Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Tiongkok Siapkan Robot Humanoid untuk Patroli di Perbatasan Vietnam

Ferdian Ananda Majni
17/2/2026 13:00
Tiongkok Siapkan Robot Humanoid untuk Patroli di Perbatasan Vietnam
Ilustrasi.(MTVN)

TIONGKOK bersiap mengoperasikan robot humanoid untuk membantu patroli di pos perbatasan utama dengan Vietnam, menandai langkah besar dalam pemanfaatan kecerdasan buatan di sektor keamanan nasional.

Robot tersebut akan ditempatkan di perbatasan Fangchenggang, wilayah Guangxi, dan dikembangkan oleh UBTech Robotics dengan nama model Walker S2. 

Proyek ini memiliki nilai kontrak sekitar 264 juta yuan atau Rp643 miliar. Robot tidak dirancang untuk menggantikan petugas manusia sepenuhnya, melainkan mendukung berbagai tugas seperti pengaturan antrean, inspeksi dasar, hingga bantuan logistik.

Walker S2 memiliki fitur penggantian baterai otomatis yang memungkinkan perangkat beroperasi hampir 24 jam tanpa henti. Kemampuan ini menunjukkan upaya Tiongkok untuk mendorong robot humanoid dari tahap prototipe menuju sistem infrastruktur yang stabil dan dapat diandalkan dalam ruang publik maupun lingkungan industri.

Penerapan di Fangchenggang menjadi uji coba penting karena kawasan tersebut memiliki lalu lintas tinggi, dengan arus pelintas, bus dan truk yang harus diproses secara efisien. Jika proyek ini berjalan sukses, teknologi serupa berpotensi diperluas ke bandara, pelabuhan, dan stasiun kereta api.

Robot-robot itu akan membantu petugas dalam mengarahkan pelintas, mengatur kendaraan, menjawab pertanyaan umum dari pelancong, serta melakukan patroli di koridor dan ruang tunggu untuk memantau situasi dan mendeteksi potensi gangguan.

Perkembangan ini juga menarik perhatian di Eropa, terutama di tengah meningkatnya tekanan migrasi. 

Komisaris Pemerintah Hungaria untuk Kecerdasan Buatan, Laszlo Palkovics menyatakan bahwa teknologi robot humanoid kini telah memasuki tahap siap produksi massal.

"Teknologi ini sekarang telah melewati fase eksperimental dan siap untuk produksi massal," kata Palkovics, seperti dikutip dari Hungarian Conservative Selasa (17/2).

Di tingkat Uni Eropa, badan penjaga perbatasan Frontex telah lebih dahulu memanfaatkan berbagai sistem pengawasan berbasis AI untuk memperkuat kontrol perbatasan otomatis. Sejumlah analis menilai robot humanoid dapat menjadi tahap berikutnya dalam transformasi tersebut.

"Robot patroli humanoid bisa menjadi langkah berikutnya dalam pergeseran bertahap Eropa menuju pengendalian perbatasan otomatis yang didukung AI," tulis analis dalam sebuah laporan. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik