Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Menghadapi Serangan Rasisme, Charithra Chandran Andalkan Validasi Kreator One Piece

Basuki Eka Purnama
11/3/2026 11:50
Menghadapi Serangan Rasisme, Charithra Chandran Andalkan Validasi Kreator One Piece
Penampilan Charitra Chandran di serial One Piece(MI/Dok Netflix)

TERPILIH memerankan karakter dalam salah satu waralaba TV terbesar di dunia seharusnya menjadi momen perayaan bagi aktor mana pun. Hal itu dirasakan Charithra Chandran saat diumumkan bergabung dalam jajaran pemeran serial live-action Netflix, One Piece, untuk musim kedua.

Bintang serial Bridgerton ini akan memerankan Nefertari Vivi, karakter ikonik yang diperkenalkan sebagai pemburu bayaran berambut biru dengan masa lalu rahasia. 

Namun, alih-alih sambutan hangat, pengumuman casting ini justru memicu gelombang kritik dari sebagian penggemar. Fokus keberatan mereka bukan pada kemampuan akting Chandran, melainkan pada warna kulit sang aktris.

Melawan Standar Ganda di Industri Film

Dalam versi manga karya Eiichiro Oda, karakter Vivi digambarkan sebagai perempuan berkulit putih. 

Keputusan produser memilih aktor keturunan India memicu polemik, termasuk tuduhan ketidaksesuaian latar belakang budaya Alabasta, wilayah di One Piece yang terinspirasi dari Mesir Kuno.

Menanggapi pelecehan daring tersebut, Chandran sempat mengunggah beberapa pesan negatif di Instagram-nya dengan takarir sarkastik, 

"Terima kasih banyak atas semua dukungannya." 

Kepada BBC Newsbeat, ia merefleksikan bahwa perlakuan diskriminatif ini sayangnya masih menjadi realitas bagi aktor kulit berwarna.

"Saya pikir sebagai perempuan kulit berwarna di industri ini, sayangnya hal seperti ini sudah menjadi semacam status quo," ujar Chandran. "Ini sama sekali tidak bisa diterima, tapi saya bukan orang pertama di posisi ini, dan saya bukan yang terakhir."

Solidaritas Pemeran dan Pesan Universal

Di tengah badai kritik, Chandran mendapatkan dukungan penuh dari rekan-rekan pemerannya, termasuk aktor pemeran Wapol, Rob Colletti. 

Baginya, esensi One Piece justru terletak pada keberagaman karakter yang bersatu sebagai "keluarga pilihan".

"Di saat dunia terasa sangat terbelah dan orang-orang begitu terpolarisasi, pesan tentang mengejar impian, berbuat baik kepada teman, dan keluarga pilihan ini—bagaimana mungkin ada yang tidak setuju dengan itu?" tuturnya.

Validasi Tertinggi dari Oda Sensei

Bagi Chandran, di atas semua kebisingan media sosial, hanya ada satu pendapat yang paling krusial: sang kreator, Eiichiro Oda. Sang mangaka yang terlibat langsung dalam produksi Netflix ini menegaskan bahwa para pemeran musim kedua adalah "pilihan yang benar-benar sempurna."

"Jika Oda Sensei, sosok yang dari pikiran briliannya semua ini berasal, mengatakan, 'Kamu adalah orang yang tepat untuk memerankan karakter ini', bagi saya itulah satu-satunya validasi yang penting," tegas Chandran.

Ia berharap melalui perannya sebagai Vivi, ia dapat membuka pikiran penonton untuk melihat dunia dengan cara yang sedikit berbeda. Selebihnya, ia berkomitmen untuk memberikan performa terbaik demi memenuhi ekspektasi penggemar setia One Piece. (bbc/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya