Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA Upi Guava menceritakan proses produksi yang penuh eksperimen dalam pembuatan film fiksi ilmiah Pelangi di Mars, yang diproyeksikan bisa ditayangkan di bioskop pada 2026.
Dalam konferensi pers, dikutip Selasa (25/11), dia menuturkan bahwa pembuatan film fiksi ilmiah berlatar masa depan itu mencakup penerapan alur kerja kompleks yang melibatkan penggunaan teknologi Extended Reality (XR).
Tim pembuat film juga menggunakan perangkat lunak seperti Unreal Engine untuk menghadirkan latar Planet Mars dalam bentuk tiga dimensi, yang kemudian diproyeksikan untuk menampilkan interaksi aktor dengan latar belakang.
"Prosesnya sebenernya seperti bikin game. Lokasi Mars kita bikin seperti maps game Fortnite atau Roblox atau GTA gitu. Kita bikin planet Mars full. Kita bikin gedung-gedungnya, bikin ruangan-ruangan di situ. Nah, 3D itu yang kita proyeksikan ke background, ke LED," jelas Upi.
"Jadi, saat kita mau syuting, oke syuting lokasi apa? Misalnya, lokasi gedung A gitu. Tinggal kita loading file-nya ke gedung A. Pilih background. Nanti dia akan kita pilih background-nya. Jadi bisa dibilang tuh seperti syuting asli," tambahnya.
Pembuatan film juga melibatkan proses Motion Capture untuk mempercepat perekaman gerakan animasi robot Batik, Kimchi, Yoman, dan Petya (Rusia).
Produser Dendy Reynando mengatakan bahwa tim pembuat film banyak bergantung pada pengetahuan Upi Guava karena belum pernah mengikuti alur proses produksi fiksi ilmiah dengan kerumitan seperti dalam pembuatan film Pelangi di Mars.
Pembuat film menggunakan teknologi untuk mendukung penyampaian narasi Pelangi di Mars.
Film ini bercerita tentang Pelangi, anak perempuan yang memiliki status unik sebagai manusia pertama yang lahir dan tumbuh besar di Planet Mars, serta konflik yang dihadapi koloni manusia di planet merah.
Penulis skenario Alim Sudio menggunakan latar waktu tahun 2090 dalam cerita tersebut.
"Dunia yang dibangun di film ini kan secara background itu 2090. Jadi, ini adalah dunia yang tidak kita inginkan," kata Upi.
Ia menuturkan, cerita Pelangi di Mars berlatar Planet Mars tahun 2090, ketika keputusan-keputusan manusia yang salah membuat Bumi tidak lagi layak ditinggali dan manusia membentuk koloni-koloni di Planet Mars.
Direktur Utama PT Produksi Film Negara (Persero) Riefian Fajarsyah atau Ifan Seventeen menyatakan bahwa perusahaannya mendukung penggarapan, pemasaran, hingga distribusi film tersebut.
Pemeran film Pelangi di Mars antara lain Messi Gusti (Pelangi), Lutesha (Pratiwi), dan Rio Dewanto (Banyu). (Ant/Z-1)
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Produser dan sutradara kompak menyebut telah menyiapkan universe untuk Pelangi di Mars, baik itu berupa sekuel, prekuel ataupun spin-off.
Surat Untuk Masa Mudaku menyoroti perjalanan hidup karakter bernama Kefas, yang diperankan oleh Millo Taslim pada masa muda dan Fendy Chow saat beranjak dewasa.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved