Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
DI balik adegan laga yang intens dan penuh ketegangan, film Ikatan Darah menyimpan cerita menarik tentang solidaritas para pemerannya.
Dalam acara peluncuran cuplikan dan poster di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026), para pemain berbagi kisah mulai dari cedera fisik hingga kegemaran mereka berburu kuliner selama proses syuting.
Bagi para aktor, membintangi film aksi bukan sekadar menghafal dialog, melainkan juga menuntut ketangkasan fisik yang mumpuni.
Livi Ciananta, pemeran karakter Mega, mengaku harus mendalami seni bela diri silat demi peran ini.
“Kesulitan pasti ada karena di sini aku harus belajar gaya baru, yaitu silat. Untungnya aku dibantu sama Kak Ismi dan juga Tim Uwais untuk latihan aksi,” ujar Livi.
Meski sempat mengalami cedera ringan, ia menganggap hal tersebut sebagai bagian dari proses pendalaman karakter.
Tantangan berbeda dihadapi Abdurrahman Arif atau yang akrab disapa Adul. Ia justru mengalami cedera saat sedang melakukan pemanasan sebelum mengambil adegan pengejaran.
Akibat rasa sakit yang meningkat pada kakinya, tim produksi sempat menunda proses syuting selama tiga jam.
Kondisi cuaca juga menjadi tantangan berat. Derby Romero, pemeran Bilal, menceritakan pengalamannya terkena heat stroke saat syuting di Semarang yang saat itu bersuhu cukup panas.
“Jadi kebetulan lagi panas, terus gue pakai hoodie. Adegannya juga lari sekitar 450 sampai 500 meter. Akhirnya, berasa mual, eh kena heat stroke sampai muntah air,” tutur Derby.
Beruntung, kehadiran tim medis yang sigap membuat kondisinya segera tertangani dengan baik.
Meski menguras tenaga, proses produksi film garapan sutradara Sidharta Tata ini tergolong efisien. Efisiensi waktu ini justru mempererat hubungan antar pemain di luar set.
Derby mengungkapkan bahwa mereka kerap menyelesaikan syuting pada sore hari, sehingga memiliki waktu luang untuk berkumpul.
“Setiap hari kita syuting selesainya sangat cepat, jam 4 atau jam 5 sore sudah selesai. Jadi, sampai di hotel kita langsung ngumpul dan pergi cari makan,” ungkap Derby.
Senada dengan Derby, Teuku Rifnu Wikana membeberkan bahwa momen kebersamaan mereka sering kali dihabiskan di salah satu tempat makan legendaris di Semarang, yaitu Restoran Sego Bancakan.
Menu-menu lokal seperti mangut manyung, koyor, telur dadar, hingga tempe mendoan menjadi favorit para pemain.
“Kita sampai ‘Waduh, habis duit gue’ karena dipakai untuk nongkrong. Di atas tempat syuting kita ada rumah makan terenak di Semarang, namanya Bancakan,” kata Wika.
Film Ikatan Darah menjadi debut Sidharta Tata dalam mengarahkan genre aksi murni.
Dengan dukungan koreografi dari Tim Uwais dan chemistry kuat yang terbangun di antara para pemainnya, film ini diharapkan mampu memberikan pengalaman visual yang segar bagi penonton.
Ikatan Darah dijadwalkan menyapa penonton di seluruh bioskop Indonesia mulai 30 April 2026. (Z-1)
Meskipun dikenal dengan latar belakang komedi, keterlibatan Rahmet Ababil di film Ikatan Darah disebut-sebut akan menjadi salah satu elemen paling "menonjol".
Setelah sebelumnya sukses mengarahkan serial Pertaruhan, Sidharta Tata menyebut film Ikatan Darah sebagai ambisi lama yang akhirnya mendapatkan momentum untuk diwujudkan.
Film Tiba-Tiba Setan memasangkan dua aktris ternama, Ratu Felisha dan Poppy Sovia, dalam sebuah kisah yang memadukan ketegangan mistis dengan bumbu komedi situasi.
Sutradara Wregas Bhanuteja mengungkapkan bahwa setiap pemain film Para Perasuk mendapatkan pendekatan penyutradaraan yang berbeda demi menghidupkan karakter mereka.
Memulai debut layar lebarnya melalui Harry Potter and the Goblet of Fire pada 2005, Katie Leung mengaku bahwa saat itu ia berada dalam posisi yang sangat rentan.
Meskipun dikenal dengan latar belakang komedi, keterlibatan Rahmet Ababil di film Ikatan Darah disebut-sebut akan menjadi salah satu elemen paling "menonjol".
Charitra Chandran akan memerankan Nefertari Vivi, karakter ikonik One Piece yang diperkenalkan sebagai pemburu bayaran berambut biru dengan masa lalu rahasia.
Diperankan oleh Sarah Sechan, Tante Yuli dalam film Tunggu Aku Sukses Nanti menjadi salah satu karakter yang meninggalkan impresi kuat semenjak muncul dalam cuplikan film tersebut.
Dalam film Tunggu Aku Sukses Nanti, Ardit Erwandha berhasil mendapatkan peran utama sebagai Arga, sosok anak laki-laki yang kerap dibandingkan dengan sepupu-sepupunya.
Pernyataan Timothee Chalamet tersebut dengan cepat memicu reaksi dari berbagai penjuru, mulai dari penyanyi opera hingga koreografer internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved