Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Film Timur Angkat Kekuatan Budaya Gandong Maluku

Basuki Eka Purnama
15/12/2025 16:08
Film Timur Angkat Kekuatan Budaya Gandong Maluku
Cuplikan adegan dari film Timur.(imdb)

FILM Timur, produksi perdana dari Uwais Pictures, resmi menjadi debut penyutradaraan aktor laga ternama, Iko Uwais. 

Film ini tidak hanya menyuguhkan adegan aksi, tetapi secara mendalam menghadirkan kekuatan budaya Gandong Maluku sebagai fondasi utama narasi, yang membingkai kisah tentang persaudaraan, keluarga, dan pengorbanan.

Executive Producer Timur, Nagita Slavina, saat special screening di Ambon, Minggu (14/12), mengungkapkan bahwa film ini membawa pesan kuat mengenai ikatan persaudaraan yang terinspirasi langsung dari nilai-nilai lokal.

“Aku bersyukur banget melihat bagaimana hangatnya penonton dapat menerima film Timur. Sejak pertama kali aku ditawari untuk bergabung, aku langsung merasa harus ikut berkontribusi. Film ini membawa nilai keluarga dan persaudaraan yang sangat kuat, sesuatu yang menurutku penting sekali untuk dihadirkan dalam layar lebar dan ditonton oleh orang banyak,” kata Nagita Slavina.

Budaya Gandong sendiri dikenal luas dalam masyarakat Maluku sebagai simbol hubungan persaudaraan yang melintasi batas negeri dan generasi. 

Nagita Slavina menilai, kekuatan cerita Timur terletak pada keberaniannya mengangkat nilai-nilai lokal tersebut sebagai ruh narasi. Hal ini memastikan penonton tidak hanya terpuaskan oleh adegan laga, tetapi juga terhubung secara emosional dengan makna yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Sambutan Antusias dari Berbagai Kota

Sebelum penayangan perdananya, film Timur mengadakan rangkaian special screening di 17 kota besar di Indonesia, mencakup Jakarta, Bandung, Bogor, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Kupang, Lampung, Padang, Pekanbaru, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Ambon, Jayapura, Madiun, dan Medan.

Kehadiran film ini mendapat sambutan hangat, terutama di Maluku yang menjadi salah satu latar budaya penting. 

Salah satu pemeran, Aufa Assegaf, mengungkapkan rasa haru dan bangganya melihat antusiasme yang begitu besar menjelang penayangan.

“Jujur saya terharu banget. Waktu lihat kursi-kursi di MTIX dan TIX ID mulai merah, rasanya campur aduk antara senang, deg-degan, dan bersyukur,” ujar Aufa. 

“Respons penonton di berbagai kota juga luar biasa. Dari Jakarta sampai daerah, energi dan antusiasmenya terasa sama. Itu bikin kami sebagai pemain merasa perjuangan selama proses syuting benar-benar terbayar,” tambahnya.

Film Timur dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 18 Desember 2025. Tiket penayangan hari pertama telah dapat diperoleh melalui aplikasi MTIX, TIX ID, CGV, dan Cinepolis. 

Film ini diharapkan dapat menjadi tonggak baru bagi perfilman nasional, khususnya dalam mengangkat kekayaan budaya daerah seperti Gandong Maluku ke layar lebar. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya