Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR peraih nominasi Piala Oscar, Timothée Chalamet, tengah menuai kritik tajam dari komunitas seni pertunjukan dunia. Gelombang protes ini dipicu oleh pernyataannya yang meremehkan balet dan opera sebagai bentuk seni yang sudah tidak dipedulikan oleh penonton modern.
Komentar kontroversial tersebut terlontar saat Chalamet berbincang dengan Matthew McConaughey di University of Texas, Februari lalu.
Dalam diskusi mengenai upaya pelestarian sinema, bintang film Dune itu membandingkan industri film dengan bentuk seni klasik, yang menurutnya sedang "sekarat".
"Saya tidak ingin bekerja di bidang balet, atau opera, atau hal-hal di mana pesannya seolah-olah, 'Hei, tolong jaga agar hal ini tetap hidup, meskipun tidak ada lagi yang memedulikannya'," ujar Chalamet.
Meski sadar ucapannya berisiko, ia segera menambahkan, "Hormat saya untuk semua orang di dunia balet dan opera."
Pernyataan tersebut dengan cepat memicu reaksi dari berbagai penjuru, mulai dari penyanyi opera hingga koreografer internasional.
Bintang Hollywood Jamie Lee Curtis turut bersuara melalui unggahan di Instagram Story-nya dengan bertanya, "Mengapa ada seniman yang menyerang seniman lainnya?"
Penyanyi mezzo-soprano asal Kanada, Deepa Johnny, menyebut pendapat Chalamet sebagai pandangan yang mengecewakan.
Ia menekankan bahwa seharusnya para seniman saling mendukung lintas disiplin untuk mengangkat nilai-nilai seni tersebut.
Kritik lebih pedas datang dari seniman Amerika, Franz Szony. Ia menyoroti perbedaan tingkat disiplin antara aktor film dan penari balet atau penyanyi opera.
"Dua bentuk seni klasik yang telah ada selama ratusan tahun, keduanya membutuhkan bakat dan disiplin luar biasa yang tidak akan pernah dimiliki pria ini," tulis Szony.
Ia juga menambahkan bahwa mengatakan 'tanpa rasa hormat' setelah mengucapkan sesuatu yang tidak sopan sebenarnya berarti 'saya tidak menghormati seni yang tidak saya mengerti.'
Komunitas balet tidak tinggal diam menghadapi label "tidak ada yang peduli" dari Chalamet.
Koreografer Martin Chaix berpendapat bahwa di tengah gempuran AI yang mengubah wajah perfilman, kehadiran manusia secara langsung dalam balet dan opera justru menjadi lebih esensial.
English National Ballet (ENB) bahkan menyajikan data untuk membantah klaim tersebut. Melalui media sosial, mereka memaparkan fakta bahwa seni ini masih sangat relevan:
Menariknya, Seattle Opera justru memanfaatkan blunder Chalamet sebagai strategi pemasaran yang cerdik. Alih-alih hanya marah, mereka memberikan diskon khusus untuk pertunjukan Carmen yang akan datang.
"Kami hanya ingin mengatakan, gunakan kode promo TIMOTHEE untuk mendapatkan potongan harga 14% di kursi tertentu. Timmy, kamu juga boleh menggunakannya," tulis pihak Seattle Opera di Instagram, merujuk pada candaan Chalamet yang mengaku "kehilangan 14 sen penonton" akibat komentarnya sendiri.
Hingga saat ini, pihak Chalamet belum memberikan komentar tambahan terkait reaksi berantai yang ditimbulkan oleh pernyataannya tersebut. (bbc/Z-1)
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Film Ghost in the Cell garapan sutradara Joko Anwar menjadi debut Magistus Miftah setelah ia berhasil menembus audisi yang diikuti ratusan pendaftar.
Dalam pidato kemenangannya di BAFTA, Robert Aramayo memberikan penghormatan kepada John Davidson, seorang aktivis sindrom Tourette yang menjadi inspirasi di balik pembuatan film I Swear.
Katyana Mawira secara terbuka mengungkapkan impiannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya (UK) demi mengejar gelar di bidang ilmu pasti.
AKTRIS Angelina Jolie mengungkapkan bahwa dirinya rela belajar bernyanyi opera selama 7 bulan demi film terbarunya. Diketahui Jolie bakal memainkan peran sebagai ikon opera Maria Callas
Opera yang dibawakan New Seoul Opera ini merupakan opera orisinal Korea yang memadukan budaya tradisional Korea dengan musik barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved