Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA Sidharta Tata siap menggebrak layar lebar melalui film laga perdana arahannya yang bertajuk Ikatan Darah.
Melalui cuplikan (trailer) perdana yang baru saja dirilis, film ini menjanjikan koreografi bela diri yang intens, sekaligus menampilkan sisi berbeda dari aktor Derby Romero yang selama ini jarang terlihat di genre laga.
Keterlibatan Derby dalam proyek ini bukan sekadar tuntutan peran. Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah lama mendalami berbagai disiplin bela diri yang menjadi modal utama dalam mengeksekusi adegan-adegan fisik yang menantang.
"Kebetulan latar belakang (background) bela diri ada tinju (boxing), Muay Thai sama Brazilian Jiu-Jitsu," ujar Derby saat konferensi pers peluncuran poster dan cuplikan perdana Ikatan Darah di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (11/3).
Bagi Derby, terlibat dalam proyek ini adalah perwujudan dari impian lama. Kedisiplinan tim produksi dalam menggarap aspek laga membuatnya merasa sangat antusias selama proses pengambilan gambar.
"Dari dulu salah satu cita-citaku adalah bermain di film laga (action) seperti ini, karena yang terlibat punya latar belakang (background) bela diri. Selama syuting Ikatan Darah aku merasa menyenangkan (fun) banget," tambahnya.
Kualitas laga dalam film ini tidak lepas dari peran Iko Uwais sebagai produser eksekutif.
Melalui rumah produksi Uwais Pictures, Iko membawa standar internasional dalam mempresentasikan teknik bela diri profesional ke dalam industri film Indonesia.
Hal ini menjadi alasan utama mengapa jajaran aktor dipilih berdasarkan penguasaan teknik bela diri mereka.
Selain Derby, sejumlah pemeran lain juga membekali diri dengan kemampuan fisik mumpuni:
Proses syuting tidak luput dari tantangan ekstrem. Derby Romero menceritakan pengalamannya saat menghadapi gejala serangan panas (heat stroke) akibat suhu lokasi syuting yang sangat tinggi.
Namun, ia memuji kesigapan kru dalam melakukan pertolongan pertama sesuai standar medis.
"Kita di sini dijaga banget karena (penanganan) di sini tuh cepat banget, pakai ice pack (kompres es) dan segala macam," jelas Derby.
Tim produksi menerapkan metode pendinginan tubuh dari luar (external cooling) dengan menempelkan kompres es pada area pembuluh darah besar seperti leher, ketiak, dan selangkangan.
Langkah cepat ini terbukti efektif membantu pemulihan aktor di tengah lingkungan kerja luar ruangan yang berat, sekaligus menunjukkan profesionalitas produksi dalam menjaga keselamatan para talenta mereka. (Ant/Z-1)
Berlatar di sebuah apartemen mewah di New York City, film They Will Kill You mengikuti kisah Asia (Zazie Beetz), seorang mantan narapidana yang mencoba menata ulang hidupnya.
Maudy Ayunda membawakan dua lagu sekaligus untuk soundtrack Para Perasuk yaitu Aku yang Engkau Cari dan Di Tepi Lamunan di bawah arahan produser musik Lafa Pratomo.
Meski proses aplikasi riasan memakan waktu, Angga Yunanda menyebut tantangan terberat justru muncul saat proses pembersihan setelah syuting selesai.
Kisah nyata pembebasan 36 sandera di Selat Malaka yang penuh ketegangan diangkat ke layar lebar dengan judul The Hostage's Hero.
Tim produksi menemukan bahwa Uluwatu bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang refleksi yang menawarkan keseimbangan antara kemewahan dan spiritualitas alam.
Kedutaan Besar Prancis di Indonesia melalui Institut français d’Indonésie (IFI) =menghadirkan Clermont-Ferrand Night.
Film ini menampilkan pertarungan fisik berdarah-darah. Di sisi lain, elemen drama dalam film ini juga cukup kuat, terutama terkait hubungan persaudaraan.
Aktor Derby Romero berbagi pengalamannya mencicipi kuliner khas Danau Toba yang baru pertama kali ia datangi saat menjalani syuting film Wasiat Warisan di Samosir.
Untuk memerankan peran Mas Heru dengan maksimal di film Kemah Terlarang, Derby Romero belajar banyak hal mengenai bahasa Jawa dibantu orang-orang di sekitarnya.
Derby Romero menjelaskan terdapat tantangan dalam memainkan peran sebagai Mas Heru di film Kemah Terlarang, utamanya soal kendala bahasa,
Karena chemistry mereka begitu kuat, beberapa adegan antara Derby Romero dan Yunita Siregar sebagai Kaluna dan Danan harus diambil ulang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved