Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Blunder, Timothée Chalamet Sebut tidak Ada yang peduli dengan Balet dan Opera

Basuki Eka Purnama
09/3/2026 10:41
Blunder, Timothée Chalamet Sebut tidak Ada yang peduli dengan Balet dan Opera
Aktor Timothee Chalamet(AFP/Patrick T. Fallon)

AKTOR peraih nominasi Piala Oscar, Timothée Chalamet, tengah menuai kritik tajam dari komunitas seni pertunjukan dunia. Gelombang protes ini dipicu oleh pernyataannya yang meremehkan balet dan opera sebagai bentuk seni yang sudah tidak dipedulikan oleh penonton modern.

Komentar kontroversial tersebut terlontar saat Chalamet berbincang dengan Matthew McConaughey di University of Texas, Februari lalu. 

Dalam diskusi mengenai upaya pelestarian sinema, bintang film Dune itu membandingkan industri film dengan bentuk seni klasik, yang menurutnya sedang "sekarat".

"Saya tidak ingin bekerja di bidang balet, atau opera, atau hal-hal di mana pesannya seolah-olah, 'Hei, tolong jaga agar hal ini tetap hidup, meskipun tidak ada lagi yang memedulikannya'," ujar Chalamet. 

Meski sadar ucapannya berisiko, ia segera menambahkan, "Hormat saya untuk semua orang di dunia balet dan opera."

Reaksi Keras dari Para Seniman

Pernyataan tersebut dengan cepat memicu reaksi dari berbagai penjuru, mulai dari penyanyi opera hingga koreografer internasional. 

Bintang Hollywood Jamie Lee Curtis turut bersuara melalui unggahan di Instagram Story-nya dengan bertanya, "Mengapa ada seniman yang menyerang seniman lainnya?"

Penyanyi mezzo-soprano asal Kanada, Deepa Johnny, menyebut pendapat Chalamet sebagai pandangan yang mengecewakan. 

Ia menekankan bahwa seharusnya para seniman saling mendukung lintas disiplin untuk mengangkat nilai-nilai seni tersebut.

Kritik lebih pedas datang dari seniman Amerika, Franz Szony. Ia menyoroti perbedaan tingkat disiplin antara aktor film dan penari balet atau penyanyi opera.

"Dua bentuk seni klasik yang telah ada selama ratusan tahun, keduanya membutuhkan bakat dan disiplin luar biasa yang tidak akan pernah dimiliki pria ini," tulis Szony. 

Ia juga menambahkan bahwa mengatakan 'tanpa rasa hormat' setelah mengucapkan sesuatu yang tidak sopan sebenarnya berarti 'saya tidak menghormati seni yang tidak saya mengerti.'

Data Melawan Stigma

Komunitas balet tidak tinggal diam menghadapi label "tidak ada yang peduli" dari Chalamet. 

Koreografer Martin Chaix berpendapat bahwa di tengah gempuran AI yang mengubah wajah perfilman, kehadiran manusia secara langsung dalam balet dan opera justru menjadi lebih esensial.

English National Ballet (ENB) bahkan menyajikan data untuk membantah klaim tersebut. Melalui media sosial, mereka memaparkan fakta bahwa seni ini masih sangat relevan:

  • Lebih dari 200.000 orang menghadiri pertunjukan mereka secara langsung.
  • Konten digital mereka meraih lebih dari 65 juta impresi.
  • Keterlibatan aktif dari berbagai usia dan latar belakang melalui program pembelajaran kreatif.

Menjadi Peluang Pemasaran

Menariknya, Seattle Opera justru memanfaatkan blunder Chalamet sebagai strategi pemasaran yang cerdik. Alih-alih hanya marah, mereka memberikan diskon khusus untuk pertunjukan Carmen yang akan datang.

"Kami hanya ingin mengatakan, gunakan kode promo TIMOTHEE untuk mendapatkan potongan harga 14% di kursi tertentu. Timmy, kamu juga boleh menggunakannya," tulis pihak Seattle Opera di Instagram, merujuk pada candaan Chalamet yang mengaku "kehilangan 14 sen penonton" akibat komentarnya sendiri.

Hingga saat ini, pihak Chalamet belum memberikan komentar tambahan terkait reaksi berantai yang ditimbulkan oleh pernyataannya tersebut. (bbc/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya