Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PENULIS naskah Evelyn Afnilia kembali bersiap menguras emosi penonton lewat karya terbaru bertajuk Tunggu Aku Sukses Nanti. Proyek ini menandai kolaborasi terbarunya dengan rumah produksi Rapi Films, menyusul kesuksesan film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah, yang berhasil menembus jajaran Top 10 Movies di Netflix Indonesia.
Sebelumnya, nama Evelyn Afnilia menjadi perbincangan hangat di media sosial berkat kemampuannya memotret realitas pahit rumah tangga.
Melalui Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah, ia dinilai berani mengangkat tema luka batin seorang ibu serta dampaknya terhadap anak-anak—sebuah isu sensitif yang jarang dibicarakan secara terbuka dalam konteks keluarga di Indonesia.
Dalam proyek terbarunya, Tunggu Aku Sukses Nanti, Evelyn beralih fokus pada isu sosial yang sangat dekat dengan tradisi masyarakat Indonesia: tekanan mental saat momen mudik lebaran.
Film ini akan menyoroti kisah Arga (diperankan oleh Ardit Erwandha), seorang pemuda yang harus berjuang melawan stigma sebagai ‘pengangguran’ di tengah tuntutan keluarga besar.
Bagi Arga, lebaran bukan lagi momen perayaan yang dinanti, melainkan sebuah ‘medan perang’ mental.
Selama tiga tahun berturut-turut, ia harus menelan pil pahit menjadi satu-satunya anggota keluarga yang belum mapan. Di tengah keberhasilan sepupu-sepupunya, Arga kerap menjadi sasaran empuk cibiran yang meruntuhkan harga dirinya setiap kali kumpul keluarga berlangsung.
Namun, beban yang dipikul Arga jauh lebih berat daripada sekadar rasa minder. Narasi film ini akan membawa penonton menyelami tekanan hidup yang datang bertubi-tubi kepada sang protagonis. Arga terjepit di antara tuntutan pacarnya yang meminta kepastian untuk menikah, serta kondisi finansial keluarga yang kritis.
Adiknya (Adzana Ashel) terancam putus kuliah karena kendala biaya, sementara rumah nenek yang menjadi satu-satunya tempat bernaung keluarga mereka terancam akan dijual.
Kondisi yang kian mendesak ini memaksa Arga untuk pontang-panting menerjang kerasnya dunia kerja. Ia bertekad membuktikan bahwa dirinya bukanlah parasit, dengan satu misi besar, pada Lebaran 2026, ia ingin pulang sebagai orang sukses yang layak mendapatkan penghormatan.
Selain Ardit Erwandha yang didapuk sebagai pemeran utama dan Adzana Shaliha (Ashel), film ini juga diperkuat oleh kehadiran aktor-aktor ternama lintas generasi. Nama-nama besar seperti Lulu Tobing, Sarah Sechan, hingga Maudy Effrosina dipastikan akan ikut mengambil peran dalam drama keluarga yang emosional ini.
Tunggu Aku Sukses Nanti dijadwalkan tayang di bioskop pada momen Lebaran 2026, sebuah waktu yang sangat relevan dengan tema besar yang diangkat dalam ceritanya. (Z-1)
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Pengalaman bertaruh nyawa tersebut terjadi saat Luna Maya melakoni adegan di sebuah sungai yang memiliki arus cukup deras di kawasan Pangandaran, Jawa Barat.
Film Ghost in the Cell garapan sutradara Joko Anwar menjadi debut Magistus Miftah setelah ia berhasil menembus audisi yang diikuti ratusan pendaftar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved