Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA Wregas Bhanuteja membagikan kisah di balik proses penyutradaraan film drama supernatural terbarunya berjudul Para Perasuk.
Film ini diperkuat oleh deretan aktor ternama seperti Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, serta penyanyi internasional Anggun yang menandai debut layar lebarnya.
Dalam sesi press junket di Jakarta, Senin (9/3), Wregas mengungkapkan bahwa setiap pemain mendapatkan pendekatan penyutradaraan yang berbeda demi menghidupkan karakter mereka.
Angga Yunanda harus menghadapi tantangan fisik dengan belajar memainkan alat musik tiup selompret dari nol.
Wregas mengaku sangat terbantu dengan kemampuan memori fotografis yang dimiliki Angga.
“Meskipun dia enggak tahu nada tapi kalau dia tahu memori touch-nya bagus dan dialognya lancar, pasti akan tercapai. Kemampuan Angga itu sudah biasa tumbuh di layar kaca dulu yang mana hafalan itu menjadi sangat mutlak,” tutur Wregas.
Tantangan serupa dialami Chicco Kurniawan yang dituntut menguasai gitar listrik.
Wregas mengapresiasi kreativitas Chicco yang terlibat aktif dalam pengembangan detail karakter, seperti ide menggunakan tali rafia sebagai strap gitar.
Bagi Maudy Ayunda, ini merupakan kolaborasi pertamanya dengan Wregas. Sang sutradara mengaku percaya pada kemampuan Maudy karena latar belakangnya sebagai penulis lagu.
Wregas memberikan ruang kreatif bagi Maudy untuk merespons musik melalui gerakan personifikasi hewan.
“Aku yakin orang-orang kayak Maudy ini pasti fantasinya luar biasa. Itu cuma perlu dipantik saja dan keluar,” ujar Wregas.
Sementara itu, untuk Anggun, Wregas memanfaatkan karisma panggung sang penyanyi yang sudah terbentuk dari pengalaman konser panjang. Ia mengaku tidak menemukan banyak kesulitan dalam mengarahkan Anggun.
“Malah PR-nya enggak terlalu banyak bersama Anggun ini karena dia semi menjadi dirinya pada saat perform. Tinggal yang aku kulik momen kayak misalnya mengingat hal yang bikin dia sedih yang lebih personal,” imbuhnya.
Pendekatan unik diterapkan kepada Bryan Domani. Untuk memerankan karakter yang ambisius dan keras, sangat kontras dengan citra aslinya, Wregas mewajibkan Bryan berlatih menggunakan metronom selama sebulan sebelum mulai membaca naskah (reading).
“Sebelum mulai reading, aku membiarkan dia belajar tempo. Jadi enggak nyentuh skrip sama sekali, dia pokoknya sebulan itu belajar tempo aja pakai metronom, sehingga bisa masuk ke karakter,” jelas Wregas.
Film Para Perasuk sendiri mengeksplorasi kisah pencarian obsesif anak muda untuk menjadi perantara roh di tengah ancaman yang melanda desa mereka.
Melalui karya ini, Wregas berusaha membingkai fenomena kerasukan sebagai sebuah pengalaman komunal masyarakat, bukan sekadar tontonan yang eksotis. (Ant/Z-1)
Minat pada film nasional terus bertumbuh, pada 2025 dari 130 juta tiket bioskop yang terjual, sebanyak 60% di antaranya merupakan karya sineas lokal.
Berlatar di sebuah apartemen mewah di New York City, film They Will Kill You mengikuti kisah Asia (Zazie Beetz), seorang mantan narapidana yang mencoba menata ulang hidupnya.
Maudy Ayunda membawakan dua lagu sekaligus untuk soundtrack Para Perasuk yaitu Aku yang Engkau Cari dan Di Tepi Lamunan di bawah arahan produser musik Lafa Pratomo.
Meski proses aplikasi riasan memakan waktu, Angga Yunanda menyebut tantangan terberat justru muncul saat proses pembersihan setelah syuting selesai.
Kisah nyata pembebasan 36 sandera di Selat Malaka yang penuh ketegangan diangkat ke layar lebar dengan judul The Hostage's Hero.
Tim produksi menemukan bahwa Uluwatu bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang refleksi yang menawarkan keseimbangan antara kemewahan dan spiritualitas alam.
Sutradara Wregas Bhanuteja kembali dengan proyek terbarunya, Para Perasuk, sebuah karya sinema yang unik dan penuh terobosan.
Paa Perasuk menarik perhatian tidak hanya karena alur ceritanya yang unik tetapi juga karena berhasil mengandeng penyanyi internasional Anggun C. Sasmi untuk debut.
FILM produksi Rekata Studio karya sutradara Wregas Bhanuteja, Para Perasuk yang memiliki judul internasional Levitating, mendapat penghargaan CJ ENM Award pada ajang Asian Project Market.
Maudy mengagumi sejak lama karya-karya Wregas yang menurutnya berbeda dan berani dengan mengangkat isu-isu sosial
Para Perasuk akan bertabur bintang mulai dari Maudy Ayunda, Angga Yunanda hingga Anggun C Sasmi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved