Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
BERBEDA dari tema film keluarga lainnya, Rapi Film menghadirkan Tunggu Aku Sukses Nanti yang membawa tema besar pada kumpul keluarga saat Lebaran. Pemilihan tema ini berangkat dari keinginan untuk membuat film yang terasa sangat dekat dengan para penonton.
Konferensi pers film Tunggu Aku Sukses Nanti di XXI Epicentrum, Senin (9/3) menampilkan naskah garapan Evelyn Afnilia yang berhasil dieksekusi oleh Naya Anindita selaku sutradara dari film ini.
Mulai dari gelak tawa, rasa kecewa, kesedihan, hingga tangis haru berhasil disampaikan secara menarik dalam film ini melalui adegan dan karakter-karakter yang ada.
Pada acara tersebut, Evelyn mengungkapkan bahwa Tunggu Aku Sukses Nanti menjadi salah satu proyek yang memiliki tantangan tersendiri.
Film yang mengangkat tema keluarga besar ini memiliki banyak hal yang dapat dieksplorasi terkait penokohan dan karakter tiap anggota keluarga tersebut. Hal inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi Evelyn ketika menyusun naskah untuk film ini.
“Kolaborasinya menyenangkan karena sudah pernah berkolaborasi (dengan Naya) sebelumnya. Keseruannya mungkin lebih ke tema keluarga besar, jadi kita explore gak hanya ayah, ibu, atau keluarga inti, tetapi mencakup seluruh keluarga besar,” jelasnya.
Selaras dengan apa yang dikatakan Evelyn, Naya juga mengaku tertantang ketika harus mengarahkan hampir tiga puluh orang pada adegan kumpul Lebaran yang menjadi premis utama dari film ini.
“Tantangan paling susah ada di adegan Lebaran karena adegan-adegan itu pemainnya ada dua puluh delapan orang sedangkan saya cukup detail dalam mengarahkan tiap karakternya,” kata Naya.
Naya turut menambahkan bahwa pada adegan Lebaran, ia berusaha menciptakan adegan senatural mungkin seperti yang kerap dialami oleh penonton ketika berkumpul bersama dengan keluarga besar semasa Lebaran.
Lucunya, ketika para pemain saling melontarkan candaan pada acara Press Conference, Naya hanya dapat melontarkan candaan kepada awak media, “Sekarang kebayang, kan, gimana sulitnya proses syuting kami?”
Dalam proses pencarian aktor dan aktris yang akan memerankan karakter dalam film ini, Naya mengakui bahwa beberapa di antaranya dipilih secara langsung oleh dirinya sendiri.
Bahkan, beberapa diantara aktor dan aktris yang mengambil peran dalam film ini telah bekerja sama dengan Naya di proyek-proyeknya terdahulu.
“Semua karakter yang hadir di sini berdasarkan pengalaman saya bekerja dengan mereka,” tuturnya.
Naya sendiri merasa bahwa proses pemilihan peran dalam film ini menjadi lebih mudah karena ia telah memiliki pengalaman bekerja dengan aktor dan aktris yang ia pilih.
“Buat saya akan lebih mudah jika saya mencarinya justru ke dalam bukan keluar dan mereka adalah orang-orang yang hadir di hidup saya yang selama ini mendukung saya,” kata Naya.
Uniknya, mayoritas dari aktor dan aktris yang bermain peran dalam film ini tidak menjalani proses casting. Mereka dipilih langsung oleh Naya dengan menyesuaikan karakter mereka di dunia nyata dengan karakter yang akan mereka perankan di film ini.
Contohnya saja Sarah Sechan yang memainkan peran sebagai Tante Yuli, salah satu tante yang memiliki karakter cerewet dan menjadi momok menyebalkan sekaligus menakutkan pada setiap Lebaran.
“Tante Yuli ini satu-satunya yang dari script sudah langsung terpikir Sarah Sechan karena dia yang paling cocok mewakilkan tante-tante yang cerewet, komedi, tapi baik hati,” ungkap Naya.
Sarah menanggapi hal ini dengan candaan, “Mungkin Naya sudah melihat saya sebagai pribadi yang julid. Jadi, kayaknya ini yang cocok menjadi Tante Yuli.”
“Menjadi Tante Yuli itu menyenangkan sebetulnya karena saya melihat di keluarga saya pun ada yang seperti itu, mungkin saya sendiri,” lanjutnya sambil tertawa.
Namun, di sisi lain, Ariyo Wahab yang memainkan peran sebagai Ayah Arga mengaku bahwa dirinya harus menjalani proses casting.
“Ketika aku ketemu dengan Naya dan Ardit, akhirnya kita mencoba beberapa scene yang ternyata scene itu akhirnya cocok dan Naya sangat suka. Akhirnya, aku merasa bahwa ada nilai kesuksesan sendiri ketika aku mengambil screen test itu,” ungkap Ariyo.
Alih-alih mengharapkan angka penonton yang besar, Naya lebih berharap bahwa film ini dapat membawa impresi yang baik bagi para penonton nantinya.
“Beban secara angka, sih, enggak, tapi lebih ke apakah penonton akan suka atau tidak. Saya berharap semoga ceritanya sampai ke para penonton,” ungkap Naya.
Pada acara Konferensi Pers Tunggu Aku Sukses Nanti, Naya juga berharap bahwa film ini dapat mewakili "Arga-Arga” yang lain.
“Film ini saya persembahkan untuk kalian semuanya,” pungkas Naya.
Film Tunggu Aku Sukses Nanti akan mulai tayang di bioskop pada 18 Maret 2026. (Z-1)
Dalam sekuel film Kuasa Gelap ini, Feby Febiola memerankan karakter Linda, seorang perempuan beriman yang harus menghadapi berbagai ujian keimanan.
Daftar film terbaik bulan April dari horor Korea, drama Jepang, hingga sekuel Hollywood seperti The Devil Wears Prada 2 dan Super Mario Galaxy Movie.
Sekuel dari film Kuasa Gelap ini akan memadukan iman Katolik dengan fenomena lokal yang sangat dekat dengan masyarakat Indonesia, yakni pesugihan.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah akan tetap fokus pada ketegangan ritual eksorsisme dan konflik batin antara iman, ketakutan, serta kekuatan tak kasatmata.
Lagu Sikilku Iso Muni dibawakan langsung oleh dua aktor utama film Na Willa, yakni Luisa Adreena dan Azamy Syauqi.
The King's Warden sendiri merupakan sebuah drama sejarah atau sageuk yang mengangkat kisah emosional Raja Danjong, raja keenam dari Dinasti Joseon yang penuh dengan intrik politik.
Bagi pemilik mobil hybrid seperti HEV dan PHEV, pemeriksaan dasar pada ban, rem, dan kaki-kaki tetap menjadi kewajiban. Namun, sistem kelistrikan dan baterai memerlukan atensi tambahan.
Dalam satu hari tersebut, jumlah transaksi pengisian daya mencapai 18.088 kali dengan total konsumsi energi sebesar 427.980 kWh.
LEBARAN 2026 menjadi periode vital bagi ekonomi Indonesia yang ditandai dengan lonjakan tajam jumlah uang tunai yang beredar di masyarakat
Tradisi meriam bambu di Pidie saat Lebaran menarik ribuan wisatawan, memicu kemacetan panjang, dan berpotensi dikembangkan sebagai wisata budaya unik Aceh.
TRANS-Jakarta mencatat dalam dua hari pelaksanaan tarif khusus Rp1, 21–22 Maret 2026, operator transportasi publik itu mencatat lebih dari 1,1 juta pelanggan.
Fenomena post holiday blues atau penurunan suasana hati merupakan hal yang wajar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved