Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Ringgo Agus Rahman membagikan bocoran mengenai konflik emosional yang ia perankan dalam film terbaru berjudul Esok Tanpa Ibu.
Dalam film yang memiliki judul internasional Mothernet itu, Ringgo memerankan sosok Hendi, seorang ayah yang harus menghadapi realitas pahit ketika peran sentral seorang ibu di rumah tangga tiba-tiba hilang.
Ringgo mengungkapkan bahwa naskah film ini menjadi refleksi mendalam bagi laki-laki, terutama dalam hal kemandirian emosional.
Ia menyebut karakter Hendi memiliki ketergantungan yang sangat besar kepada istrinya, Laras (diperankan oleh Dian Sastrowardoyo), terutama dalam menjalin komunikasi dengan anak laki-laki mereka, Rama atau Cimot (Ali Fikry).
"Jadi tamparannya di skrip film ini tuh kayak... Boleh gak, Go? Jangan terlalu mengandalkan istri dulu, lu juga dibutuhin," ujar Ringgo, dikutip Rabu (17/12).
Menurut Ringgo, konflik utama yang dihadapi Hendi adalah kekakuan dalam menyampaikan kasih sayang kepada anak laki-lakinya. Ia menilai fenomena ini jamak terjadi di kehidupan nyata, ketika sosok ibu sering kali menjadi satu-satunya "perekat" dan penerjemah perasaan di antara anggota keluarga laki-laki.
"Ini cowok-cowok nih gitu. Emang ada kecanggungan, karena enggak tahu ya, bahasa saya pikir. Saya sama bapak saya punya masalah itu juga, sama kakak saya yang laki-laki kadang ada juga. Kayak memang ibu tuh perekatnya gitu," jelasnya.
Ringgo menambahkan bahwa laki-laki cenderung merasa canggung untuk mengekspresikan kekaguman atau kasih sayang secara verbal kepada sesama pria. Hal ini sangat berbeda dengan perempuan yang cenderung lebih cair dalam berkomunikasi secara emosional.
"Kalau cowok sama cowok kan agak berat bilang, 'Kamu juga ganteng ya'. Thank you udah dibilang ganteng, tapi agak gimana ya gitu," canda Ringgo sambil menekankan betapa krusialnya sentuhan perempuan dalam menjaga keharmonisan keluarga.
Alur cerita Esok Tanpa Ibu menjadi semakin kompleks ketika Laras jatuh koma. Dalam situasi tersebut, Rama yang merasa kehilangan arah menemukan bantuan melalui teknologi Artificial Intelligence (AI) bernama i-BU.
Program AI ini mampu meniru wajah dan suara sang ibu, bahkan digunakan Rama sebagai stimulasi untuk merangsang kerja otak ibunya yang sedang tidak sadarkan diri.
Melalui pengalaman memerankan Hendi, Ringgo menyadari bahwa istilah-istilah seperti Ibu Kota atau Ibu Pertiwi lahir karena peran perempuan memang menjadi pusat dari segala sesuatu. Tanpa kehadiran sosok tersebut, keseimbangan dalam sebuah sistem—termasuk keluarga—akan goyah.
Film Esok Tanpa Ibu, yang juga dibintangi oleh Aisha Nurra Datau dan Bima Sena ini dijadwalkan akan menyapa penonton di bioskop seluruh Indonesia mulai 22 Januari 2026. (Ant/Z-1)
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Aktris Dian Sastrowardoyo mengalami insiden menegangkan saat menjalani proses syuting film Esok Tanpa Ibu di Lembang, Bandung, Jawa Barat.
FILM drama keluarga dengan sentuhan fiksi ilmiah (Sci-fi), Esok Tanpa Ibu segera tayang di bioskop, dibalut dengan pendekatan teknologi Artificial Intelligence (AI)
Beradu peran dengan Quinn Salman dan Michelle Yuri di film Nala: Dengar Aku Juga memberikan pelajaran berharga bagi Ringgo mengenai perbedaan karakter anak.
Bagi Ringgo Agus Rahman, dinamika kehidupan berkeluarga telah mengubah prioritas bicaranya secara drastis.
Memerankan sosok Mang Dedi, yang sedianya sebagai seorang penagih utang kemudian beralih fungsi sebagai sosok ayah, membuat Ringgo teringat momen-momen bersama sang anak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved