Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Iko Uwais Sebut Aksi Kekerasan Seharusnya Hanya Terjadi di Layar Lebar

Basuki Eka Purnama
12/3/2026 16:21
Iko Uwais Sebut Aksi Kekerasan Seharusnya Hanya Terjadi di Layar Lebar
Produser eksekutif film "Ikatan Darah" Iko Uwais (kanan) saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).(ANTARA/Abdu Faisal)

AKTOR sekaligus produser eksekutif, Iko Uwais, menekankan pentingnya mengalihkan energi agresivitas anak muda ke ranah kreatif. Menurutnya, aksi kekerasan yang kerap terjadi di dunia nyata sepatutnya berpindah ke layar lebar sebagai sebuah karya seni.

Pernyataan tersebut disampaikan Iko di sela peluncuran poster dan cuplikan (trailer) film laga terbaru produksi Uwais Pictures, Ikatan Darah, di kawasan Jakarta, Rabu (11/3). 

Film yang disutradarai Sidharta Tata ini menonjolkan seni bela diri pencak silat sebagai basis utama koreografi aksinya.

"Membuat sebuah aksi kekerasan itu memang sepatutnya harus di bioskop, bukan di kejadian yang nyata," ujar Iko Uwais dengan tegas.

Momentum Positif Generasi Muda

Iko menyoroti penurunan angka tawuran selama bulan Ramadan 2026 ini sebagai sebuah momentum positif. Ia menilai energi besar yang dimiliki anak-anak muda Indonesia akan jauh lebih bermanfaat jika digunakan untuk mengeksplorasi industri film nasional. Apalagi, kualitas film laga Indonesia kini semakin diakui dan mendapat tempat di pasar internasional.

Bagi Iko, pencapaian film Ikatan Darah yang sebelumnya sukses menggelar world premiere di Fantastic Fest 2025, Texas, Amerika Serikat (AS), serta tampil di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), merupakan bukti nyata daya saing lokal. 

Ia berharap kesuksesan ini memicu anak muda untuk berani bermimpi besar dan membangun visi yang jujur mengenai seni bela diri.

"Kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia itu bisa," kata Iko. 

Ia juga memuji tangan dingin sutradara Sidharta Tata yang berhasil mengemas peran utama perempuan dalam film tersebut sebagai simbol kekuatan yang menggugah para kritikus internasional.

Tren Bioskop 2026

Optimisme industri film nasional ini juga didukung oleh data pasar yang solid. Berdasarkan laporan Strength of Theatrical Exhibition 2025, kelompok usia 18 hingga 34 tahun menjadi penggerak utama industri bioskop dengan porsi mencapai 41% dari total penonton.

Tren penonton muda yang menyukai pengalaman menonton imersif melalui format layar besar (Premium Large Format) diprediksi akan terus menguat sepanjang 2026. Hal ini menjadi angin segar bagi film-film berkualitas yang siap rilis di sisa tahun ini.

Film Ikatan Darah, yang dibintangi Livi Ciananta, Derby Romero, Abdurrahman Arif, Ismi Melinda, Agra Piliang, dan Rahmet Ababil dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 30 April 2026. 

Melalui karya ini, Iko berharap masyarakat dapat mengapresiasi keindahan bela diri sebagai warisan budaya yang dikemas secara profesional dalam sebuah industri hiburan yang sehat. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya