Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ringgo Agus Rahman Ungkap Konflik Ayah-Anak di Film Esok Tanpa Ibu

Basuki Eka Purnama
17/12/2025 07:27
Ringgo Agus Rahman Ungkap Konflik Ayah-Anak di Film Esok Tanpa Ibu
Aktor Ringgo Agus Rahman (kiri) saat tampil di film Eson Tanpa Ibu(imdb)

AKTOR Ringgo Agus Rahman membagikan bocoran mengenai konflik emosional yang ia perankan dalam film terbaru berjudul Esok Tanpa Ibu

Dalam film yang memiliki judul internasional Mothernet itu, Ringgo memerankan sosok Hendi, seorang ayah yang harus menghadapi realitas pahit ketika peran sentral seorang ibu di rumah tangga tiba-tiba hilang.

Ringgo mengungkapkan bahwa naskah film ini menjadi refleksi mendalam bagi laki-laki, terutama dalam hal kemandirian emosional. 

Ia menyebut karakter Hendi memiliki ketergantungan yang sangat besar kepada istrinya, Laras (diperankan oleh Dian Sastrowardoyo), terutama dalam menjalin komunikasi dengan anak laki-laki mereka, Rama atau Cimot (Ali Fikry).

"Jadi tamparannya di skrip film ini tuh kayak... Boleh gak, Go? Jangan terlalu mengandalkan istri dulu, lu juga dibutuhin," ujar Ringgo, dikutip Rabu (17/12).

Kecanggungan Komunikasi Antarlaki-laki

Menurut Ringgo, konflik utama yang dihadapi Hendi adalah kekakuan dalam menyampaikan kasih sayang kepada anak laki-lakinya. Ia menilai fenomena ini jamak terjadi di kehidupan nyata, ketika sosok ibu sering kali menjadi satu-satunya "perekat" dan penerjemah perasaan di antara anggota keluarga laki-laki.

"Ini cowok-cowok nih gitu. Emang ada kecanggungan, karena enggak tahu ya, bahasa saya pikir. Saya sama bapak saya punya masalah itu juga, sama kakak saya yang laki-laki kadang ada juga. Kayak memang ibu tuh perekatnya gitu," jelasnya.

Ringgo menambahkan bahwa laki-laki cenderung merasa canggung untuk mengekspresikan kekaguman atau kasih sayang secara verbal kepada sesama pria. Hal ini sangat berbeda dengan perempuan yang cenderung lebih cair dalam berkomunikasi secara emosional.

"Kalau cowok sama cowok kan agak berat bilang, 'Kamu juga ganteng ya'. Thank you udah dibilang ganteng, tapi agak gimana ya gitu," canda Ringgo sambil menekankan betapa krusialnya sentuhan perempuan dalam menjaga keharmonisan keluarga.

Teknologi AI sebagai Jembatan Emosi

Alur cerita Esok Tanpa Ibu menjadi semakin kompleks ketika Laras jatuh koma. Dalam situasi tersebut, Rama yang merasa kehilangan arah menemukan bantuan melalui teknologi Artificial Intelligence (AI) bernama i-BU. 

Program AI ini mampu meniru wajah dan suara sang ibu, bahkan digunakan Rama sebagai stimulasi untuk merangsang kerja otak ibunya yang sedang tidak sadarkan diri.

Melalui pengalaman memerankan Hendi, Ringgo menyadari bahwa istilah-istilah seperti Ibu Kota atau Ibu Pertiwi lahir karena peran perempuan memang menjadi pusat dari segala sesuatu. Tanpa kehadiran sosok tersebut, keseimbangan dalam sebuah sistem—termasuk keluarga—akan goyah.

Film Esok Tanpa Ibu, yang juga dibintangi oleh Aisha Nurra Datau dan Bima Sena ini dijadwalkan akan menyapa penonton di bioskop seluruh Indonesia mulai 22 Januari 2026. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik