Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
MOMEN kumpul keluarga saat Idulfitri tidak selamanya berisi canda tawa. Bagi sebagian orang, hari raya justru menjadi ajang penghakiman sosial melalui deretan pertanyaan sensitif. Fenomena inilah yang ditangkap rumah produksi Rapi Films melalui karya terbaru mereka, Tunggu Aku Sukses Nanti.
Film yang dijadwalkan meramaikan layar lebar pada musim libur Lebaran 2026 ini akan menyoroti dinamika serta tekanan dalam keluarga.
Di bawah arahan sutradara Naya Anindita, film ini mencoba membedah realitas sosial yang kerap dialami masyarakat Indonesia saat bertemu sanak saudara.
Eksekutif Produser Rapi Films, Sunil Samtani, mengungkapkan bahwa pemilihan tema ini didasari atas kedekatannya dengan kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, isu yang diangkat merupakan refleksi dari apa yang sering dirasakan orang banyak ketika momen mudik atau silaturahmi berlangsung.
"Isu ini mencerminkan apa yang dialami banyak orang saat Lebaran," ujar Sunil Samtani dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Selasa (3/2).
Lebih lanjut, Sunil menjelaskan bahwa tekanan tersebut biasanya datang dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan klise yang sering kali melampaui batas privasi.
Mulai dari pertanyaan mengenai kapan akan menikah, kapan memiliki momongan, target kelulusan kuliah, status pekerjaan, hingga komentar mengenai perubahan fisik seseorang.
Sutradara Naya Anindita mengaku memiliki keterikatan emosional yang kuat dengan proyek ini. Ia tidak menampik bahwa karakter utama dalam film ini, Arga, merupakan representasi dari kegelisahan pribadinya dalam menghadapi ekspektasi keluarga besar.
"Saya itu sebagai Arga juga di keluarga saya sendiri. Saya paham betul perjuangan bagaimana mengeluarkan keluarga saya dari bayang-bayang keluarga besar. Saya juga yakin di keluarga kalian, pasti ada Arga-Arga juga," ungkap Naya.
Karakter Arga sendiri dipercayakan kepada aktor sekaligus komedian Ardit Erwandha.
Melalui tokoh ini, penonton akan diajak melihat perjuangan seorang anak muda dalam menavigasi diri di tengah gempuran tuntutan sosial dan bayang-bayang kesuksesan kerabat lainnya.
Selain Ardit Erwandha, film ini juga didukung oleh jajaran pemeran lintas generasi yang memperkuat nuansa kekeluargaan.
Nama-nama besar seperti Niniek L. Karim, Lulu Tobing, dan Ariyo Wahab akan beradu peran dengan talenta lainnya seperti Adzana Ashel, Sarah Sechan, Jamie Aditya, hingga penyanyi Afgansyah Reza.
Dengan narasi yang sangat dekat dengan budaya masyarakat Indonesia, Naya berharap Tunggu Aku Sukses Nanti tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga mendapat sambutan hangat sebagai cermin sosial bagi para penontonnya. (Ant/Z-1)
Rio Dewanto menegaskan bahwa Pelangi di Mars dirancang agar pesan dan ceritanya dapat dicerna dengan baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Dalam film Jangan Buang Ibu, Nirina Zubir bertransformasi secara drastis untuk memerankan karakter Ristiana melalui tiga fase usia yang berbeda.
Bagi Reza Rahadian, bergabung dalam jagat sinema Suzzanna merupakan penantian yang cukup panjang.
Mengisi suara karakter robot bernama Batik, Bimo tidak hanya sekadar memberikan vokal mekanis, melainkan menghadirkan sosok pelindung yang terinspirasi dari realitas kehidupan keluarga.
Pendampingan orangtua selama film berlangsung sangatlah krusial untuk memberikan pemahaman yang tepat kepada anak.
Menyaksikan tontonan yang tidak sesuai klasifikasi usia merupakan ancaman nyata bagi tumbuh kembang anak.
Capek liburan tapi malah stres karena ramai? Intip tips cerdas cari destinasi hidden gem dan strategi liburan tenang (quietcation) di tahun 2026.
TRADISI tahunan menjelang Hari Raya Idulfitri ini kembali menghiasi pasar tradisional Pamanukan, Subang, Jawa Barat.
Manajemen daya dan pemilihan rute menjadi faktor penentu keselamatan mudik menggunakan motor listrik.
Saat ini, Indonesia memiliki 57 taman nasional dan 145 taman wisata alam dengan total 580 pintu masuk.
Hingga saat ini, PLN bersama mitra telah mengoperasikan 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 3.097 lokasi di seluruh Indonesia.
Penghentian sementara operasional MBG ini merupakan bagian dari manajemen strategis agar distribusi tetap tepat sasaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved