Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Disutradarai Iko Uwais, Film 'Timur' Angkat Tema Persaudaraan

Muhammad Ghifari A
04/12/2025 22:09
Disutradarai Iko Uwais, Film 'Timur' Angkat Tema Persaudaraan
Iko Uwais dan para pemain film timur(MI/Ghifari)

AKTOR sekaligus sutradara, Iko Uwais, mengungkapkan bahwa film terbarunya, Timur, memiliki tujuan lebih besar daripada sekadar menampilkan aksi beladiri yang intens. Iko menegaskan bahwa ia ingin mengangkat drama yang mendalam serta tema persaudaraan yang kuat, khususnya yang terinspirasi dari Indonesia Timur.

Tema ini dipilih bukan tanpa alasan. Iko, yang berdarah Betawi dan Sunda, menceritakan kedekatan personalnya yang erat. Ia tumbuh besar bersama orang-orang Timur, khususnya dari Ambon, sejak masa sekolah dasar hingga masa menganggur. Interaksi inilah yang membentuk pemahamannya terhadap budaya, gestur, dan emosionalitas khas masyarakat Timur.

"Saya besar sama orang Timur, yaitu orang Ambon. Jadi memang saya sangat tahu, sangat paham banget, gesturnya, gerak-geriknya. Dan rasa persahabatan itu yang paling kencang di orang Timur," ujar Iko di Epicentrum (4/12). 

Iko menyoroti pandangan stereotip yang sering melekat. Ia mengakui bahwa orang Timur mungkin terlihat serem-serem di pandangan pertama, tetapi ia bersaksi bahwa hatinya sangat tulus. Inilah inti yang ingin ia tunjukkan di layar lebar.

"Rasa persahabatan yang tidak akan pernah lekang oleh waktu, itu memang yang saya rasakan. Apapun yang kalian lihat, mungkin kalau dilihat orang Timur... mukanya serem-serem, cuma hatinya lembut" lanjut Iko.

Pengalaman hidup ini yang menjadi inspirasi utama yang diterjemahkan Iko ke dalam naskah. Film Timur sendiri mengangkat kisah yang berkaitan erat dengan brotherhood, di mana persaudaraan di kalangan masyarakat Timur tidak mengenal perbedaan warna kulit maupun jenis rambut.

Secara naratif, film ini menceritakan tentang seseorang yang berasal dari luar, misalnya orang Jawa yang besar dan lahir di daerah Timur, namun kemudian dirangkul sepenuhnya oleh orang-orang setempat. Iko berupaya menyampaikan pesan bahwa persaudaraan yang tulus dapat terjalin tanpa harus sedarah.

"Yang saya mau sampaikan ke teman-teman di film ini, itu dia. Tidak semua warna kulit yang berbeda sama kita itu jahat. Jangan judge a book by its cover," tegas Iko.

Menurut Iko, fokus drama dan persaudaraan ini bukan sekadar pemanis, tetapi justru menjadi motivasi utama dari setiap adegan aksi yang ada. Dengan drama yang kuat, aksi yang ditampilkan akan terasa lebih bertenaga dan emosional bagi penonton. 

Dengan mengangkat isu persahabatan, kesetiaan, dan penerimaan tanpa batas berdasarkan pengalaman pribadinya, Iko Uwais berharap film Timur dapat menjadi representasi mendalam tentang kekayaan hati dan budaya masyarakat Indonesia Timur yang patut dihargai. (Z-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya