Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM laga pertarungan dan kejar-kejaran di tengah perkampungan padat penduduk sukses menghibur penonton yang menyaksikan. Film berjudul Ikatan Darah yang diproduksi Uwais Picture tersebut pertama kali diputar di Jogja Asian Film Festival (JAFF) pada Rabu (3/12) malam. Film ini menampilkan pertarungan fisik berdarah-darah. Di sisi lain, elemen drama dalam film ini juga cukup kuat, terutama terkait hubungan persaudaraan.
Tokoh utama dalam film ini adalah Mega yang diperankan dengan apik oleh Livi Ciananta. Ia pun berlatih bela diri pencak silat secara maksimal untuk dapat memerankan Mega, seorang atlet pencak silat yang sering memenangkan kejuaraan pencak silat. Livi pun mendapat bimbingan langsung dari Iko Uwais untuk berakting dalam film ini.
"Bermain di film aksi itu sulit, namun dibimbing Iko Uwais jadi mudah. Aku upgrade banyak di film ini," kata Livi yang memiliki kemampuan bela diri boxing.
Baginya, Ikatan Darah adalah film panjang ketiganya. "Film ini spesial, dan saya merasa beruntung bisa bekerja dengan Uwais Pictures, sutradara Sidharta Tata, dan jajaran pemain yang luar biasa," papar dia.
Dalam film ini, Livi beradu akting Derby Romero yang memerankan tokoh Bilal, kakak Mega. Ia menceritakan, bermain di film laga memang menguras fisiknya hingga lelah. Namun, ia merasa senang banget sehingga tidak pernah merasa mengeluh menjalani adegan demi adegan.
"Ini cita-cita sejak dulu (bermain di film laga). Kebetulan punya background muay thai dan boxing," terang dia.
Sutradara film Ikatan Darah, Sidharta Tata, mengatakan, film ini sebelumnya telah world premier di Fantastic Fest di Amerika Serikat pada September 2025. "Film ini sekarang pulang ke rumah (setelah tayang di Amerika)," terang Tata.
Film Ikatan Darah bisa sukses tidak lepas dari profesionalitas Uwais Team sehingga bisa menghasilkan visual aksi laga yang memukau. "Film ini penuh kekerasan tapi fun," ucap Tata.
Ironi Atlet
Ikatan Darah menceritakan seputar kehidupan Mega, seorang atlet pencak berprestasi. Ironisnya, karirnya harus terhenti karena cedera dan harus bekerja seadanya untuk menopang hidup keluarga. Kehidupan Mega dan keluarga menjadi berantakan setelah kakaknya, Bilal, kalah judi dan menggadaikan sertifikat rumah kepada rentenir. Suasana semakin kacau setelah Bilal membunuh sang rentenir, Henri.
Kematian Henri membuat sang kakak, Primbon, mengadakan perburuan berdarah dengan mengepung sebuah kampung, tempat Bilal bersembunyi. Demi ikatan darah, pertarungandi tengah gang-gang kecil perkampungan padat penduduk pun tidak terhidarkan.
Saat pemutaran di JAFF, film ini mendapat sambutan hangat para penonton. Sekitar lima kali penonton bertepuk tangan di tengah-tengah film, terutama usai adegan-adegan perkelahian dan pada bagian akhir film ketika foto Iko Uwais ditampilkan. (M-2)
Di Fantastic Fest 2025, Ikatan Darah akan ditayangkan selama empat kali jadwal penayangan, yakni pada 18 September dan 25 September, masing-masing dua kali jadwal tayang.
Dunia perfilman Indonesia akan semakin bergairah dengan hadirnya dua film aksi baru, Ikatan Darah dan Timur. Kedua film ini diproduksi oleh Uwais Pictures dan tayang pada 2025 ini
Uwais Pictures nantinya akan memiliki berbagai lini seperti pembiayaan film, pengembangan, packaging services film, dan produksi film-film laga
Sebagian besar hasil penjualan tiket film garapan aktor sekaligus sutradara debutan, Iko Uwais, akan disumbangkan bagi korban bencana Sumatra.
FILM Timur mulai diputar serentak di bioskop Tanah Air sejak 18 Desember 2025. Karya ini menandai debut Iko Uwais sebagai sutradara
Film ini mengolah kisah nyata heroik dan patriotik ke dalam balutan action drama sinematik yang emosional, dengan fokus utama pada nilai persaudaraan anak bangsa dan kemanusiaan
Kiat akting yang paling ditekankan Iko Uwais adalah menghilangkan keraguan, termasuk saat Aufa Assegaf diminta melakukan adegan laga di film Timur.
Adjustment yang dimaksud Iko sering terjadi karena kondisi set di lokasi yang mungkin tidak mendukung gerakan koreografi awal, sehingga memerlukan perubahan di menit-menit terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved