Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
VISINEMA Studios resmi merilis film terbaru mereka, Na Willa, di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026. Menyertai peluncuran film tersebut, lagu tema orisinal (Original Motion Picture Soundtrack) berjudul Sikilku Iso Muni juga resmi diperkenalkan kepada publik.
Untuk menggarap lagu ini, Visinema kembali memercayakan proses kreatifnya kepada trio produser Laleilmanino.
Kolaborasi ini melanjutkan kesuksesan kerja sama sebelumnya dalam lagu Selalu di Nadimu untuk film Jumbo.
Berbeda dari karya sebelumnya, lagu Sikilku Iso Muni dibawakan langsung oleh dua aktor utama film tersebut, yakni Luisa Adreena dan Azamy Syauqi.
Personel Laleilmanino, Nino, menyatakan rasa bangganya dapat kembali bekerja sama dengan sutradara Ryan Adriandhy. Menurutnya, lagu ini membawa pesan mendalam mengenai proses kedewasaan.
"Kami merasa terhormat bisa kembali bekerja sama dengan Ryan Adriandhy (Sutradara Film) dan Visinema Studios untuk Sikilku Iso Muni. Bagi kami, lagu Sikilku Iso Muni ingin memberikan pelajaran pada teman-teman, bahwa kehilangan bukanlah akhir, tetapi merupakan sebuah perjalanan baru,” ujar Nino dalam keterangan pers yang diterima, Minggu (22/3).
Lirik dan nuansa lagu Sikilku Iso Muni diadaptasi langsung dari peristiwa serta dialog dalam novel karya Reda Gaudiamo yang menjadi dasar cerita film ini. Ryan Adriandhy mengungkapkan bahwa salah satu bab dalam novel tersebut telah memberinya inspirasi visual untuk sebuah adegan musikal yang ceria.
“Saat membaca novelnya, ada satu bab ketika Na Willa menjenguk Dul. Bu Reda menuliskan dengan sangat indah sekali. Tulisannya, ‘Dul dengan bangga bilang bahwa sikilku iso muni (kakiku bisa berbunyi). Lalu aku dan Dul menyanyi berdua, dan Mak dari pinggir memperhatikanku dengan mata basah.’," tutur Ryan.
Ryan menilai momen tersebut adalah jantung dari cerita yang harus diwujudkan dalam bentuk audio visual. Ia meyakini tangan dingin Laleilmanino mampu menghidupkan suasana emosional namun tetap ceria dalam adegan tersebut.
"Ini ada satu momen di novel yang memang tidak dijelaskan mereka nyanyinya seperti apa, namun aku merasa ini adalah jantung cerita yang sayang jika tidak disertakan dalam alih wahana audio visual. Dan menurutku Laleilmanino adalah orang yang tepat untuk menggarapnya,” imbuhnya.
Saat ini, lagu Sikilku Iso Muni sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital. Selain itu, video musiknya juga telah tersedia di kanal YouTube untuk memberikan gambaran lebih luas bagi penonton mengenai dunia Na Willa. (Ant/Z-1)
The King's Warden sendiri merupakan sebuah drama sejarah atau sageuk yang mengangkat kisah emosional Raja Danjong, raja keenam dari Dinasti Joseon yang penuh dengan intrik politik.
Leo Pictures perkenalkan 10 aktor baru hasil online casting untuk film Jangan Buang Ibu. Simak daftar pemain dan perjalanan sukses Saputra Kori di sini.
Rio Dewanto menegaskan bahwa Pelangi di Mars dirancang agar pesan dan ceritanya dapat dicerna dengan baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Dalam film Jangan Buang Ibu, Nirina Zubir bertransformasi secara drastis untuk memerankan karakter Ristiana melalui tiga fase usia yang berbeda.
Bagi Reza Rahadian, bergabung dalam jagat sinema Suzzanna merupakan penantian yang cukup panjang.
Penyanyi Virgoun didapuk sebagai salah satu pengisi lagu utama film Senin Harga Naik dengan karyanya yang berjudul Saat Kau Telah Mengerti.
Menurut Dewi Gita, membuat soundtrack sulit karena penulis lagu harus menyesuaikan dengan cerita film serta tujuan dari film tersebut.
Pementasan Musikal Perahu Kertas akan menyajikan total 21 lagu, di mana 18 di antaranya merupakan lagu baru yang diciptakan khusus.
Star Flower dari Chilli Beans mencoba menerjemahkan berbagai manifestasi "cahaya" yang menjadi inti cerita anime Love Through a Prism.
Sutradara Fajar Martha Santosa ingin memastikan penonton Film Sebelum Dijemput Nenek dapat sepenuhnya tenggelam dalam narasi film tanpa terdistraksi oleh elemen musik vokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved