Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM Timur, produksi perdana dari Uwais Pictures, resmi menjadi debut penyutradaraan aktor laga ternama, Iko Uwais.
Film ini tidak hanya menyuguhkan adegan aksi, tetapi secara mendalam menghadirkan kekuatan budaya Gandong Maluku sebagai fondasi utama narasi, yang membingkai kisah tentang persaudaraan, keluarga, dan pengorbanan.
Executive Producer Timur, Nagita Slavina, saat special screening di Ambon, Minggu (14/12), mengungkapkan bahwa film ini membawa pesan kuat mengenai ikatan persaudaraan yang terinspirasi langsung dari nilai-nilai lokal.
“Aku bersyukur banget melihat bagaimana hangatnya penonton dapat menerima film Timur. Sejak pertama kali aku ditawari untuk bergabung, aku langsung merasa harus ikut berkontribusi. Film ini membawa nilai keluarga dan persaudaraan yang sangat kuat, sesuatu yang menurutku penting sekali untuk dihadirkan dalam layar lebar dan ditonton oleh orang banyak,” kata Nagita Slavina.
Budaya Gandong sendiri dikenal luas dalam masyarakat Maluku sebagai simbol hubungan persaudaraan yang melintasi batas negeri dan generasi.
Nagita Slavina menilai, kekuatan cerita Timur terletak pada keberaniannya mengangkat nilai-nilai lokal tersebut sebagai ruh narasi. Hal ini memastikan penonton tidak hanya terpuaskan oleh adegan laga, tetapi juga terhubung secara emosional dengan makna yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Sebelum penayangan perdananya, film Timur mengadakan rangkaian special screening di 17 kota besar di Indonesia, mencakup Jakarta, Bandung, Bogor, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Kupang, Lampung, Padang, Pekanbaru, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Ambon, Jayapura, Madiun, dan Medan.
Kehadiran film ini mendapat sambutan hangat, terutama di Maluku yang menjadi salah satu latar budaya penting.
Salah satu pemeran, Aufa Assegaf, mengungkapkan rasa haru dan bangganya melihat antusiasme yang begitu besar menjelang penayangan.
“Jujur saya terharu banget. Waktu lihat kursi-kursi di MTIX dan TIX ID mulai merah, rasanya campur aduk antara senang, deg-degan, dan bersyukur,” ujar Aufa.
“Respons penonton di berbagai kota juga luar biasa. Dari Jakarta sampai daerah, energi dan antusiasmenya terasa sama. Itu bikin kami sebagai pemain merasa perjuangan selama proses syuting benar-benar terbayar,” tambahnya.
Film Timur dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 18 Desember 2025. Tiket penayangan hari pertama telah dapat diperoleh melalui aplikasi MTIX, TIX ID, CGV, dan Cinepolis.
Film ini diharapkan dapat menjadi tonggak baru bagi perfilman nasional, khususnya dalam mengangkat kekayaan budaya daerah seperti Gandong Maluku ke layar lebar. (Ant/Z-1)
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Dalam trailer film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More), aktor Iqbaal Ramadhan tampil sangat berbeda dari yang ditampilkan di berbagai film yang ia bintangi sebelumnya.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Berlatar di sebuah penjara di Indonesia yang dikuasai kekerasan dan ketidakadilan, Ghost in the Cell bukan sekadar film genre yang menawarkan ketegangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved