Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Nirina Zubir kembali menunjukkan dedikasi luar biasanya di dunia seni peran. Dalam film terbaru karya sutradara Hadrah Daeng Ratu yang berjudul Jangan Buang Ibu, Nirina bertransformasi secara drastis untuk memerankan karakter Ristiana melalui tiga fase usia yang berbeda.
Tidak tanggung-tanggung, Nirina harus memerankan tokoh tersebut mulai dari masa produktif di usia 30-an, fase paruh baya di usia 50-an, hingga memasuki usia senja yakni 70 tahun.
Perubahan fisik yang signifikan ini menuntut proses tata rias prostetik yang sangat detail dan memakan waktu lama.
Saat peluncuran poster dan temu pemeran di kawasan Senayan, Jakarta, akhir pekan lalu, Nirina menceritakan pengalamannya menghabiskan waktu berjam-jam di depan cermin.
"Tiga setengah, empat jam bahkan (make up) berkaca saja tuh masih kaget menjadi 70 tahun tuh seperti apa," ujar Nirina, dikutip Kamis (19/3).
Totalitas ini mengharuskan Nirina datang jauh lebih awal daripada jajaran pemain lainnya. Ia mengaku baru kali ini benar-benar merasakan makna dari istilah pre-call dalam produksi film.
Ia harus berada di kursi rias empat jam sebelum jadwal pengambilan gambar dimulai.
Tidak hanya datang paling awal, Nirina juga menjadi orang terakhir yang meninggalkan lokasi syuting.
Hal ini disebabkan karena proses pembersihan lapisan riasan prostetik yang tebal membutuhkan waktu ekstra setelah seluruh kru dan pemain lain selesai bekerja.
Tantangan bagi Nirina tidak berhenti pada kursi rias. Proses syuting terasa semakin berat karena ia harus mengenakan riasan prostetik tersebut di bawah kondisi cuaca yang ekstrem.
Meski fisik merasa tidak nyaman, sutradara Hadrah Daeng Ratu memberikan pujian atas kesabaran dan profesionalisme Nirina yang tetap konsisten menjaga emosi karakter Ristiana.
Film produksi Leo Pictures ini merupakan adaptasi dari novel populer berjudul Jangan Buang Ibu, Nak! karya Wahyu Dera Priangga.
Film ini direncanakan hadir untuk menyentuh hati penonton pada masa liburan 2026.
Meski sudah diperkenalkan ke publik, produser Agung Saputra belum merinci tanggal pasti penayangan film ini di bioskop. Namun, Nirina Zubir secara pribadi berharap agar film yang juga dibintangi oleh Dwi Sasono dan Amanda Manopo ini tidak dirilis terlalu mepet dengan Hari Natal.
Harapannya, para pencinta film Indonesia tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menyaksikan kisah haru ini, mengingat antusiasme yang sudah terlihat sejak acara peluncuran film tersebut. (Ant/Z-1)
Bagi Reza Rahadian, bergabung dalam jagat sinema Suzzanna merupakan penantian yang cukup panjang.
Mengisi suara karakter robot bernama Batik, Bimo tidak hanya sekadar memberikan vokal mekanis, melainkan menghadirkan sosok pelindung yang terinspirasi dari realitas kehidupan keluarga.
Pendampingan orangtua selama film berlangsung sangatlah krusial untuk memberikan pemahaman yang tepat kepada anak.
Menyaksikan tontonan yang tidak sesuai klasifikasi usia merupakan ancaman nyata bagi tumbuh kembang anak.
Film panjang perdana sutradara Tumpal Tampubolon, Crocodile Tears, akhirnya dijadwalkan menyapa penonton Indonesia mulai 7 Mei 2026.
Awalnya, saat menerima peran ini, Nirina ingin mempersembahkan perannya sebagai surat cinta untuk kedua anaknya, yang saat ini berusia 16 tahun dan menjelang 14 tahun.
NIRINA Zubir akan menjajal kemampuan barunya sebagai komika dalam panggung Stand Up Comedy. Ia akan me-roasting Fedi Nuril
Nirina Zubir menceritakan ada kesamaan latar belakang kisah hidup antara dirinya dengan Party, karakter yang dimainkannya di serial Ratu-ratu Queens: The Series.
Palari Films kini merilis Ratu Ratu Queens: The Series yang menjadi serial orisinal Netflix Indonesia dan dibintangi Nirina Zubir.
FILM Tinggal Meninggal tayang mulai hari ini, 14 Agustus 2025, di XXI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved