Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA kawakan Benni Setiawan kembali membawa isu sosial yang tajam ke layar lebar melalui film terbarunya, Penerbangan Terakhir. Dalam sesi pemutaran pratayang di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (12/1), Benni mengungkapkan bahwa film ini menyimpan pesan mendalam mengenai ketimpangan konsekuensi sosial dalam sebuah hubungan terlarang.
Benni mengaku sangat selektif dalam menyusun naskah, bahkan bersikeras mempertahankan sebuah dialog kunci yang menjadi inti pesan film tersebut.
Dialog ini menyoroti bagaimana laki-laki sering kali merasa aman di ranah publik saat terlibat hubungan terlarang, sementara perempuan harus menanggung beban konsekuensi yang jauh lebih berat.
"Ya, memang dialog itu kita pikirkan dulu dengan matang, harus ada. Di sini menunjukkan bahwa karakter Deva itu seorang laki-laki yang memang ingin menang sendiri dan egois. Dan itu juga mencerminkan banyak laki-laki pada umumnya. Jadi itu semacam sindiran," ujar Benni.
Melalui film ini, Benni ingin menyentil realitas yang terjadi di masyarakat. Ia mencontohkan bagaimana dalam sejarah kasus asmara pranikah, perempuan kerap menjadi pihak yang paling tersudut dan tidak berani bersuara, sedangkan laki-laki cenderung bersikap acuh tak acuh.
Ia kemudian mengutip sebuah pepatah untuk menggambarkan ketidakadilan tersebut: "Jadi, sekali perempuan berbuat dosa, dunia menangis. Tapi ribu-ribu kali laki-laki berbuat dosa, dunia masih tertawa."
Melalui karakter Deva (seorang pilot) dan Tiara (seorang pramugari), Benni ingin menunjukkan apa yang akan terjadi jika perempuan tidak berani mengambil sikap tegas terhadap lelaki yang merasa berkuasa atas dirinya.
Ia berharap film ini menjadi pemantik keberanian bagi para perempuan untuk keluar dari situasi toksik.
"Sangat-sangat penting untuk semua perempuan di luar sana, mau kasih tahu bahwa mereka tidak sendirian. Asal berani speak up. Dan mereka bakal bisa keluar dari jebakan yang bikin mereka jadi korban ini," tegasnya.
Benni juga memperingatkan bahwa di era media sosial, laki-laki tidak bisa lagi merasa aman dengan kekuasaannya karena kekuatan viralitas.
Film Penerbangan Terakhir merupakan adaptasi dari novel karya Annastasia Anderson, seorang mantan pramugari yang menuangkan pengalamannya ke dalam fiksi.
Produser Eksekutif Shalu T.M menjelaskan bahwa film ini memiliki misi edukasi, khususnya bagi perempuan muda, agar lebih waspada terhadap watak laki-laki yang manipulatif.
Selain dibintangi oleh Jerome Kurnia dan Nadya Arina, film ini juga menghadirkan sederet aktor berbakat seperti Aghniny Haque, Nasya Marcella, hingga Devina Bertha.
Sebagai pelengkap atmosfer cerita, lagu Apakah Kita Hanya Bercanda? dari Tissa Biani turut hadir sebagai salah satu soundtrack.
Sebelum resmi tayang serentak di bioskop pada 15 Januari 2026, film ini telah menggelar pemutaran pratayang terbatas di 10 kota besar Indonesia, termasuk Jakarta, Surabaya, hingga Makassar pada 10-11 Januari lalu. (Ant/Z-1)
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Produser dan sutradara kompak menyebut telah menyiapkan universe untuk Pelangi di Mars, baik itu berupa sekuel, prekuel ataupun spin-off.
Surat Untuk Masa Mudaku menyoroti perjalanan hidup karakter bernama Kefas, yang diperankan oleh Millo Taslim pada masa muda dan Fendy Chow saat beranjak dewasa.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved