Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PROSES produksi film aksi seringkali identik dengan latihan koreografi yang panjang dan berulang. Namun, sutradara sekaligus aktor utama film Timur, Iko Uwais, mengungkapkan metodenya dalam menggarap adegan pertarungan.
Ia tidak berlatih koreografi fighting dengan rekan-rekan aktornya seperti Aufa Assagaf atau Macho Hungan.
Iko secara gamblang menyatakan bahwa ia tidak pernah sekalipun bersentuhan atau berlatih satu pukulan pun dengan para pemain pendukung di luar lokasi syuting, terutama untuk adegan-adegan perkelahian terakhir.
"Saya sama sekali gak ada latihan sama tim semua. Saya fighting pada saat on the set," ujar Iko di Epicentrum (4/12).
"Saya bersentuhan satu tangan satu pukulan pun gak pernah. Sama Macho saya gak pernah latihan," sambungnya.
Keterangan ini kontras dengan Jimmy Kobogau (Sila) dan Aufa Assagaf, yang sebelumnya mengakui menjalani persiapan intensif selama dua bulan penuh untuk reading dan koreografi. Metode unik Iko ini menunjukkan tingkat kepercayaan dan profesionalisme yang sangat tinggi di dalam timnya.
Iko menjelaskan bahwa koreografi pertarungan telah dirancang oleh timnya, dipimpin oleh koreografer seperti Erick. Tugasnya sebagai sutradara adalah memastikan visi tersebut dieksekusi, dan sebagai aktor, ia mengandalkan insting serta kemampuannya menguasai Pencak Silat untuk tampil prima saat kamera mulai merekam.
"Yang pokoknya di kasih arahan sama Erick. Dia yang bikin semua, pokoknya saya ikut. Dan pada saat on set gerakan si Erick sama tim saya sudah paham. Kita on action. Cuman coba-coba kita adjust," jelas Iko.
Adjustment yang dimaksud Iko sering terjadi karena kondisi set di lokasi yang mungkin tidak mendukung gerakan koreografi awal, sehingga memerlukan perubahan di menit-menit terakhir.
Ketergantungan pada adjustment mendadak saat syuting ini hanya mungkin dilakukan oleh seorang aktor dan koreografer dengan tingkat keahlian seperti Iko, yang mampu menterjemahkan gerakan secara instan di bawah tekanan.
Metode ini juga menyoroti peran Iko dalam menentukan alur keseluruhan, yang ia sebut sebagai dance dalam martial arts. Dengan memisahkan dirinya dari latihan teknis rutin, ia mungkin ingin memastikan bahwa penampilannya tetap segar dan penuh energi untuk eksekusi.
Totalitas tim yang dibangun Iko menjadi kunci utama di balik keberaniannya untuk langsung eksekusi di depan kamera. (Z-4)
Sebagian besar hasil penjualan tiket film garapan aktor sekaligus sutradara debutan, Iko Uwais, akan disumbangkan bagi korban bencana Sumatra.
FILM Timur mulai diputar serentak di bioskop Tanah Air sejak 18 Desember 2025. Karya ini menandai debut Iko Uwais sebagai sutradara
Film ini mengolah kisah nyata heroik dan patriotik ke dalam balutan action drama sinematik yang emosional, dengan fokus utama pada nilai persaudaraan anak bangsa dan kemanusiaan
Film ini menampilkan pertarungan fisik berdarah-darah. Di sisi lain, elemen drama dalam film ini juga cukup kuat, terutama terkait hubungan persaudaraan.
Kiat akting yang paling ditekankan Iko Uwais adalah menghilangkan keraguan, termasuk saat Aufa Assegaf diminta melakukan adegan laga di film Timur.
Aktor Yusuf Mahardika mengaku penyuka olahraga ekstrem. Sudah melakono panjat tebing dan freedive, ia kini mendambakan terjun payung.
YASAMIN Jasem dan para pemain film TimurĀ berkumpul lagi sembari menguji ketangkasan lewat permainan paintball di Mbloc Space, Jakarta, Sabtu (27/12).
Sebagian besar hasil penjualan tiket film garapan aktor sekaligus sutradara debutan, Iko Uwais, akan disumbangkan bagi korban bencana Sumatra.
FILM Timur mulai diputar serentak di bioskop Tanah Air sejak 18 Desember 2025. Karya ini menandai debut Iko Uwais sebagai sutradara
Film ini mengolah kisah nyata heroik dan patriotik ke dalam balutan action drama sinematik yang emosional, dengan fokus utama pada nilai persaudaraan anak bangsa dan kemanusiaan
Menjelang penayangan resminya pada 18 Desember 2025 nanti, film Timur, produksi perdana Uwais Pictures dan debut penyutradaraan Iko Uwais, kembali menyapa publik lewat special screening.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved