Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Tanpa Soundtrack, Fajar Martha Santosa Sajikan Pengalaman Horor Murni di Film Sebelum Dijemput Nenek

Basuki Eka Purnama
15/1/2026 14:17
Tanpa Soundtrack, Fajar Martha Santosa Sajikan Pengalaman Horor Murni di Film Sebelum Dijemput Nenek
Sutradara Fajar Martha Santosa(Instagram @fajarmarsan)

SUTRADARA Fajar Martha Santosa mengambil langkah berani dalam karya horor komedi terbarunya bertajuk Sebelum Dijemput Nenek. Berbeda dengan film layar lebar pada umumnya, Fajar memutuskan untuk tidak menyertakan lagu atau soundtrack sebagai latar suara yang mengiringi jalannya cerita.

Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Melalui diskusi panjang bersama produser dan penata musik, Fajar ingin memastikan penonton dapat sepenuhnya tenggelam dalam narasi film tanpa terdistraksi oleh elemen musik vokal. Menurutnya, absennya lagu akan membuat atmosfer film terasa lebih intens dan autentik.

"Untuk alasan yang sudah didiskusikan dengan produser juga dengan music director kami, kemudian kami sepakat untuk tidak menaruh soundtrack di dalam ini karena biar nuansanya lebih sinematik," ujar Fajar dalam konferensi pers pemutaran pratayang film tersebut di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (14/1).

Fajar menekankan bahwa pendekatan minimalis ini dipilih untuk menonjolkan elemen teknis lainnya. 

Selama 18 hari masa syuting di Sleman, tim produksi telah merancang detail suara yang cermat guna membangun ketegangan sekaligus unsur komedi secara bersamaan. 

Tanpa adanya lagu, fokus audiens diharapkan tertuju sepenuhnya pada intensitas adegan dan suara-suara latar organik yang menjadi instrumen utama penyampaian pesan.

Selain aspek teknis, Sebelum Dijemput Nenek juga mengusung pesan mendalam mengenai perspektif di dalam keluarga. 

Fajar ingin mengeksplorasi bagaimana setiap anggota keluarga seharusnya mampu memahami sudut pandang satu sama lain, terutama saat menghadapi konflik internal.

"Sebenarnya kami ingin menonjolkan bagaimana perspektif seharusnya dikelola dari anggota keluarga. Artinya kalau ibu kalian marah, kemudian apakah kalian tidak mau fit on her shoes, mencoba melihat dari sudut pandangnya dia gitu," kata Fajar menjelaskan visi ceritanya.

Keputusan meniadakan lagu ini juga sejalan dengan upaya tim produksi untuk memberikan diferensiasi di tengah maraknya film horor di Indonesia. Apalagi, karakter Nenek dalam film ini memiliki pengecohan plot (plot twist) yang kuat di akhir cerita. 

Suasana yang organik dan misterius dianggap lebih efektif untuk mendukung kejutan tersebut dibandingkan menggunakan lagu komersial.

Diproduseri oleh Sunil Samtani dari Rapi Films, film ini menggandeng deretan bintang populer seperti Angga Yunanda, Dodit Mulyanto, Oki Rengga, Wavi Zihan, hingga Nopek Novian. 

Kolaborasi para pemeran ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman horor yang lebih murni dan emosional bagi para pencinta film nasional.

Film Sebelum Dijemput Nenek dijadwalkan mulai tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 22 Januari 2026. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya