusti mengungkapkan perbedaan signifikan saat syuting menggunakan teknologi extended reality (XR) dibandingkan dengan metode motion capture biasa di film Pelangi di Mars.
Ada lima karakter robot utama yang akan menjadi pusat perhatian dalam film Pelangi di Mars.
Film ini menawarkan premis unik tentang petualangan seorang anak bernama Pelangi di Planet Mars.
Film Pelangi di Mars ini mengikuti perjalanan Pelangi—manusia pertama yang lahir di Mars—yang besar di antara robot-robot cerdas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved