Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Mengintip Sisi Tangguh Pramugari dalam Film Penerbangan Terakhir

Basuki Eka Purnama
13/1/2026 09:54
Mengintip Sisi Tangguh Pramugari dalam Film Penerbangan Terakhir
Penampilan aktris Nadya Arina di film Penerbangan Terakhir(imdb)

CITRA pramugari yang identik dengan senyum ramah dan penampilan elegan ternyata menyimpan beban kerja yang kompleks. Hal inilah yang dirasakan dua aktris, Nadya Arina dan Nasya Marcella, saat mendalami peran sebagai awak kabin maskapai AirIndo dalam film terbaru mereka yang bertajuk Penerbangan Terakhir.

Dalam acara pemutaran pratayang di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (12/1), keduanya berbagi kisah tentang tantangan fisik dan mental di balik seragam maskapai yang mereka kenakan.

Perspektif Baru Nasya Marcella

Nasya Marcella, yang memerankan tokoh Eva, mengaku mendapatkan perspektif baru terhadap profesi pramugari. 

Eva digambarkan sebagai sahabat baik Tiara (diperankan oleh Nadya Arina) yang selalu memberikan nasihat bijak. 

Selain menjadi pendengar setia, Eva bertugas menjaga kerahasiaan di balik pintu cockpit yang dipimpin oleh Kapten Deva Angkasa (Jerome Kurnia).

Bagi Nasya, menjadi pramugari di layar lebar menyadarkannya bahwa kecantikan hanyalah lapisan luar dari profesi ini.

"Ternyata pekerjaan ini elegan sekali ya dengan seragam yang kita pakai, dengan atribut, dengan rambut, dan riasan wajah yang cantik. Selain itu juga harus kuat secara fisik dan mental ya," ujar Nasya. 

Ia menambahkan bahwa seorang pramugari harus cerdas dan memiliki kesabaran ekstra. 

"Mereka itu butuh pakai isi kepala mereka, kecerdasan, dan tentunya pasti butuh intrik-intrik dan politik sedikit untuk bisa menempatkan diri agar tidak dilahap," lanjutnya.

Riset Mendalam Nadya Arina

Sebagai pemeran utama bernama Tiara, Nadya Arina melakukan persiapan yang lebih teknis. Ia melakukan riset langsung kepada pilot aktif untuk memahami pembagian tugas Flight Attendant (FA) dari urutan satu hingga empat. Melalui riset tersebut, ia mengetahui detail operasional seperti siapa yang bertanggung jawab menyiapkan makanan di dalam kabin.

Nadya juga menyoroti betapa krusialnya peran seragam dalam membangun karakter. Ia menceritakan pengalamannya saat berlatih prosedur keselamatan tanpa atribut resmi.

"Pas kami belajar prosedur keselamatan, itu masih pakai baju bebas. Jadi rasanya seperti tidak meyakinkan jadi pramugari. Tapi untungnya karena dibantu dengan riasan dan pakaian, setelah memakainya langsung merasa menjadi salah satu kru kabin AirIndo," ungkapnya.

Pesan Moral di Balik Layar

Meskipun menikmati perannya, Nadya berseloroh bahwa jika tidak menjadi aktris, ia lebih memilih bekerja di National Geographic ketimbang menjadi pramugari sungguhan. 

Namun, di balik candaan tersebut, ia membawa pesan mendalam melalui karakter Tiara mengenai hubungan antarmanusia dan keberanian untuk berubah.

"Pesannya, kadang kita bisa menjadi orang jahat buat orang lain. Walaupun kita merasa kita tidak punya niat yang buruk terhadap orang lain, tapi mungkin kita orang jahat buat hidup orang itu," kata Nadya. 

Ia menekankan pentingnya kesadaran untuk keluar dari situasi yang tidak sehat. 

"Menurut aku untuk mengakui kesalahan kita dan mengerti bahwa situasi kita cukup buruk serta berhenti dari situ itu susah. Hidup kita masih panjang, masih banyak kesempatan," lanjutnya.

Film Penerbangan Terakhir merupakan produksi Visual Media Studio (VMS) di bawah arahan sutradara Benni Setiawan. Drama yang mengupas kehidupan di balik awan ini dijadwalkan akan menyapa penonton di bioskop mulai 15 Januari 2026. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya