Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Sentuhan Personal Wregas Bhanuteja dalam Mengarahkan Pemain Film Para Perasuk

Basuki Eka Purnama
10/3/2026 14:28
Sentuhan Personal Wregas Bhanuteja dalam Mengarahkan Pemain Film Para Perasuk
Sutradara Wregas Bhanuteja(ANTARA/Sri Dewi Larasati)

SUTRADARA Wregas Bhanuteja membagikan kisah di balik proses penyutradaraan film drama supernatural terbarunya berjudul Para Perasuk

Film ini diperkuat oleh deretan aktor ternama seperti Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, serta penyanyi internasional Anggun yang menandai debut layar lebarnya.

Dalam sesi press junket di Jakarta, Senin (9/3), Wregas mengungkapkan bahwa setiap pemain mendapatkan pendekatan penyutradaraan yang berbeda demi menghidupkan karakter mereka.

Tantangan Teknis dan Memori Fotografis

Angga Yunanda harus menghadapi tantangan fisik dengan belajar memainkan alat musik tiup selompret dari nol. 

Wregas mengaku sangat terbantu dengan kemampuan memori fotografis yang dimiliki Angga.

“Meskipun dia enggak tahu nada tapi kalau dia tahu memori touch-nya bagus dan dialognya lancar, pasti akan tercapai. Kemampuan Angga itu sudah biasa tumbuh di layar kaca dulu yang mana hafalan itu menjadi sangat mutlak,” tutur Wregas.

Tantangan serupa dialami Chicco Kurniawan yang dituntut menguasai gitar listrik. 

Wregas mengapresiasi kreativitas Chicco yang terlibat aktif dalam pengembangan detail karakter, seperti ide menggunakan tali rafia sebagai strap gitar.

Gali Imajinasi dan Karisma Panggung

Bagi Maudy Ayunda, ini merupakan kolaborasi pertamanya dengan Wregas. Sang sutradara mengaku percaya pada kemampuan Maudy karena latar belakangnya sebagai penulis lagu. 

Wregas memberikan ruang kreatif bagi Maudy untuk merespons musik melalui gerakan personifikasi hewan.

“Aku yakin orang-orang kayak Maudy ini pasti fantasinya luar biasa. Itu cuma perlu dipantik saja dan keluar,” ujar Wregas.

Sementara itu, untuk Anggun, Wregas memanfaatkan karisma panggung sang penyanyi yang sudah terbentuk dari pengalaman konser panjang. Ia mengaku tidak menemukan banyak kesulitan dalam mengarahkan Anggun.

“Malah PR-nya enggak terlalu banyak bersama Anggun ini karena dia semi menjadi dirinya pada saat perform. Tinggal yang aku kulik momen kayak misalnya mengingat hal yang bikin dia sedih yang lebih personal,” imbuhnya.

Metode Tempo untuk Karakter Ambisius

Pendekatan unik diterapkan kepada Bryan Domani. Untuk memerankan karakter yang ambisius dan keras, sangat kontras dengan citra aslinya, Wregas mewajibkan Bryan berlatih menggunakan metronom selama sebulan sebelum mulai membaca naskah (reading).

“Sebelum mulai reading, aku membiarkan dia belajar tempo. Jadi enggak nyentuh skrip sama sekali, dia pokoknya sebulan itu belajar tempo aja pakai metronom, sehingga bisa masuk ke karakter,” jelas Wregas.

Film Para Perasuk sendiri mengeksplorasi kisah pencarian obsesif anak muda untuk menjadi perantara roh di tengah ancaman yang melanda desa mereka. 

Melalui karya ini, Wregas berusaha membingkai fenomena kerasukan sebagai sebuah pengalaman komunal masyarakat, bukan sekadar tontonan yang eksotis. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya