Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM terbaru Wregas Bhanuteja, Para Perasuk menarik perhatian tidak hanya karena alur ceritanya yang unik tetapi juga karena berhasil mengandeng penyanyi internasional Anggun C. Sasmi untuk debut di layar lebar.
Namun, proses perekrutan Anggun sebagai Guru Asri, sang Perasuk utama Desa Latas, ternyata tidak berjalan mulus. Dimulai dengan melalui Direct Message (DM) Instagram yang sempat dicueki.
Anggun menceritakan momen awal komunikasi tersebut.
"Aku sebenarnya dikirimin sama Wregas, dikirimin DM di Instagram. Aku kan enggak kenal pada saat itu siapa itu Wregas ya, jadi aku diemin" kenang Anggun di Grand Indonesia (11/12).
Sebagai figur publik, Anggun mengaku sempat waspada dan mengabaikan pesan panjang tersebut.
"Kami juga cewek, ya biasa di-DM sama laki-laki, jadi takut. Udah aku cuekin. Terus pas aku lihat gitu, 'Uh panjang banget' gitu, udah aku cuekin aja" tambahnya.
Setelah seminggu berlalu, tim dari Rekata Studio menghubungi Anggun untuk menyampaikan maksud dan tujuan DM yang dikirim Wregas. Proses ini membuat Anggun mulai mencari tahu lebih dalam tentang sosok sutradara tersebut.
"Aku cari tahu dia di Google. Dilihatlah siapa itu Wregas dan aku lihat bahwa kamu tuh pernah terlibat di Cannes," ujar Anggun.
Akhirnya, pertemuan tatap muka pun terjadi. Wregas menggunakan strategi unik untuk memikat Anggun, ia mempresentasikan seluruh visi dan konsep film Para Perasuk, dalam Bahasa Prancis. "Presentasinya tuh pakai Bahasa Prancis, jadi yang lainnya bengong, yang lainnya enggak ngerti," Tambah Anggun.
Para Perasuk akan menjadi film layar lebar pertama dalam hidupnya, sebuah keputusan yang tidak ingin ia ambil secara sembarangan. Anggun menyadari pentingnya debut ini, apalagi di kancah perfilman Indonesia.
Anggun menghabiskan waktu berbulan-bulan menonton karya Wregas Bhanuteja untuk memastikan sutradara tersebut adalah sosok yang bisa dipercaya.
"Jadinya setelah berbulan-bulan, akhirnya ya wis, iyain aja. Karena kan gini loh, pertama kali main film. Apalagi di Indonesia," ucap Anggun. Keyakinan Anggun pada Wregas akhirnya mengantarkannya pada peran Guru Asri, Perasuk yang bertugas menyalurkan roh binatang ke para Pelamun di Alam Sambetan sebuah alam halusinasi penuh keindahan yang kontras dengan realita.
Sebagai Guru Asri, Anggun menunjukkan totalitas yang luar biasa. Ia ditugaskan untuk menciptakan 20 mantra fiktif yang menjadi kunci dalam pesta kerasukan.
Mantra-mantra tersebut dibuat Anggun hanya dengan mendengarkan komposisi musik ciptaan Mas Yennu Ariendra sekali, lalu masuk ruang rekaman tanpa skenario atau notasi. Ia membuat musik tersebut langsung, sesi tersebut hanya dilakukan dalam sekali take.
Debut Anggun di dunia akting ini melengkapi jajaran pemain bertabur bintang seperti Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan, yang juga menjalani latihan fisik dan musik yang intens. (Z-10)
MUSISI Raissa Anggiani sukses menggelar konser album ‘Kepada, Yang Terhormat’ di M Bloc Live House, Jakarta. Raissa menutup gelaran konser album dengan sempurna di Jakarta.
SEBAGAI bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial, penyanyi solo, Rossa, menyalurkan zakat mal senilai Rp500 juta untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah di Sumatra.
Rossa mengaku bahwa ini adalah pengalaman pertamanya terlibat dalam sebuah proyek seni di luar keperluan komersial.
Belum Siap Dewasa adalah lagu tentang perasaan takut tumbuh besar dan meninggalkan masa sekolah yang penuh tawa dan teman-teman.
PENYANYI muda Prince Poetiray berhasil menyabet penghargaan Pendatang Baru Terbaik Terbaik di AMI Awards 2025. Musisi berusia 11 tahun itu merebut penghargaan lewat lagu Selalu Ada di Nadimu.
Sutradara Wregas Bhanuteja kembali dengan proyek terbarunya, Para Perasuk, sebuah karya sinema yang unik dan penuh terobosan.
MESKI berasal dari dunia yang berbeda, Anggun C Sasmi dan Grace Tahir memiliki kesamaan nilai. Keduanya mengutamakan perawatan kulit (skincare) yang praktis.
KECANTIKAN sejati berawal dari kesehatan kulit, bukan dari usaha menutupi kekurangan. Karenanya, penyanyi Anggun C Sasmi bahkan menolak tren penggunaan whitening cream.
Pertunjukkan musik Snada Indonesia bakal berlangsung di ICE BSD, Tanggerang pada 5 Oktober 2025.
SEJUMLAH selebritas Tanah Air berduka atas kabar meninggalnya Paus Fransiskus. Mereka menyampaikan belasungkawa melalui akun media sosial pribadinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved