Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM produksi Rekata Studio karya sutradara Wregas Bhanuteja, Para Perasuk yang memiliki judul internasional Levitating, mendapat penghargaan CJ ENM Award pada ajang Asian Project Market yang menjadi rangkaian Busan International Film Festival (BIFF) 2024.
Diumumkan pada 8 Oktober 2024, Para Perasuk menjadi satu dari total delapan film yang mendapat penghargaan. Dalam Asian Project Market (APM) 2024, terdapat 30 proyek film yang turut berpartisipasi untuk dipresentasikan. APM, sebuah pasar investasi dan produksi film yang diadakan bersamaan dengan BIFF.
“Sebuah pengalaman yang sangat menyenangkan bertemu dengan sesama filmmakers dari seluruh Asia, dan para expert industri dari seluruh dunia yang hadir, berjejaring, dan sungguh berdedikasi terhadap apa yang mereka kerjakan. Kami sangat berterima kasih atas apresiasi ini dan berharap bisa menyelesaikan film dengan baik,” kata produser “Para Perasuk” Siera Tamihardja dalam keterangan pers yang diterima, Sabtu (12/10).
Baca juga : Film Para Perasuk Wregas Bhanuteja Terseleksi di Asian Project Market 2024 Busan
Saat ini, Para Perasuk tengah menjalani syuting dan dijadwalkan tayang pada 2025 di bioskop. Para Perasuk dibintangi para pemeran berbakat tanah air, Angga Yunanda, Anggun C. Sasmi, Maudy Ayunda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, Indra Birowo, dan Ganindra Bimo. Para Perasuk menjadi debut film panjang Anggun C. Sasmi, yang selama ini dikenal sebagai penyanyi internasional.
Diproduseri oleh Siera Tamihardja, Iman Usman, dan Amalia Fitriani Rusdi, Para Perasuk merupakan film co-produksi Indonesia, Singapura, dan Prancis. Film bergenre drama supernatural ini mengangkat cerita terkait sebuah desa yang masyarakatnya menganggap kerasukan roh menjadi suatu kepuasan dan kesenangan bersama. Bayu, bercita-cita untuk menjadi seorang perasuk dalam sebuah upacara pesta kerasukan massal. Di saat bersamaan, ia tumbuh menjadi tokoh sentral dalam mengatasi krisis yang mengancam keutuhan warga di desanya.
“Penghargaan ini merupakan bukti kepercayaan terhadap potensi film Indonesia yang semakin berkembang dari waktu ke waktu. Kami sangat bersemangat dan akan menggunakan kesempatan ini dengan bijak dan semoga tidak akan mengecewakan para penonton saat filmnya dirilis,” ujar Siera.
Adapun tahun ini adalah edisi ke-27 APM. Sebelumnya, ada 441 proyek film dari 44 negara yang mendaftar. Lalu, terpilih 30 proyek film panjang dari 17 negara yang dipilih untuk dipresentasikan. APM mencatat, proyek-proyek film yang berhasil lolos adalah film-film yang memiliki corak tema latar belakang politik, sosial dan budaya yang beragam dari berbagai negara Asia. (Z-9)
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Bryan Domani menjelaskan bahwa kesulitan utama bukan hanya terletak pada teknis memukul instrumen, melainkan pada sinkronisasi antara musik dan dialog.
Meski menghadapi beban fisik saat syuting film Para Perasuk, Maudy Ayunda memastikan bahwa ia tidak mengalami cedera serius.
Sutradara Wregas Bhanuteja kembali dengan proyek terbarunya, Para Perasuk, sebuah karya sinema yang unik dan penuh terobosan.
Paa Perasuk menarik perhatian tidak hanya karena alur ceritanya yang unik tetapi juga karena berhasil mengandeng penyanyi internasional Anggun C. Sasmi untuk debut.
Aktor Angga Yunanda berkolaborasi lagi dengan sutradara Wregas Bhanuteja dalam film Para Perasuk, namun ia mengakui bahwa tantangan yang dihadapi kali ini jauh melampaui ekspektasinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved