Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR sekaligus sutradara, Iko Uwais, mengungkapkan bahwa film terbarunya, Timur, memiliki tujuan lebih besar daripada sekadar menampilkan aksi beladiri yang intens. Iko menegaskan bahwa ia ingin mengangkat drama yang mendalam serta tema persaudaraan yang kuat, khususnya yang terinspirasi dari Indonesia Timur.
Tema ini dipilih bukan tanpa alasan. Iko, yang berdarah Betawi dan Sunda, menceritakan kedekatan personalnya yang erat. Ia tumbuh besar bersama orang-orang Timur, khususnya dari Ambon, sejak masa sekolah dasar hingga masa menganggur. Interaksi inilah yang membentuk pemahamannya terhadap budaya, gestur, dan emosionalitas khas masyarakat Timur.
"Saya besar sama orang Timur, yaitu orang Ambon. Jadi memang saya sangat tahu, sangat paham banget, gesturnya, gerak-geriknya. Dan rasa persahabatan itu yang paling kencang di orang Timur," ujar Iko di Epicentrum (4/12).
Iko menyoroti pandangan stereotip yang sering melekat. Ia mengakui bahwa orang Timur mungkin terlihat serem-serem di pandangan pertama, tetapi ia bersaksi bahwa hatinya sangat tulus. Inilah inti yang ingin ia tunjukkan di layar lebar.
"Rasa persahabatan yang tidak akan pernah lekang oleh waktu, itu memang yang saya rasakan. Apapun yang kalian lihat, mungkin kalau dilihat orang Timur... mukanya serem-serem, cuma hatinya lembut" lanjut Iko.
Pengalaman hidup ini yang menjadi inspirasi utama yang diterjemahkan Iko ke dalam naskah. Film Timur sendiri mengangkat kisah yang berkaitan erat dengan brotherhood, di mana persaudaraan di kalangan masyarakat Timur tidak mengenal perbedaan warna kulit maupun jenis rambut.
Secara naratif, film ini menceritakan tentang seseorang yang berasal dari luar, misalnya orang Jawa yang besar dan lahir di daerah Timur, namun kemudian dirangkul sepenuhnya oleh orang-orang setempat. Iko berupaya menyampaikan pesan bahwa persaudaraan yang tulus dapat terjalin tanpa harus sedarah.
"Yang saya mau sampaikan ke teman-teman di film ini, itu dia. Tidak semua warna kulit yang berbeda sama kita itu jahat. Jangan judge a book by its cover," tegas Iko.
Menurut Iko, fokus drama dan persaudaraan ini bukan sekadar pemanis, tetapi justru menjadi motivasi utama dari setiap adegan aksi yang ada. Dengan drama yang kuat, aksi yang ditampilkan akan terasa lebih bertenaga dan emosional bagi penonton.
Dengan mengangkat isu persahabatan, kesetiaan, dan penerimaan tanpa batas berdasarkan pengalaman pribadinya, Iko Uwais berharap film Timur dapat menjadi representasi mendalam tentang kekayaan hati dan budaya masyarakat Indonesia Timur yang patut dihargai. (Z-4)
Film Timur dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 18 Desember 2025.
Jimmy Kobogau mengungkapkan bahwa bertarung di ketinggian membuat pernapasan menjadi lebih berat.
Sentuhan Titien Wattimena di film Timur berhasil menyuntikkan dimensi perasaan yang umumnya jarang dieksplorasi secara mendalam dalam film-film laga.
Kiat akting yang paling ditekankan Iko Uwais adalah menghilangkan keraguan, termasuk saat Aufa Assegaf diminta melakukan adegan laga di film Timur.
Film Timur, yang mayoritas mengambil lokasi di hutan tropis dengan medan yang sulit, dikenal memiliki tuntutan fisik dan emosional yang tinggi bagi para pemain.
Aktor Yusuf Mahardika mengaku penyuka olahraga ekstrem. Sudah melakono panjat tebing dan freedive, ia kini mendambakan terjun payung.
YASAMIN Jasem dan para pemain film Timur berkumpul lagi sembari menguji ketangkasan lewat permainan paintball di Mbloc Space, Jakarta, Sabtu (27/12).
Sebagian besar hasil penjualan tiket film garapan aktor sekaligus sutradara debutan, Iko Uwais, akan disumbangkan bagi korban bencana Sumatra.
FILM Timur mulai diputar serentak di bioskop Tanah Air sejak 18 Desember 2025. Karya ini menandai debut Iko Uwais sebagai sutradara
Film ini mengolah kisah nyata heroik dan patriotik ke dalam balutan action drama sinematik yang emosional, dengan fokus utama pada nilai persaudaraan anak bangsa dan kemanusiaan
Menjelang penayangan resminya pada 18 Desember 2025 nanti, film Timur, produksi perdana Uwais Pictures dan debut penyutradaraan Iko Uwais, kembali menyapa publik lewat special screening.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved