Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Maudy Ayunda Ungkap Tantangan Fisik dan Mental Perankan Laksmi di Film Para Perasuk

Basuki Eka Purnama
16/12/2025 07:31
Maudy Ayunda Ungkap Tantangan Fisik dan Mental Perankan Laksmi di Film Para Perasuk
Maudy Ayunda(Instagram @maudyayunda)

AKTRIS Maudy Ayunda berbagi kisah di balik layar mengenai tantangan intens yang ia hadapi saat memerankan karakter Laksmi dalam film terbaru, Para Perasuk, yang disutradarai oleh Wregas Bhanuteja. 

Peran Laksmi menuntut Maudy untuk keluar dari zona nyamannya, baik secara fisik maupun artistik.

Dalam konferensi pers, dikutip Selasa (16/12), Maudy menjelaskan bahwa tantangan fisik terbesar berasal dari tuntutan gerakan karakter Laksmi sebagai perasuk. Laksmi banyak melakukan adegan yang membutuhkan postur rendah, seperti merangkak atau berjongkok.

“Karena gerakannya ‘gerakan hewan’, itu banyakan di bawah, dalam arti jongkok atau merangkak, jadi yang lumayan terbebani dengkul saya, jadi akhir-akhir itu kerasa,” ujar Maudy.

Meski menghadapi beban fisik, Maudy memastikan bahwa ia tidak mengalami cedera serius. 

Maudy menekankan pentingnya peran pelatih yang selalu mengingatkan dirinya untuk melakukan pemanasan dan peregangan yang cukup. Pelatih juga menyarankan Maudy untuk melakukan pijat jika diperlukan, menjamin keselamatan selama proses produksi yang menantang.

Selain gerakan yang intens, kondisi lingkungan syuting turut menjadi tantangan fisik. Maudy harus bertahan dalam beberapa adegan yang memerlukan waktu lama dalam keadaan basah kuyup dan berinteraksi dengan lumpur. 

Tuntutan karakter Laksmi yang "nyeker" (tanpa alas kaki) di lokasi mana pun menambah tingkat kesulitan, meskipun ia mengaku lecet-lecet kecil adalah hal yang wajar. 

“Saya ada beberapa scene yang memang basah-basahan cukup lama ataupun berteman dengan lumpur, dan karena memang karakternya itu nyeker juga, jadi mau di manapun itu ya tetap harus nyeker gitu kan. Jadi ya mungkin lecet-lecet dikit okelah,” jelasnya.

Menyeimbangkan Koreografi dan Spontanitas

Di luar tantangan fisik, Maudy juga diuji dalam adegan menari. Adegan ini, menuntutnya, untuk menyeimbangkan antara koreografi yang dihafal dengan ruang eksplorasi dan spontanitas. 

Ia harus mampu bergerak sesuai pola, namun pada saat bersamaan, menunjukkan kondisi 'kehilangan kesadaran' sebagai perasuk, sambil tetap menjaga sinkronisasi dengan penari lain.

“Yang membuat challenging di sini adalah walaupun ada koreografi, tapi sebenarnya ada juga ruang untuk spontanitas dan ruang untuk eksplorasi sendiri,” ungkapnya. 

“Jadi mungkin itu yang lumayan sulit, karena tetap ada hafalan-hafalan. Kita juga harus bisa memperlihatkan kehilangan kesadaran, menyeimbangi itu semua,” tambah Maudy.

Maudy Ayunda mengakui menerima tawaran peran yang berada di luar zona nyamannya selalu memicu dua perasaan kontras. 

“Sebagai seseorang yang berseni peran tentunya kalau mendapatkan karakter yang di luar zona nyaman yang tidak biasanya saya pernah lakukan itu ada dua perasaan satu takut dan deg-degan luar biasa, tapi yang kedua juga senang sebenarnya karena mendapatkan mungkin tantangan atau ruang baru untuk belajar dan tumbuh lebih lagi,” tuturnya.

Film Para Perasuk menceritakan tentang sebuah desa fiksi tempat tradisi kerasukan roh dipandang sebagai pesta hiburan dan kepuasan bersama oleh penduduknya. 

Film ini turut dibintangi oleh Angga Yunanda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, dan Anggun C Sasmi.

Film Para Perasuk dijadwalkan akan ditayangkan perdana secara internasional di Sundance Film Festival 2026, yang akan berlangsung dari 22 Januari hingga 1 Februari 2026. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik