Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MAHAKARYA Pictures merilis teaser trailer pertama Pelangi di Mars, sebuah film keluarga bernuansa petualangan yang menggabungkan dunia nyata dengan animasi 3D secara penuh.
Cuplikan tersebut menampilkan suasana planet Mars, para robot pendamping Pelangi, hingga hubungan antarkarakter yang menjadi inti emosional cerita. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 2026.
Disutradarai Upi Guava dan diproduseri Dendi Reynando, film ini mengikuti perjalanan Pelangi—manusia pertama yang lahir di Mars—yang besar di antara robot-robot cerdas dan ditugaskan menjalankan misi penting menemukan mineral langka demi menyelamatkan Bumi.
Nuansa drama keluarga, unsur sains, petualangan, serta tampilan visual yang megah menjadi kekuatan utama film ini.
Deretan aktor sungguhan yang terlibat di antaranya Messi Gusti, Myesha Lin Adeeva, Lutesha, Livy Renata, dan Rio Dewanto. Mereka berakting dalam dunia yang terbentuk melalui teknologi hybrid, memungkinkan interaksi langsung antara aktor dan karakter robot yang dianimasikan.
1. Messi Gusti Melalui Perjalanan Syuting yang Panjang
Messi Gusti mengungkapkan beberapa proses syuting yang ia lakukan saat berperan sebagai Pelangi di film Pelangi di Mars.
"Waktu itu, awalnya, shooting first look dulu ya. First look itu pada saat aku berusia 11 tahun, pokoknya pas aku kelas 5 SD," ujar Messi Gusti, saat hadir di acara konferensi pers peluncuran trailer Film Pelangi di Mars, yang digelar di Plaza Senayan XXI, Jakarta Pusat, Senin (24/11).
"Terus mulai shooting motion capture pada saat aku kelas 7, satu SMP. Terus lanjut lagi shooting XR kelas 8, dan sekarang aku kelas 9," lanjutnya.
Messi mengungkapan karakter dirinya dan karakter Pelangi di film tersebut memiliki kemiripan.
"(Karakter Pelangi) Nggak beda dari anak-anak lain. Masih sama," kata Messi.
2. Tantangan dalam Proses Syuting Menggunakan XR
Messi menjelaskan bahwa proses pengambilan gambar menggunakan teknologi XR bukan hal yang mudah baginya.
"Cuma kalau mungkin pada saat shooting XR itu agak sulit ya, karena kan cuma layar belakang doang, layar gede, terus depan aku tuh layar hitam karena di studio aja gitu," ungkap Messi.
"Jadi kalau misalnya ada dialog sama robot ini, aku cuma kayak ngeliat nih harus segede gini nih, robotnya segede gitu ya, aku ngeliat doang. Tapi depannya kosong, terus cuma dipandu dialog," lanjutnya.
3. Sistem Produksi Hybrid
Untuk mendukung cerita bernuansa sci-fi, film ini menggunakan metode produksi hybrid yaitu perpaduan syuting nyata dan syuting virtual.
Adegan yang membutuhkan tampilan dunia digital direkam di studio menggunakan teknologi XR (Extended Reality). Dengan teknologi ini, interaksi visual buatan komputer dapat menyatu dengan aksi para aktor, menciptakan dunia Mars yang terasa hidup dan berbeda dari produksi lokal lainnya.
4. Riset Visual Dilakukan Sejak 2020
Karena seluruh cerita berlangsung di Mars, tim produksi berupaya dalam membangun lingkungan yang meyakinkan. Meski tidak melakukan syuting di luar angkasa, Upie Guava dan timnya telah melakukan riset sejak 2020 demi menciptakan tampilan planet yang realistis dan imersif bagi penonton. (Z-1)
Messi Gusti, salah satu pemeran utama di film Pelangi di Mars, mengungkapkan pengalamannya syuting saat mengenakan kostum astronaut.
Film ini bakal mengambil latar belakang tahun 2090, ketika itu persediaan air di Bumi sudah sangat terbatas, satu-satunya persediaan air bersih dimonopoli oleh perusahaan bernama Nerotex.
Film ini menawarkan premis unik tentang petualangan seorang anak bernama Pelangi di Planet Mars.
Messi Gusti, salah satu pemeran utama di film Pelangi di Mars, mengungkapkan pengalamannya syuting saat mengenakan kostum astronaut.
Upi Guava menuturkan bahwa pembuatan film fiksi ilmiah berlatar masa depan itu mencakup penerapan alur kerja kompleks yang melibatkan penggunaan teknologi Extended Reality (XR).
Film Pelangi di Mars direncanakan tayang di bioskop Indonesia pada 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved