Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
TEKA-TEKI mengenai sosok di balik suara karakter-karakter robot dalam film fiksi ilmiah terbaru, Pelangi di Mars, akhirnya terjawab. Rumah produksi Mahakarya Pictures secara resmi memperkenalkan deretan pengisi suara (voice actors) papan atas dalam sebuah konferensi pers yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Produser dari MBK Production, Rendy Gunawan, mengungkapkan bahwa ada lima karakter robot utama yang akan menjadi pusat perhatian dalam petualangan ini. Kelima robot tersebut mewakili berbagai koloni dunia yang ada di planet Merah.
"Lima karakter robot yang akan menemani petualangan Pelangi di planet Mars adalah Kimchi, Sulil, Petya, Yoman, dan Batik," ujar Rendy Gunawan menjelaskan jajaran karakter pendukung sang tokoh utama.
Setiap robot dirancang dengan kepribadian yang kontras dan latar belakang budaya yang unik. Vanya Rivani didapuk untuk mengisi suara Kimchi, robot dari koloni Korea yang dikenal cerewet dan gemar mendokumentasikan kesehariannya melalui vlog.
"Kimchi itu robot yang cerewetnya bisa dilihat nanti se-cerewet apa dan se-rempong apa," jelas Vanya menggambarkan karakter yang ia perankan.
Sementara itu, tantangan berbeda dihadapi Dimitri Arditya, yang memerankan Sulil dari koloni India. Demi mendalami peran, Dimitri harus melakukan riset mendalam mengenai aksen bicara.
"Sulil itu robot India. Dia buat aku bingung karena harus membuat aku pitch-watch banyak film India untuk bisa dapat logatnya," ungkap Dimitri.
Karakter robot lainnya adalah Petya dari koloni Rusia yang suaranya diisi oleh aktor kawakan Gilang Dirga. Petya digambarkan sebagai robot pintar yang mulai merasa tersaingi oleh kecerdasan robot asal Indonesia.
Bagi Gilang, proyek ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan manifestasi harapan masa kecilnya.
"Film ini tuh seperti mewujudkan mimpi kita di masa kecil tentang Indonesia bisa maju," ucapnya bangga.
Nuansa santai dibawa oleh Kristo Immanuel melalui karakter Yoman dari koloni Eropa. Kristo merasa karakter ini sangat dekat dengan kemampuannya melakukan impersonate.
"Pas dapat, karakternya cocok banget karena Yoman ini robot santai dari Eropa," kata Kristo.
Terakhir, ada Bimo Kusumo yang mengisi suara Batik, perwakilan dari koloni Indonesia. Batik memegang peranan krusial sebagai pendamping sekaligus pelindung tokoh utama.
"Si Batik ini hampir jadi kayak bapaknya si Pelangi," tutur Bimo.
Disutradarai oleh Upie Guava, Pelangi di Mars lahir dari kegelisahan sang sutradara terhadap keterbatasan ruang imajinasi generasi muda saat ini. Upie ingin menghidupkan kembali semangat fiksi ilmiah yang ia cintai sejak kecil ke layar lebar Indonesia.
“Saya ingin anak-anak percaya bahwa tidak ada batas yang tidak bisa ditembus. Di sini, anak-anak adalah pahlawannya,” tegas Upie mengenai pesan moral film ini.
Film yang merupakan kolaborasi besar antara Mahakarya Pictures, MBK Production, PT Produksi Film Negara (Persero) atau PFN, A&Z Films, Studio DossGuavaXR, dan RANS ini dijadwalkan akan menghiasi layar bioskop tanah air pada momen Lebaran 2026, tepatnya mulai 18 Maret 2026. (Ant/Z-1)
Setelah bikin penasaran, wajah para pengisi suara robot-robot di film fiksi ilmiah Pelangi di Mars akhirnya resmi diperkenalkan
Film ini menawarkan premis unik tentang petualangan seorang anak bernama Pelangi di Planet Mars.
Film Pelangi di Mars ini mengikuti perjalanan Pelangi—manusia pertama yang lahir di Mars—yang besar di antara robot-robot cerdas.
Messi Gusti, salah satu pemeran utama di film Pelangi di Mars, mengungkapkan pengalamannya syuting saat mengenakan kostum astronaut.
Upi Guava menuturkan bahwa pembuatan film fiksi ilmiah berlatar masa depan itu mencakup penerapan alur kerja kompleks yang melibatkan penggunaan teknologi Extended Reality (XR).
UNI-ONE dikembangkan berdasarkan pengalaman panjang Honda dalam riset robotika, termasuk humanoid robot ASIMO.
Uji coba robot polisi tersebut, kata dia, dilakukan dalam perayaan HUT Ke-79 Bhayangkara yang digelar pada 1 Juli 2025 .
Robot basket cerdas ini dipersiapkan tampil di kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2025 ajang seleksi Indonesia menuju ABU Robocon Asia-Pasifik di Mongolia.
Kehadiran robot tersebut masih bersifat demonstratif dan edukatif.
Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho menjelaskan terkait dilibatkannya sejumlah robot polisi dalam tahapan persiapan Hari Bhayangkara ke-79 di Monas, Jakarta Pusat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved