Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Charithra Chandran Buka Suara Usai Tuai Protes di Serial One Piece Netflix

Thalatie K Yani
11/3/2026 09:00
Charithra Chandran Buka Suara Usai Tuai Protes di Serial One Piece Netflix
Bintang Bridgerton, Charithra Chandran, tanggapi reaksi negatif penggemar terkait perannya sebagai Nefertari Vivi di live-action One Piece Netflix.(IMDB)

TERPILIH menjadi bagian dari salah satu serial televisi terbesar di dunia seharusnya menjadi momen perayaan bagi setiap aktor. Namun, bagi Charithra Chandran, pengumuman dirinya sebagai pemeran Nefertari Vivi dalam serial live-action One Piece di Netflix pada 2024 justru datang bersama gelombang pro dan kontra.

Aktris yang dikenal melalui perannya di musim kedua Bridgerton ini mengaku belum terlalu mengenal karya orisinal Eiichiro Oda. Ia baru mulai mendalaminya setelah mendapatkan peran tersebut.

"Saya tidak percaya bagaimana saya belum pernah berinteraksi dengan One Piece sebelumnya, karena ini sangat besar," ujarnya kepada BBC Newsbeat. "Dan sekarang saya berada di semestanya, saya melihatnya benar-benar ada di mana-mana."

Sorotan pada Warna Kulit

Keputusan pemilihan pemain ini memicu reaksi keras dari sebagian kelompok penggemar. Namun, bukan ketidaktahuan Chandran terhadap materi sumber yang menjadi persoalan, melainkan warna kulit sang aktris.

Karakter Nefertari Vivi, seorang pemburu bayaran berambut biru yang diperkenalkan di musim kedua, digambarkan sebagai perempuan berkulit putih dalam versi manga. Chandran menghadapi gelombang komentar yang menyebut dirinya tidak tepat untuk peran tersebut, bahkan beberapa pihak mengkritik keputusannya menerima tawaran tersebut.

Menanggapi pelecehan daring tersebut, Chandran membagikan beberapa pesan negatif ke Instagram-nya dengan keterangan sarkastik. "Terima kasih banyak atas semua dukungan kalian."

"Saya pikir sebagai perempuan kulit berwarna di industri ini, sayangnya hal semacam ini merupakan status quo," kata Chandran. "Ini sama sekali tidak dapat diterima, tetapi saya bukan orang pertama di posisi ini, dan saya tidak akan menjadi yang terakhir."

Pesan Universal di Tengah Polarisasi

Chandran meyakini bahwa daya tarik universal One Piece terletak pada kelompok karakternya yang berasal dari latar belakang berbeda. Menurutnya, pesan tentang mengejar impian dan setia pada sahabat sangat relevan di tengah dunia yang terasa terpolarisasi.

Meski muncul keraguan terkait latar belakang etnisnya, Chandran berusaha tetap fokus memberikan yang terbaik untuk penggemar.

"Saya mencoba mengingat bahwa ini tidak selalu tentang saya sebagai pribadi. Saya harus melakukan yang terbaik untuk membuktikan kepada orang-orang bahwa saya cocok untuk ini, dan saya harap mereka menikmatinya," tuturnya. "Saya hanya harus menjalani kebenaran saya, setia pada diri saya sendiri."

Dukungan dari Sang Kreator

Di tengah badai kritik, Chandran mendapatkan pembelaan dari rekan sejawat dan sosok paling krusial, Eiichiro Oda, sang pencipta One Piece. Oda, yang terlibat langsung dalam produksi Netflix ini, menegaskan bahwa para pemeran musim kedua adalah pilihan yang tepat.

Dalam suratnya kepada penggemar, Oda menyatakan keyakinannya bahwa mereka adalah "pilihan yang benar-benar sempurna." Bagi Chandran, restu dari Oda Sensei adalah segalanya.

"Jika Oda Sensei, orang yang dari pikiran briliannya semua ini berasal, mengatakan, 'kamu adalah orang yang tepat untuk memerankan karakter ini', bagi saya itu adalah satu-satunya validasi yang [dibutuhkan]," pungkasnya. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya