Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Tantangan Messi Gusti Beradu Akting dengan Teknologi XR di Film Pelangi di Mars

Basuki Eka Purnama
15/2/2026 19:23
Tantangan Messi Gusti Beradu Akting dengan Teknologi XR di Film Pelangi di Mars
Aktris Messi Gusti(Instagram @messigusti_)

AKTRIS muda Messi Gusti, 15, membagikan pengalaman uniknya saat membintangi film fiksi ilmiah terbaru bertajuk Pelangi di Mars. Terlibat dalam produksi sejak 2020 saat masih duduk di kelas 5 SD, Messi mengaku harus mengerahkan imajinasi ekstra karena penggunaan teknologi tinggi dalam proses pengambilan gambarnya.

Dalam konferensi pers, dikutip Minggu (15/2), Messi mengungkapkan perbedaan signifikan saat syuting menggunakan teknologi extended reality (XR) dibandingkan dengan metode motion capture biasa. 

Menurutnya, beraksi di dalam studio XR atau virtual production menuntut kemandirian akting yang lebih tinggi.

"Pada saat XR itu lumayan sulit, karena benar-benar enggak ada yang membantu. Kalau pada saat rekam gerak (motion capture) sebelumnya kan ada yang membantu, semacam aktor pengganti gerak (buddy actor)-nya gitu," ujar Messi.

Messi menjelaskan bahwa di dalam studio XR, ia sering kali harus berjuang sendirian di depan kamera tanpa kehadiran aktor lawan bicara secara fisik. Hal ini memaksanya untuk memanggil kembali ingatan visual yang ia dapatkan selama masa lokakarya.

"Kalau XR itu sama sekali enggak ada, jadi aku harus benar-benar mengingat lagi apa yang sudah aku lakukan pas lokakarya (workshop) sama motion capture," jelasnya.

Tantangan terbesar muncul saat ia harus berinteraksi dengan karakter robot. Dalam naskah, robot-robot tersebut digambarkan sangat aktif. Messi harus tetap fokus pada reaksi dan posisi lawan bicaranya yang tidak terlihat secara nyata di lokasi set. 

"Mereka bisa tiba-tiba ada di belakang, terus ke depan," tambah Messi.

Beruntung, arahan dari sutradara Upie Guava sangat membantunya dalam menjaga konsistensi karakter Pelangi. 

Messi merasa meskipun prosesnya sulit, pengalaman ini memberikan warna baru dalam perjalanan kariernya di dunia seni peran.

Misi Penyelamatan Bumi dari Mars

Film Pelangi di Mars sendiri mengambil latar waktu tahun 2100. Cerita berfokus pada kondisi Bumi yang sedang dilanda krisis air bersih hebat, sehingga manusia mulai mengeksplorasi Mars lebih jauh. 

Penonton akan diajak mengikuti kisah Pelangi, manusia pertama yang lahir di Mars, yang terdampar bersama ibunya, Pratiwi (Lutesha).

Ditemani teman-teman robotnya, Pelangi berjuang melanjutkan misi ibunya untuk menemukan mineral Zeolith Omega sebagai solusi krisis air di Bumi, sekaligus berusaha bertemu dengan ayahnya (Rio Dewanto).

Dikembangkan selama lima tahun di Studio DossGuavaXR, film ini memposisikan teknologi animasi 3D dan robot interaktif sebagai alat untuk memperkuat pesan emosional bertema keberanian. 

Film keluarga Pelangi di Mars dijadwalkan tayang serentak di bioskop tanah air pada momen Lebaran, tepatnya mulai 18 Maret 2026. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya