Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Ardit Erwandha kembali muncul dalam kancah perfilman Indonesia dengan memainkan peran yang cukup berbeda dari karakter-karakter sebelumnya.
Dalam film Tunggu Aku Sukses Nanti, Ardit berhasil mendapatkan peran utama sebagai Arga, sosok anak laki-laki yang kerap dibandingkan dengan sepupu-sepupunya.
Sosok Arga dalam film ini nampaknya sangat menggambarkan pengalaman masyarakat luas yang kerap menjadi sasaran cibiran keluarga.
Di saat yang bersamaan, Arga juga digambarkan sebagai sosok yang gigih untuk membuktikan bahwa cibiran yang ditujukkan padanya itu salah.
Pada Konferensi Pers Tunggu Aku Sukses Nanti di XXI Epicentrum, Senin (9/3), Ardit mengungkapkan bahwa dirinya sangat mirip dengan karakter Arga.
Bahkan, ia menilai bahwa Naya Anindita, sutradara Tunggu Aku Sukses Nanti, memilih dirinya karena Naya mengetahui kehidupan Ardit yang sama seperti Arga.
“Kenapa Naya memilih saya karena dia tahu hidup saya seperti Arga,” kata Ardit.
Hal ini tentunya diverifikasi langsung oleh sang sutradara. Naya mengatakan bahwa ia dapat melihat sosok Ardit pada karakter Arga.
“Ketika saya membaca dan melihat script ini, saya bisa melihat Ardit sebagai pemeran yang terbaik untuk film ini,” kata Nayla pada konferensi pers tersebut.
Ardit juga berterima kasih atas peran Arga yang diberikan kepada dirinya.
“Bukan Arga yang belajar dari Ardit, tapi Ardit yang belajar banyak dari Arga tentang bagaimana memvalidasi perasaan. Jadi, terima kasih untuk peran Arga yang diberikan kepada saya,” tutur Ardit.
Tidak tanggung-tanggung, Ardit bahkan menyebutkan beberapa adegan Arga dalam film tersebut yang pernah ia alami di dunia nyata.
“Naik transum subuh-subuh itu saya. Bagi-bagi brosur itu saya. Muka kucel lecek, saya. Diputusin karena enggak punya duit, saya,” ungkap Ardit sambil tertawa.
Menurutnya, 70% bagian dari karakter Arga telah ada dalam dirinya sendiri sehingga ketika memainkan peran ini, ia menganggap sebagai suatu dokumenter kehidupannya.
Setelah aktif bermain peran dalam perfilman Indonesia, tentunya karier akting Ardit menjadi hal yang membuat para penggemar penasaran, terlebih ketika ia telah berhasil memainkan peran utama dalam Tunggu Aku Sukses Nanti.
Namun, nampaknya, Ardit belum memiliki ambisi khusus untuk menggali potensi aktingnya di masa depan.
“Saya sejujurnya tidak pernah berambisi harus begini, harus begini, enggak ada. Cuman, saat ditawarkan oleh Naya dan disetujui oleh Pak Sunil, saya ingin memberi semaksimal mungkin,” kata Ardit.
Menurut Ardit, peran dalam suatu film akan mencari aktornya sendiri dan tugasnya sebagai seorang aktor adalah untuk menjalani peran tersebut sebaik mungkin.
“Tawaran, sih, memang ada, tapi di luar komedi,” lanjutnya sambil bercanda.
Selain diperankan oleh Ardit Erwandha, film ini turut dibintangi oleh aktor dan aktris ternama, seperti Lulu Tobing, Ariyo Wahab, Sarah Sechan, Adzana Ashel, hingga Afgansyah Reza.
Film Tunggu Aku Sukses Nanti akan menemani perayaan Lebaran Anda. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 18 Maret 2026 nanti. (Z-1)
Film Tunggu Aku Sukses Nanti membawa premis yang cukup menarik dan spesifik tentang perkumpulan keluarga besar pada saat Lebaran.
Diperankan oleh Sarah Sechan, Tante Yuli dalam film Tunggu Aku Sukses Nanti menjadi salah satu karakter yang meninggalkan impresi kuat semenjak muncul dalam cuplikan film tersebut.
Berbeda dari tema film keluarga lainnya, Rapi Film menghadirkan Tunggu Aku Sukses Nanti yang membawa tema besar pada kumpul keluarga saat Lebaran.
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Diperankan oleh Sarah Sechan, Tante Yuli dalam film Tunggu Aku Sukses Nanti menjadi salah satu karakter yang meninggalkan impresi kuat semenjak muncul dalam cuplikan film tersebut.
Pernyataan Timothee Chalamet tersebut dengan cepat memicu reaksi dari berbagai penjuru, mulai dari penyanyi opera hingga koreografer internasional.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Film Ghost in the Cell garapan sutradara Joko Anwar menjadi debut Magistus Miftah setelah ia berhasil menembus audisi yang diikuti ratusan pendaftar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved