Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PROSES produksi film horor terbaru, Sebelum Dijemput Nenek, menyisakan beragam cerita unik bagi para pemerannya. Melampaui sekadar akting di depan kamera, para aktor seperti Sri Isworowati, Dodit Mulyanto, hingga Oki Rengga harus menghadapi tantangan fisik dan emosional yang cukup berat demi menghidupkan karakter mereka.
Tantangan fisik yang paling mencolok dialami oleh aktris senior Sri Isworowati. Demi memerankan sosok Nenek yang ikonik, ia harus merelakan wajahnya ditutupi riasan prostetik berbahan lateks setiap hari. Proses transformasi ini pun tidak main-main dan menuntut kesabaran ekstra.
"Ini pengalaman pertama saya menggunakan make up yang ditempel-tempel. Persiapannya dua jam sendiri dan tidak bisa bergerak-gerak. Saya menjalani proses ini terus selama syuting," ujar Sri Isworowati dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (14/1).
Hasil riasan yang begitu detail dan drastis ternyata membawa dampak tak terduga di lokasi syuting. Oki Rengga, yang berperan sebagai Kotrek, mengaku sempat "tertipu" oleh riasan tersebut.
Karena Sri selalu berada dalam balutan prostetik saat bekerja, Oki mengaku sama sekali tidak mengenali wajah asli sang aktris senior hingga proses syuting berakhir.
"Di lokasi dia make up terus, jadi nenek terus. Aku sampai penasaran aslinya seperti apa. Ternyata aslinya Ibu Sri begini, saya baru tahu aslinya sekarang," ungkap Oki sembari mengenang momen perkenalan mereka saat masa promosi film dimulai.
Tidak hanya urusan fisik, pendalaman karakter juga menjadi ujian tersendiri bagi komika Dodit Mulyanto. Dalam film ini, Dodit mendapatkan peran yang cukup menantang sebagai Akbar, saudara kembar dari karakter Hestu yang diperankan oleh aktor muda berbakat, Angga Yunanda.
Melihat totalitas Angga dalam adegan-adegan emosional, Dodit merasa terpacu untuk memberikan performa serupa.
Salah satunya adalah saat ia harus beradegan menangis, sebuah momen langka dalam karier aktingnya. Dodit bahkan mencoba memancing emosi sedih dengan membayangkan sosok ibu kandungnya agar air mata bisa mengalir secara natural. Namun, realita di lapangan ternyata berbeda dari ekspektasinya.
"Dan itu, aku di film ini adalah film pertama aku menangis gitu. Setelah aku peras-peras, tetap mataku bening. Tidak ada air mata hanya ingusan. Ingusan," kata Dodit dengan nada seloroh yang mengundang tawa.
Meski penuh dengan cerita jenaka di balik layar, dedikasi para pemain dalam mengolah emosi dan transformasi fisik ini diharapkan mampu memberikan pengalaman horor yang mencekam bagi penonton.
Keberhasilan para aktor dalam membawakan peran mereka ini dapat segera dibuktikan oleh pencinta film Indonesia saat Sebelum Dijemput Nenek tayang serentak di bioskop mulai 22 Januari 2026. (Ant/Z-1)
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Film Ghost in the Cell garapan sutradara Joko Anwar menjadi debut Magistus Miftah setelah ia berhasil menembus audisi yang diikuti ratusan pendaftar.
Dalam pidato kemenangannya di BAFTA, Robert Aramayo memberikan penghormatan kepada John Davidson, seorang aktivis sindrom Tourette yang menjadi inspirasi di balik pembuatan film I Swear.
Katyana Mawira secara terbuka mengungkapkan impiannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya (UK) demi mengejar gelar di bidang ilmu pasti.
Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Korea Selatan. Dua rising star generasi muda, Shin Eun Soo dan Yu Seon Ho, dikabarkan tengah menjalin hubungan asmara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved