Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Film Esok Tanpa Ibu Segera Tayang, Drama Keluarga dengan Teknologi AI

Rifaldi Putra Irianto
19/1/2026 19:12
Film Esok Tanpa Ibu Segera Tayang, Drama Keluarga dengan Teknologi AI
Konferensi pers Film Esok Tanpa Ibu di Jakarta, Senin (19/1).(Rifaldi/MI)

FILM drama keluarga dengan sentuhan fiksi ilmiah (Sci-fi), Esok Tanpa Ibu segera tayang di bioskop, menawarkan kisah berbeda dari film Indonesia umumnya, menghadirkan sebuah kisah keluarga yang dibalut dengan pendekatan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Film itu digarap Sutradara asal Malaysia, Ho Wi-Ding, dengan aktris Dian Sastro berperan sebagai sosok Ibu berbasis teknologi AI, pun terlibat dalam film Ringgo Agus Rahman (Ayah) dan Ali Fikry (Rama).

“Perjalanan film ini cukup panjang, akhirnya kami sampai di pekan yang di mana kami akan merilis film ini. (Film) dimulai sekitar tahun 2020, kemudian kami juga sudah mulai bertemu penonton dari Busan Internasional Film Festival (2025), kemudian di JAFF, dan juga sudah ada beberapa nobar sampai saat ini. Saya sangat happy karena sambutannya cukup positif,” kata Produser Film Esok Tanpa Ibu, Shanty Hermayn, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (19/1).

Dijelaskan Shanty, dengan film yang memiliki cerita cukup kompleks dengan teknologi AI menjadi salah satu sorotan utama, membuat proses ide cerita berjalan cukup panjang. Selain itu film ini juga menghadirkan kolaborasi dari sejumlah rumah produksi, termasuk keterlibatan rumah produksi asal Singapura.

”Pengembangan skrip dimulai tahun 2020. Karena kami tahu kami mau menelusuri sebuah ide yang cukup menarik tapi kompleks, jadi kami perlu sekali memikirkan ini dengan baik. Kemudian dari segi produksi, ini juga bukan hanya Base yang ada di sini, ini juga kolaborasi saya dengan Dian (Bencon Film) hingga kamijuga berkolaborasi dengan, Refinery Media asal Singapura,” jelas Shanty

Film Esok Tanpa Ibu, mengambil kisah Rama yang tak sejalan dengan Ayahnya , dan hanya dekat dengan Ibunya harus menghadapi situasi sulit ketika Ibunya jatuh koma. Saat mulai terpuruk, Rama menemukan bantuan tak terduga dalam i-BU: sebuah AI ciptaan temannya yang membuat Rama bisa melihat wajah, suara, dan bahkan menjadikan AI tersebut alat bantu untuk merangsang kerja otak Ibunya. 

“Saya harapkan film ini menjadi ruang reflektif, ruang dialog, dan juga mengenai keluarga, mengenai komunikasi, dan juga di tengah teknologi yang sangat-sangat cepat saat ini. Mudah-mudahan film ini jadi surat cinta untuk keluarga Indonesia,” tukas Shanty. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya