Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENULIS naskah kenamaan Gina S Noer kembali membawa narasi mendalam lewat film terbarunya, Esok Tanpa Ibu.
Dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Senin (9/1) lalu, Gina memaparkan bahwa film ini bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara kecerdasan buatan (artificial intelligence), sosok ibu, dan lingkungan hidup.
"Ketika kita bicara soal ibu, AI (artificial intelligence*, dan lingkungan, ada benang merah antara ibu sebagai manusia, ibu pertiwi, dan ibu bumi," ujar Gina.
Film ini menyoroti kisah seorang remaja berusia 16 tahun yang dunianya runtuh setelah sang ibu dinyatakan koma.
Untuk membasuh rasa sedih yang mendalam, ia beralih ke teknologi AI ciptaan temannya. Teknologi ini dirancang sedemikian rupa agar mampu meniru suara, wajah, hingga kepribadian ibunya secara presisi.
Namun, kehadiran "ibu digital" ini justru memicu badai baru. Muncul dilema moral yang mempertanyakan hakikat kehadiran seorang ibu, sekaligus menguji kerenggangan hubungan antara ayah dan anak.
Melalui premis ini, Gina ingin mengajak penonton melihat bagaimana teknologi bisa menjadi pedang bermata dua dalam mengelola duka manusia.
Lebih jauh, Gina melihat adanya korelasi erat antara cara manusia memperlakukan alam dengan cara mereka memperlakukan sesamanya, khususnya perempuan.
Baginya, penghormatan terhadap alam dan perempuan adalah dua hal yang saling memengaruhi dan tidak dapat dipisahkan.
"Semakin kita menghargai ibu bumi, maka kita akan semakin menghargai perempuan. Sejarah menunjukkan, ketika perempuan dihargai, dunia bisa menjadi lebih baik," jelasnya.
Di tengah laju perkembangan teknologi yang kian pesat, Gina mengingatkan bahwa kecanggihan algoritma tetap harus berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dasar. Kemajuan tersebut tidak boleh membuat kita melupakan asal-usul sebagai makhluk yang bergantung pada alam.
"Kita boleh percaya pada kecepatan teknologi, tetapi kita juga harus ingat bahwa akar kemanusiaan kita berasal dari ibu bumi," tegas Gina.
Sebagai penutup narasinya, Gina menyelipkan simbolisme kuat dalam film ini melalui adegan kuncup bunga yang tumbuh di atas tanah gersang. Visual ini bukan sekadar pemanis, melainkan sebuah representasi harapan yang tetap bisa muncul di tengah keputusasaan.
"Maknanya sederhana. Kehidupan selalu mencari jalan. Di tengah kekeringan dan kehilangan, harapan tetap bisa tumbuh," pungkasnya.
Melalui Esok Tanpa Ibu, Gina S. Noer tampaknya ingin menyampaikan pesan bahwa meski teknologi mampu meniru fisik dan suara, esensi kehidupan dan pemulihan duka yang sejati tetap bersumber dari koneksi kita terhadap kemanusiaan dan alam semesta. (Ant/Z-1)
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Samsara, film tanpa dialog berwarna hitam putih karya sutradara peraih beragam penghargaan nasional dan internasional, Garin Nugroho, akan membuka festival pada 30 November 2024.
Peneliti Koalisi Seni Ratri Ninditya menyebut pakta integritas seperti yang dibentuk Aprofi bisa menjadi contoh baik untuk dijadikan panduan bersama dalam menciptakan ruang aman kerja film
Dapur Napi bercerita tentang Laila, mantan napi yang hendak kembali melanjutkan hidup dengan membuka restoran, mendapat penolakan dari pihak keluarga korban dan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved