Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Iko Uwais Akui tak Latihan Koreografi Fighting dengan Aktor Lainnya di Film 'Timur'

Muhammad Ghifari A
04/12/2025 23:10
Iko Uwais Akui tak Latihan Koreografi Fighting dengan Aktor Lainnya di Film 'Timur'
Jajaran Film Maker dan Pemain FilmĀ Timur(MI/Ghifari)

PROSES produksi film aksi seringkali identik dengan latihan koreografi yang panjang dan berulang. Namun, sutradara sekaligus aktor utama film Timur, Iko Uwais, mengungkapkan metodenya dalam menggarap adegan pertarungan.

Ia tidak berlatih koreografi fighting dengan rekan-rekan aktornya seperti Aufa Assagaf atau Macho Hungan.

Iko secara gamblang menyatakan bahwa ia tidak pernah sekalipun bersentuhan atau berlatih satu pukulan pun dengan para pemain pendukung di luar lokasi syuting, terutama untuk adegan-adegan perkelahian terakhir.

"Saya sama sekali gak ada latihan sama tim semua. Saya fighting pada saat on the set," ujar Iko di Epicentrum (4/12).

"Saya bersentuhan satu tangan satu pukulan pun gak pernah. Sama Macho saya gak pernah latihan," sambungnya.

Keterangan ini kontras dengan Jimmy Kobogau (Sila) dan Aufa Assagaf, yang sebelumnya mengakui menjalani persiapan intensif selama dua bulan penuh untuk reading dan koreografi. Metode unik Iko ini menunjukkan tingkat kepercayaan dan profesionalisme yang sangat tinggi di dalam timnya.

Andalkan Insting dan Penyesuaian di Lokasi

Iko menjelaskan bahwa koreografi pertarungan telah dirancang oleh timnya, dipimpin oleh koreografer seperti Erick. Tugasnya sebagai sutradara adalah memastikan visi tersebut dieksekusi, dan sebagai aktor, ia mengandalkan insting serta kemampuannya menguasai Pencak Silat untuk tampil prima saat kamera mulai merekam.

"Yang pokoknya di kasih arahan sama Erick. Dia yang bikin semua, pokoknya saya ikut. Dan pada saat  on set gerakan si Erick sama tim saya sudah paham. Kita on action. Cuman coba-coba kita adjust," jelas Iko.

Adjustment yang dimaksud Iko sering terjadi karena kondisi set di lokasi yang mungkin tidak mendukung gerakan koreografi awal, sehingga memerlukan perubahan di menit-menit terakhir.

Ketergantungan pada adjustment mendadak saat syuting ini hanya mungkin dilakukan oleh seorang aktor dan koreografer dengan tingkat keahlian seperti Iko, yang mampu menterjemahkan gerakan secara instan di bawah tekanan.

Metode ini juga menyoroti peran Iko dalam menentukan alur keseluruhan, yang ia sebut sebagai dance dalam martial arts. Dengan memisahkan dirinya dari latihan teknis rutin, ia mungkin ingin memastikan bahwa penampilannya tetap segar dan penuh energi untuk eksekusi. 

Totalitas tim yang dibangun Iko menjadi kunci utama di balik keberaniannya untuk langsung eksekusi di depan kamera. (Z-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik