Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA Joko Anwar kembali menggarap genre komedi yang dibalut elemen horor bertajuk Ghost in The Cell (Hantu di Penjara).
Proyek ini merupakan kolaborasi Joko dengan produser Tia Hasibuan di bawah bendera rumah produksi Come and See Pictures. Terakhir kali Joko Anwar menggarap film komedi adalah pada 2007 lewat Quickie Express.
"Ide unik film ini muncul dari pengalaman panjang saya dan Tia dalam membesut film-film horor sebelumnya," ujar Joko saat perkenalan pemeran film Ghost in The Cell di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat.
Ia menambahkan bahwa film-film horornya yang lalu, seperti Pengabdi Setan pertama dan kedua yang berlatar di rumah dan apartemen, serta Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) yang berlokasi di sebuah desa, masih memungkinkan karakter untuk melarikan diri jika ada hantu.
Maka, muncullah ide untuk menciptakan Ghost in The Cell dengan latar penjara. Tempat para narapidana yang dianggap tidak cocok untuk masyarakat terperangkap dan saling bermusuhan.
"Namun, ketika hantu muncul, mereka harus bekerja sama untuk bertahan hidup," jelas Joko.
Ghost in The Cell akan menampilkan deretan aktor ternama dan beberapa wajah baru. Sejumlah nama yang terlibat antara lain Abimana Aryasatya, Morgan Oey, Aming, Rio Dewanto, Danang Suryonegoro, dan Endy Arfian.
Selanjutnya Lukman Sardi, Mike Lucock, Yoga Pratama, Kiki Narendra, Arswendy Bening Swara, Dewa Dayana, Faiz Vishal, dan Tora Sudiro.
Turut bergabung pula Almanzo Konoralma, Haydar Salishz, serta aktor asal Malaysia Bront Palarae dan Ho Yuhang.
Joko Anwar menegaskan bahwa kombinasi antara ketegangan horor dan humor khasnya akan menjadi daya tarik utama film ini.
Dengan latar belakang penjara yang membatasi gerak karakter, Ghost in The Cell diharapkan mampu memberikan pengalaman sinematik yang berbeda dan menghibur.
Film Ghost in The Cell dijadwalkan akan dirilis di bioskop pada 2026. (Ant/Z-1)
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Setiap aktivitas dirancang berdasarkan misi utama Facebook: menciptakan hubungan yang tulus dan kebersamaan penuh tawa yang lahir dari partisipasi para pengguna di Indonesia.
“Film ini punya humor yang ngena banget. Bukan sekadar buat tertawa, tapi juga mengingatkan kita pada kejadian-kejadian absurd yang sering terjadi di sekitar kita."
JACKIE Chan kembali dengan film aksi terbarunya, The Shadow’s Edge. Film yang ditulis dan disutradarai oleh Larry Yang ini, sekilas mengingatkan pada film klasik The Police Story,
"Trailer kedua ini kayaknya makin nggak ada obat ya. Disuruh jadi Chips malah bikin kacau."
Roasting: Seni komedi unik! Humor tajam, sindiran cerdas, hiburan berkelas. Cari tahu cara memanggang teman dengan gaya!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved